Thursday, May 21, 2026

Minyak Herbal Pulihkan Memar dan Luka Jahitan

Rekomendasi
- Advertisement -

Melihat perilaku manisnya, pasti tidak ada yang mengira anjing semanis itu pernah membuat Mientje menerima 4 jahitan di bibir dan 3 jahitan di gusi.

Apakah anjing berbulu cokelat itu menerkam layaknya harimau? Tidak. Ia hanya melintas di depan sepeda tandem yang dikayuh ibu 4 anak itu bersama rekan kerjanya. Sore itu, Mientje melepas penat sejenak dengan bersepeda di lingkungan sekitar tempat ia bekerja di bilangan Pondokindah, Jakarta Selatan. Kebetulan di tempat kerja yang sekaligus menjadi tempat tinggal bosnya itu ada sepeda tandem. Suasana perumahan mewah sekitarnya terbilang sepi. Cocok untuk menikmati sore sambil berjalan-jalan.

Sambil mengajak Gibson, Mientje dan rekan kerjanya, sebut saja Dayat berkeliling kompleks. Mereka berjalan perlahan. Di sebelah kiri, anjing berumur 2 tahun itu berlari-lari kecil mengikuti irama kayuhan sepeda. Ketika berbelok memasuki jalan baru, terlihat delman di kejauhan. Jaraknya sekitar 50 meter di hadapan mereka.

Tertarik suara hentakan kaki kuda, Gibson berlari kencang mengejar andong. Mientje dan Dayat terpaksa mengikuti kecepatan anjing yang berlari cepat itu. Walau kerepotan, Dayat yang berada di posisi depan tetap menggenggam erat tali pengikat anjing yang tersemat di tangan kirinya. Takut kalau anjing lepas kendali. Namun, rupanya sang anjing tak mau tahu. Ia berlari tambah kencang sampai hampir mendekati delman. ‘Gibson berlari seperti kuda, cepat sekali,’ ujar Mientje.

Jatuh

Semuanya masih terkendali. Namun, ketika delman berbalik arah, anjing yang kini berumur 4 tahun itu pun ikut berbalik arah. Ia melintas di depan. Sepeda yang melaju cepat tidak dapat mengelak. Dayat terpaksa mengerem sepeda tiba-tiba. Mereka berdua pun jatuh. Mientje yang berada di belakang terjerembap. ‘Rasanya melayang,’ tutur wanita murah senyum itu. Ia pun sempat terseret di aspal.

Dalam keadaan setengah sadar, Mientje merasakan kaki, tangan, dan mulutnya sakit tak terkira. Mulut perih teramat sangat. Cucuran darah mengalir deras. Orang-orang pun berdatangan menolong. Wanita kelahiran 1957 itu dilarikan ke poliklinik terdekat.

Sayang, luka terlalu parah dan peralatan di poliklinik tidak memadai. Satu gigi depan bagian bawah patah sebagian. Dua gigi depan bagian atas menusuk ke atas, menerobos gusi. Hampir menembus bibir. Belum lagi bibir yang sobek bercucuran darah.

Tangan kanan dan kaki kiri tak luput dari luka lecet dan memar. Jalan pun harus dipapah. ‘Luka penuh darah bercampur pasir, kerikil, bibir seperti hancur, rasanya sakit sekali,’ kata Mientje. Luka mulai membengkak. Tanpa pikir panjang, segera Mientje diboyong ke rumahsakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Masuk unit rawat intensif (ICU), wanita yang bekerja di dunia musik itu langsung dirontgen. Ada luka memar di lengan kanan atas. Gigi yang menusuk gusi perlu dioperasi. Hari itu juga Mientje menjalani operasi dengan bius lokal di sekitar mulut. ‘Saya sampai menjerit-jerit,’ kata wanita berperawakan tinggi itu. Walau begitu, Mientje tetap menjalani operasi hingga selesai.

Minyak herbal

Pulang ke rumah, Mientje hanya bisa makan bubur. Itu pun sedikit sekali. ‘Bibir dan mulut sulit digerakkan,’ tutur wanita yang tinggal di daerah Lebakbulus itu. Obat antibiotik pemberian dokter pun ditelannya dengan susah payah. Tujuh jahitan membuat mulutnya kaku dan tegang. Lengan kanan membengkak dan tidak dapat digerakkan.

Di rumah, luka jahitan di mulut, memar, luka terbuka di kaki diolesi minyak asal Papua yang ia beli di distributor di Jakarta. Sebelumnya, Mientje sudah menggunakan minyak oles itu untuk menghilangkan pegal. Karena kenalannya bilang minyak itu juga bisa untuk menyembuhkan luka, ia pun menggunakannya untuk luka di kaki dan tangan.

