Hobi Tanaman Karnivora? Ini Jenis yang Paling Cocok untuk Iklim Jabodetabek

Rekomendasi
- Advertisement -

Bayangkan tanaman yang justru “memakan” hewan, bukan sebaliknya. Itulah tanaman karnivora, kelompok tumbuhan unik yang menjebak dan mencerna serangga untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Kalau kamu tinggal di Jabodetabek dan mulai tertarik memeliharanya, sejumlah jenis tanaman karnivora adaptif di tempat kamu asal tahu memilih yang tepat.

Pemilik nurseri Kainivoria di Malang, Provinsi Jawa Timur, Ninomia Wijaya, ikut memperkenalkan tanaman ini sebagai exhibitor di FLOII Expo 2026, ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten. Ketertarikan Mia—sapaan akrab Ninomia Wijaya—sudah tumbuh sejak duduk di bangku SMP. “Yang paling eye catching itu Venus flytrap. Soalnya dia interaktif, bisa nutup bisa buka. Jadi, kalau lagi kasih makan itu satisfying,” kata Mia.

Jenis yang Cocok untuk Iklim Jabodetabek

Menurut Mia tidak semua tanaman karnivora bisa langsung ditaruh di rumahmu tanpa penyesuaian. “Kalau di Jabodetabek yang mayoritas low land, yang cocok itu Drosera dan Venus flytrap, tapi dengan pencahayaan matahari langsung. Matahari langsung cukup empat jam saja. Pagi jam tujuh sampai jam sepuluh atau sebelas,” tutur perwakilan Forum Tanaman Karnivora Indonesia (FTKI) region Jawa Timur itu.

Selain dua jenis itu, Sarracenia juga bisa tumbuh baik asal mendapat sinar matahari penuh dari pagi hingga sore. Nepenthes dataran rendah pun jadi pilihan yang justru menyukai suhu hangat dan tidak akan berkantong optimal bila ditempatkan di dataran tinggi. Bagi pemula, Mia menyarankan mulai dari Drosera. ” Drosera layak banget, cocok banget buat pemula karena suka panas,” ujar Mia.

Kenapa Tanaman Ini Layak Dilirik

Berbeda dari tanaman hias pada umumnya, tanaman karnivora tidak bergantung pada pupuk. Nutrisinya didapat dari serangga yang terjebak, sekaligus membantu mengendalikan populasi serangga di sekitar rumah. Mia jatuh cinta pada Pinguicula karena kemiripannya dengan sukulen dengan punya fungsi lebih. Salah satu favoritnya yakni Pinguicula cyclosecta. Spesies asal Meksiko yang daunnya bisa berubah ungu pekat di bawah cahaya terik. Itu keunikan langka untuk tanaman karnivora yang umumnya hanya tampil merah, kuning, atau hijau.

Perawatan minim seperti tidak perlu pemupukan salah satu keunggulan tanaman karnivora. (Foto: Riefza Vebriansyah)

Tanaman karnivora tergolong ramah kantong untuk pemula. Drosera ukuran kecil dibanderol mulai Rp10.000 per satuan, sedangkan yang berumpun sekitar Rp25.000. Pinguicula siap kirim dijual mulai Rp25.000 dengan diskon untuk pembelian dalam jumlah banyak.

Kunci Perawatan agar Tumbuh Subur

Media tanamnya berupa campuran sphagnum moss dan perlit. Idealnya diganti setiap enam bulan hingga satu tahun sekali. Terutama untuk Venus flytrap yang tergolong lebih rewel dibanding Drosera. Metode penyiraman memakai teknik bottom watering. Caranya air digenangkan di talam setinggi 0,5—1 cm. Bukan disiram dari atas karena bisa menghilangkan lendir perangkap di daun. Genangan yang terlalu tinggi juga perlu dihindari agar tidak memicu tumbuhnya alga.

“Ini termasuk tanaman yang low maintenance, cuma memang butuh kondisi khusus yang perlu diperhatikan. Kalau soal nyiram, semua orang bisa. Yang penting harus tahu spesiesnya apa dan habitat aslinya dari mana,” tutur Mia.

Partisipasi Mia di FLOII 2026 agar lebih banyak masyarakat yang mengenal tanaman karnivora. Tujuan Mia bisa jadi terwujud karena banyak pengunjung acara yang berlangsung hingga 20 September 2026 itu berdatangan ke stan Kainivoria.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ekspor Florikultura Indonesia Tembus Rp3,51 Triliun, Kirim 59,6 Juta Komoditas

Trubus.id — Tanaman hias dan komoditas florikultura Indonesia semakin mendapat tempat di pasar internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat...

More Articles Like This