Gentong dan Kayu Mati Jadi Media Unik Rangkaian Tanaman Hias yang Indah

Rekomendasi
- Advertisement -

TRUBUS.ID – Kreasi tanaman hias kini semakin beragam dan kreatif. Salah satu inovasi menarik datang dari pehobi tanaman hias Nanang Setyawan yang memanfaatkan gentong tanah liat sebagai media tanam unik. Tanaman hias tidak ditanam di bagian dalam gentong, melainkan disusun di permukaan luar sehingga tampak seperti tumbuh menempel pada dinding gentong.

Nanang menyusun berbagai jenis tanaman hias secara artistik hingga membentuk tampilan yang menyerupai hamparan vegetasi alami di permukaan batu. Beberapa tanaman yang digunakan antara lain begonia, fittonia, pakis, suplir, dan anthurium (kuping gajah). Sementara bagian dalam gentong diisi air, kemudian permukaan luar ditutupi lumut untuk memberikan kesan alami seperti ekosistem yang hidup di batu lembap.

“Tujuannya agar tanaman bisa menyerap air dari dinding gentong melalui pori-pori secara kapiler,” ujar Nanang Setyawan, pehobi tanaman hias asal Desa Donomulyo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Menurut Nanang, kunci utama keberhasilan kreasi ini adalah pemilihan gentong. Ia menyarankan menggunakan gentong tanah liat yang masih mentah dan belum dilapisi cat atau vernis.

“Sebaiknya pilih gentong yang belum menggunakan pelapis seperti cat atau vernis,” katanya.

Gentong tanah liat yang masih berpori memungkinkan terjadinya proses penyerapan air. Air yang berada di dalam gentong akan merembes melalui dinding pori-pori sehingga dapat dimanfaatkan akar tanaman yang ditempelkan di bagian luar.

Jika gentong dilapisi cat air, proses penyerapan masih mungkin terjadi meski berkurang. Namun, jika menggunakan cat berbahan minyak, pori-pori tertutup rapat sehingga tanaman tidak dapat menyerap air sama sekali.

Tidak semua tanaman cocok untuk konsep taman ini. Nanang menyarankan penggunaan tanaman berakar serabut dan berukuran kecil, seperti begonia, pakis, fittonia, peperomia, dan suplir.

Tanaman jenis ini tidak membutuhkan media tanam yang terlalu banyak sehingga lebih mudah bertahan saat ditempelkan pada permukaan gentong. Meski demikian, tanaman berakar besar seperti anthurium (kuping gajah) masih dapat digunakan, asalkan tidak terlalu dominan dalam komposisi.

“Boleh menggunakan tanaman berakar besar, tapi jangan terlalu mendominasi,” jelasnya.

Sementara itu, pehobi tanaman lain, Muhammad Yusuf Al Ghazali asal Bandar Lampung, memilih anggrek sebagai tanaman tempel. Akar anggrek yang menjalar justru memberikan kesan eksotis dan alami pada tampilan gentong.

Proses pemasangan dilakukan dengan cara membongkar tanaman dari polibag, kemudian menyisakan sedikit media tanam pada akar. Tanaman lalu ditempelkan pada permukaan gentong menggunakan lem khusus yang kuat.

Akar tanaman direkatkan hingga menempel sempurna pada dinding gentong. Setelah lem mengering, proses penempelan dapat diulang hingga seluruh bagian yang diinginkan tertutup tanaman dengan kokoh dan rapi.

Dengan teknik ini, gentong tanah liat tidak hanya berfungsi sebagai wadah air, tetapi juga menjadi elemen estetika yang menghadirkan taman mini unik menyerupai habitat alami di permukaan batu.

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Ekspor Florikultura Indonesia Tembus Rp3,51 Triliun, Kirim 59,6 Juta Komoditas

Trubus.id — Tanaman hias dan komoditas florikultura Indonesia semakin mendapat tempat di pasar internasional. Badan Karantina Indonesia (Barantin) mencatat...

More Articles Like This