‘Luka di kaki saya kucurkan minyak, rasanya perih dan panas,’ ujar Mientje. Sehari, ia bisa mengoleskan sampai 10 kali. Setiap kali kering, ia mengoleskannya lagi. Empat hari berselang, benang jahitan di mulut terlepas dengan sendirinya. Luka di kaki pun mengering. Mientje dapat berjalan sendiri walau tertatih-tatih.

Melihat benang jahitan di mulut yang terlepas, dokter yang menyuruhnya datang hari kelima keheranan. ‘Kok cepat, padahal saya menyuruh ke sini untuk melihat jahitannya sudah bisa dilepas atau belum,’ kata Mientje menirukan ucapan sang dokter. Dokter menyatakan sehat, ia pun kembali pulang. Pengobatan dengan minyak herbal tetap dilakukan.

Hangat

Kondisi tubuh Mientje yang prima mempercepat kesembuhan lukanya. Menurut dr Muhammad Soleh, kondisi tubuh mempengaruhi pemulihan luka. Terlebih lagi jika usia masih muda. Sehari setelah pulang dari kunjungan ke dokter yang kedua, Mientje bisa langsung bekerja. Namun, lengan kanan atas masih sulit digerakkan. Mengangkat telepon pun ia harus membungkukkan badannya. ‘Sampai bos saya bilang sebaiknya saya dirontgen lagi,’ kenang Mientje.

Untuk penanganan luka memar, dokter yang pernah bertugas di RSUD Bekasi itu menyarankan pengompresan dengan air dingin. Sejam kemudian ganti dengan air hangat atau bisa juga obat yang memberikan rasa panas. Memar disebabkan ada pendarahan beku di bawah kulit. Rasa panas dari air hangat atau obat akan memperlancar peredaran darah. Darah beku pun diserap kembali.

Minyak herbal yang digunakan Mientje mengandung jahe merah, bawangmerah, bawangputih, minyak kayuputih, minyak masohi, serai, dan daun pandan. Ketika dioleskan ke tubuh, rasa hangat menjalar seketika. Menurut Rubiyantoro, herbalis dari Kampoeng Herba, Bekasi, rasa hangat jahe merah berperan menghentikan pendarahan, mengurangi memar dan rasa sakit. Hal senada diungkapkan Lukas, herbalis di perumahan Gading Griya Lestari, Jakarta Utara. Menurut herbalis yang juga menangani akupuntur itu jahe merah berefek melancarkan peredaran darah.

Bawangmerah dan bawangputih memiliki efek antipembengkakan. Keduanya mengandung zat penghambat lipoksigenase dan siklooksigenase yang menyebabkan pembengkakan. Pada jahe, ada gingerol. Sedangkan bawangmerah juga mengandung vitamin C, quercitin, dan isotiosianat yang berperan memulihkan bengkak.

Terpentin dan campor yang terkandung dalam kayuputih berkhasiat sebagai pereda kejang. ‘Ketika dioleskan di bibir, jahitan terasa lebih lentur, tidak kaku,’ kata Mientje. Kayuputih juga menghangatkan tubuh dan memberikan rasa nyaman.

Nekat

Namun, wanita 50 tahun itu terbilang nekat. ‘Luka terbuka sebaiknya tidak dioles minyak,’ kata dr Lucky Kartadinata, dokter sekaligus praktisi herbal di Kelapagading, Jakarta Utara. Bahan campuran minyak oles biasanya mengandung zat yang memberikan rasa hangat. Efek zat itu pada luka terbuka akan sangat perih.

Luka goresan di kaki dan jahitan di mulut Mientje sama sekali tidak infeksi. Musababnya, minyak oles itu ternyata terdiri dari bahan-bahan anticendawan, antibiotik, dan antibakteri. Sebut saja kayu masohi yang diekstrak dari kulit pohon Cryptocarya massoia mengandung massoialakton. Zat dari tanaman famili Lauraceae itu berguna mencegah pertumbuhan cendawan. ‘Bawangmerah juga memiliki efek antiseptik,’ tambah Lucky.

Selain berfungsi sebagai antibakteri dan anticendawan, bawangputih membantu menghilangkan bekas luka. Pantaslah kulit kaki dan tangan Mientje tetap mulus, hampir tidak terlihat bekas luka. Padahal luka goresan di kakinya sepanjang 20 cm itu sebelumnya menghitam.

Perih dan sakit Mientje ketika diolesi minyak terbayar lunas dengan kesembuhan. Kini, ia pun tak takut jika ditantang bersepeda lagi sambil ditemani Gibson. (Kiki Rizkika)

 


Artikel Terbaru

Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Angkat Potensi Bioprospeksi untuk Pembangunan Berkelanjutan

Trubus.id-Belantara Foundation bekerja sama dengan Program Studi (Prodi) Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana, Prodi Biologi FMIPA dan Prodi Pendidikan Biologi...

More Articles Like This