Berawal dari keinginan mengembangkan tanaman konservasi di kampung halaman, Sunaryanto berhasil merawat ribuan pohon sukun di Kebun Plasma Nutfah Sukun, Desa Banyu Soco, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kebun seluas sekitar 2 hektare itu memiliki koleksi kurang lebih 2.000 pohon sukun yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Bone, Sumbawa, Sorong, Banyuwangi, Banten, Kediri, Madura, hingga Sukabumi.
Sebagai petugas lapangan KHDTK Playen, Sunaryanto tidak hanya berfokus pada pelestarian berbagai varietas sukun, tetapi juga melibatkan masyarakat sekitar melalui kelompok tani Ngupoyo Bogo. Tanaman sukun yang tumbuh di kebun tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk konsumsi hingga diolah menjadi keripik. Ke depan, kelompok tani juga berencana mengembangkan produk tepung sukun.
Bagaimana cara merawat ribuan pohon sukun tersebut? Apa saja tantangan yang dihadapi selama mengelola kebun konservasi sejak awal penanaman pada 2003? Simak cerita lengkap Sunaryanto mengenai pengelolaan Kebun Plasma Nutfah Sukun, upaya pelestarian tanaman, hingga peluang ekonomi yang dapat dikembangkan masyarakat melalui komoditas sukun dalam program Jejak Petani di YouTube Trubus.
