Kini untuk menekan serangan mereka beralih menggunakan bunga matahari sebagai tanaman perangkap. Caranya Helianthus annus ditanam 1—2 baris dengan jarak 1 m sebagai pagar di setiap blok.
Menurut Juda Djendra SP MP, kepala Seksi Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Ciamis, teknik yang diterapkan sejak 2003 itu menurunkan tingkat serangan hingga 30—40%. Hama-hama itu lebih tertarik pada bunga matahari yang berwarna kuning—mirip yellow trap—ketimbang cabai. Bunga terserang terlihat kuning pudar, menghitam, dan busuk. Bila didekati banyak serangga menempel di sana. ***
Gropyokan Pekebun Salak
Larva penggerek batang Oryctes rhinoceros sangat merepotkan pekebun salak. Ia menyerang pucuk dan terus masuk ke dalam batang. Akibatnya tunas pucuk patah dan daun layu. Pekebun di Pandanretno, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah mengatasi gendon—sebutan hama itu di sana—dengan cara manual.
Bocah-bocah usia sekolah dasar dikerahkan untuk menangkap larva kumbang itu. Hasil tangkapan dijual Rp100 ke Dinas Pertanian setempat untuk dimusnahkan. Pengendalian yang diadopsi dari gropyokan tikus pada tanaman padi itu terbukti mampu mengendalikan serangan larva meski tanpa bahan kimia.***
Penghancur Nematoda
Kenikir ternyata tak hanya cantik untuk penghis pekarangan dan taman. Tagetes erectus itu bermanfaat sebagai nematisida pada tomat yang terserang nematoda puru akar (NPA) Meloidogyne spp. Biang kenikir dibuat dengan memblender 1 kg batang yang dilarutkan dalam 1 l air.
Kebun percontohan Fakultas Pertanian Universitas Islam Sumatera Utara (UISU) membuktikan, penggunaan ekstrak kenikir konsentrasi 8% mampu menurunkan serangan NPA sampai 80%. Menurut Aldywarydha dan Arifin Djamin, pengajar di Jurusan Hama UISU, kenikir mengandung bioaktif seperti piperiton dan terthienil yang bersifat antagonis terhadap nematoda.***
