Saturday, April 13, 2024

Bengkuang dan Kirinyuh, Pestisida Nabati untuk Mengatasi Hama Ulat pada Kubis

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Biji bengkuang Pachyrhizus erosus, bisa menjadi bahan pestisida nabati.  Tanaman yang umbinya terkenal sebagai kosmetik pemutih itu mengandung rotenon, racun bagi Crocidolomia binotalis, ulat krop kubis.

Hama ini termasuk momok bagi pekebun Cucurbitaceae. Ada satu fakta menarik tentang bengkuang. Dari seluruh bagian tubuhnya, hanya umbi dan polong yang belum masak yang aman untuk dimakan.

Di luar itu, terkandung bahan aktif rotenon yang secara alamiah memiliki sifat insektisida. Kadar rotenon paling besar ada di biji, berkisar 0,5–1,0%. Dari hasil penelusuran di laboratorium, ternyata ekstrak biji bengkuang bersifat racun kontak dan racun perut terhadap beberapa jenis serangga.

Rotenon penyebab mati rasa pada selaput lendir serangga dan kerusakan pada fungsi alat respirasi. Alhasil, serangga yang terkena ekstrak biji bengkuang akan mati kelaparan akibat kelumpuhan alat-alat mulutnya.

Selain pada ulat krop kubis, biji bengkuang juga efektif mematikan Plutella xylostella—ulat daun kubis, Sitophilus sp dan Callosobruchus maculatus—dua jenis hama gudang di tanaman pangan, serta Lophobaris serratipes—pengganggu utama tanaman lada.

Serbuk atau tepung biji bengkuang memang ampuh untuk melindungi benih tanaman dari gangguan hama gudang. Selain sebagai insektisida, biji bengkuang juga dapat dimanfaatkan sebagai racun ikan dan obat urus-urus. Bila dicampur dengan belerang, dapat mengobati penyakit kulit.

Selain biji bengkuang, fakta ilmiah membuktikan daun kirinyuh mampu mengatasi serangan ulat Plutella xylostella pada tanaman kubis. Pasalnya, akibat serangan ulat, kubis gagal membentuk krop.

Ardin Tjatjo dan Teguh Pratama, staf pengajar di Universitas Islam Makassar mengatasinya dengan daun kirinyuh. Ardin mengambil 1 kg daun kirinyuh, kemudian merendam selama satu jam dalam ember yang berisi air secukupnya.

Setelah itu, ia menumbuk daun hingga halus. Daun kirinyuh lumat itu ia peras sehingga memperoleh larutan. Untuk menggunakan kirinyuh, ia mengencerkan perbandingan antara larutan dan daun 3:2.

Hasil penelitiannya menunjukkan Cromolaena odorata dengan konsentrasi 40% dan 100% sangat efektif menekan ulat Plutella xylostella. Enam jam setelah aplikasi, ulat mati.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img