Thursday, January 29, 2026

Pembunuh Jeruk Bernama Blendok

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Total seluas 63.431 ha lahan jeruk di tanahair terancam penyakit yang semula dianggap CVPDDr. Suryo Wiyono, saat ini blendok menyerang 40% populasi jeruk di tanahairTotal seluas 63.431 ha lahan jeruk di tanahair tengah terancam penyakit yang tidak disadari. Banyak pihak menyebut itu serangan CPVD karena sepintas gejalanya mirip: daun menguning, kerdil, lalu rontok. Serangannya lambat tapi mematikan.

Tanaman mati 1 – 3 tahun sejak infeksi pertama kali, tergantung bagian tanaman yang diserang. Bila batang utama yang terserang maka jeruk mati setahun pascainfeksi. Jika cabang atau ranting di tajuk yang terserang jeruk baru mati 3 tahun kemudian.

Perubahan iklim

Fakta di lapangan menunjukkan bukan CPVD yang menyerang jeruk kali ini, tapi penyakit blendok oleh cendawan Botryodiplodia theobromae. Gejalanya berupa bercak kebasahan pada batang, cabang, atau ranting. Diikuti kulit yang pecah dan mengeluarkan cairan seperti lem berwarna cokelat pada organ terserang. Pada CPVD tidak ditemukan luka di batang dan cabang yang mengeluarkan lendir.

Bila ranting atau batang terserang maka daun menguning lalu gugur. Tanaman mati bila serangan sudah mengelilingi batang utama. Kini penyakit itu telah menyerang 35 – 40% populasi di sentra jeruk. Sementara serangan CPVD hanya 2 – 3%.

Sejatinya blendok bukan penyakit baru di jeruk. Serangannya terdeteksi sejak puluhan tahun silam. Hanya saja blendok dianggap tidak berbahaya ketimbang CPVD. Diduga perubahan iklim sepanjang 2009 – 2010 yang cenderung basah menjadi penyebab mengganasnya penyakit blendok.

Itu karena penularan Botryodiplodia theobromae melalui percikan air dari tanah sehingga curah hujan yang tinggi mempercepat penularan. Pantas di kebun-kebun jeruk yang bebas gulma, serangan menghebat. Sebaliknya kebun yang ditumbuhi rumput – sehingga air hujan tidak memercik – relatif aman. Di saat itulah tanaman yang stres mudah terserang.

Penggunaan pupuk kandang yang belum matang juga dapat mempercepat penularan. Pupuk kandang mentah masih mengalami dekomposisi sehingga suhu di sekitar batang meningkat dan membuat tanaman stres. Pupuk kandang mentah juga mengundang siput yang menyerang batang hingga terluka. Di saat itulah luka yang terbuka mudah dimasuki botryodiplodia.

Emerging disease

Kini blendok layak disebut sebagai emerging disease karena belum disadari tapi terus berkembang dan mematikan. Bila penanganan keliru, maka pekebun jeruk Indonesia bersiap menghadapi masa suram seperti era 70-an. Ketika itu 80% populasi jeruk mati karena CPVD. Karena itu dibutuhkan pengendalian terpadu untuk mencegah bencana itu terulang kembali.

Ada beberapa teknik pengendalian yang dapat dipadukan untuk mencegahnya. Contohnya menyiram sekitar tajuk dengan cairan PGPR (plant growth promoting rhizobacteria) dengan dosis 5 cc per liter air agar tanaman resisten terhadap cendawan. Volume cairan 2 – 5 liter per tanaman, diberikan 2 kali dalam setahun untuk pencegahan dan 4 kali setahun untuk pemulihan. Sebelumnya pastikan cabang yang terserang dipangkas lalu dibakar.

Sementara batang yang sudah terserang dapat diatasi dengan membuat fungisida buatan sendiri yaitu bubur bordo. Itu berupa campuran dari terusi, kapur, dan air. Oleskan bubur bordo yang baru dibuat. Dalam 1 – 2 minggu luka biasanya langsung mengering. (Dr Suryo Wiyono, kepala Klinik Tanaman Departemen Proteksi Tanaman Faperta IPB dan peneliti pada Pusat Kajian Buah Tropika IPB)

Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img