Wednesday, January 28, 2026

Panen Jamur Tiram

Rekomendasi
- Advertisement -

1. Kenapa panen pertama hasilnya sedikit?

2. Kenapa kegagalan dalam proses inokulasi mencapai 18 % dan terkontaminasi jamur lain yang

berwarna hijau kehitam-hitaman? Selain itu, sering didapati ulat-ulat kecil di batang jamur dan

serangga kecil beterbangan.

3. Bagaimana memanfaatkan bekas baglog yang tidak ditumbuhi jamur lagi?

4. Apabila hasil produksi tidak diserap pasar apakah dapat dibuat produk lain?

5. Mengapa harga di kebun masih terlalu murah bila dibanding dengan di pasar swalayan?

Tiswara

Jl. Bukit Duri Utara I No. 5C Manggarai, Jakarta Selatan

NS. Adiyuwono

1. Produksi dari baglog berbobot 1 kg, sebanyak 800 g, memang wajar. Hasil panen biasanya

mengikuti kurva, meningkat lalu turun. Pada panen pertama kondisi baglog harus optimal

sehingga jamur tumbuh maksimal. Di dalam rumah jamur sederhana, keadaan optimal sulit

dicapai. Akibatnya, hasil rendah dan pada panen berikutnya akan lebih rendah lagi. Baglog

disarankan berbobot minimal 1 kg. Interval panen ke-1 dan ke-2 yang tepat adalah 8—9 hari,

umumnya 12 hari. Di petani interval panen bisa mencapai 22 hari bahkan 24 hari. Untuk

meningkatkan interval panen, yang berperan adalah kualitas bibit, perlakuan pemeliharaan

(menciptakan kondisi optimal), dan penetrasi (merangsang baglog cepat tumbuh).

2. Standar kegagalan baglog terkontaminasi untuk baglog berbobot 1 kg maksimal 10%. Pada

kondisi itu baglog tampak berwarna putih (fully collonised). Melihat hasil dan warna jamur yang

mengkontaminasi, penyebab kegagalan diduga proses inokulasi. Untuk menekan tingkat

kontaminasi perlu ditingkatkan ketelitian kerja dan kebersihan. Jangan gunakan bibit yang

dicurigai terkontaminasi, tidak sehat, dan berumur tua (lebih dari 8 minggu). Ulat dan serangga

yang muncul dikarenakan rumah tiram kurang bersih. Sesekali rumah tiram dibersihkan dan

diistirahatkan selama 1 minggu untuk memutuskan siklus hama. Ulat dan lalat jamur yang

muncul karena Anda mencampur baglog baru dengan baglog lama dalam 1 rumah tiram.

3. Media dari baglog sisa sebaiknya dikeluarkan, lalu dikeringkan. Kurang lebih 1—1 1/2 bulan,

media sisa jamur cukup matang dan bisa digunakan sebagai pupuk.

4. Jamur dapat diolah menjadi berbagai penganan. Misalnya, untuk lumpia, campuran mie

goreng, mie ayam, dan capcay. Dalam bentuk kering dapat dibuat keripik jamur tiram dan

dikemas dalam kantong plastik. Selain itu, tiram diolah menjadi tepung jamur tiram yang

digunakan sebagai makanan siap saji, penambah cita rasa makanan (bumbu), saus bistik, dan

selai roti.

5. Harga di kebun jelas lebih murah daripada harga di pasar swalayan. Sebab, petani biasaanya

menjual dengan beragam kualitas. Biaya operasional pasar swalayan juga tinggi. Berdasarkan

hitung-hitungan harga yang diterima petani sekarang ini masih bagus. Jika ingin mendapatkan

harga lebih baik lagi tingkatkan kualitas dan dijual eceran. Di Bali harga eceran bisa mencapai

Rp15.000—Rp30.000 per kg.***

 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img