Friday, August 12, 2022

Olive pun Diperbanyak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Di mancanegara buah zaitun diolah sebagai acarDi tanahair, zaitun dikenal sulit diperbanyak. Makanya kolektor rela memesan bibit zaitun dari kerabat atau kolega yang bekerja di Timur Tengah. Harganya pun tak tanggung-tanggung, Rp1-juta untuk bibit ukuran 1 m. Sementara bibit ukuran 50 – 60 cm, Rp600.000 – Rp800.000.

Zaitun masuk ke tanahair sejak 1997. Di sebuah pesantren di Indramayu, Jawa Barat, terdapat 400 pohon zaitun dan tin di halaman pesantren. Di Kebun Raya Cibodas, Cianjur, pohon lambang perdamaian itu ditanam sebagai tanaman koleksi. Sayang, kehadiran di kedua tempat itu tak membuat zaitun menyebar ke tangan hobiis lantaran tidak diperbanyak secara komersial. ‘Seandainya boleh diperbanyak pun pasti sulit,’ ujar Andy Kim, penangkar bibit di Bekasi, Jawa Barat.

Wawan K Syarief termasuk yang penasaran. Pada 2006 ia mendapat 10 bibit zaitun ukuran 50 cm dari temannya yang bekerja di Yordania. Sayang, 8 di antaranya mati karena pengemasan seadanya dan jarak yang jauh. ‘Saat ditanam layu dan langsung mati,’ ujarnya. Hanya 2 yang bertahan hidup karena tumbuh ternaungi.

Cangkok

Dua tahun pascatanam tinggi zaitun hanya 1,5 m dengan diameter batang 5 cm. ‘Saya nekat mencangkok karena dapat informasi di Yordania juga diperbanyak dengan cangkok,’ kata Wawan. Semula Wawan mencangkok 5 cabang dengan media tanah liat. Namun, hasilnya tak memuaskan. Dua di antaranya mati karena tanah gampang kering dan cabang patah.

Belakangan Wawan memakai media cangkok cocopeat yang ringan dan tak gampang kering. Itu diadopsi dari teknik cangkok tin yang batangnya juga mudah patah. ‘Saya oleskan perangsang akar, lalu bungkus dengan cocopeat,’ katanya. Tak disangka tingkat keberhasilan mencapai 90%. Cocopeat mampu menahan air, sehingga kelembapan terjaga. Media itu dibungkus kantong plastik es terlebih dulu, lalu disobek memanjang untuk membungkus cabang yang telah dikerat.

Dalam waktu 3 bulan akar mulai muncul. Pemilik nurseri Axar Qiara Nursery itu pun tak menunggu hingga media dipenuhi akar untuk memindahkan cangkokan ke polibag. Ia langsung memangkas cabang yang dicangkok dan memindahkannya begitu terlihat 2 atau 3 buah akar menyembul di balik plastik pembungkus media. Dari 1 pohon zaitun Wawan bisa membuat hingga 100 cangkokan dalam waktu bersamaan. Namun, tanaman harus disangga bambu agar tidak roboh.

Cangkokan yang telah dipotong ditanam di polibag dengan media campuran sekam bakar dan sekam mentah, tanah, pasir laut, dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:3:2:2. Pasir laut digunakan sesuai habitat zaitun yang tumbuh di daerah dekat pantai Mediterania. Di polibag, bibit asal cangkok itu disemprot vitamin B1 agar tidak stres dan diletakkan di bawah naungan selama 40 hari. Selama di naungan, bibit disiram larutan atonik dan B1 tiap 2 hari sekali.

Menurut Wawan zaitun bisa dipindah dari naungan secara bertahap setelah muncul tunas baru. Bibit dipindah dulu ke lokasi yang tingkat paparan cahaya mataharinya sedikit, misal di bawah kanopi pohon. Ia baru siap dipindah ke lahan setelah 5 – 6 bulan.

Setek pucuk

Tanaman yang buahnya diolah menjadi minyak (olive oil) itu, bisa juga diperbanyak dengan setek pucuk. Teknik setek pucuk lebih mudah, tetapi tingkat keberhasilannya hanya 50%. Caranya pucuk zaitun dipotong lancip sepanjang 12 – 15 cm. Daun-daun bagian bawah dibuang dan disisakan 6 daun di pucuk. Daun yang tersisa dipangkas ujungujungnya untuk mengurangi penguapan. Berikutnya potongan pucuk itu direndam dalam larutan perangsang akar selama 1 jam dan ditanam di media cocopeat. Lalu, tanaman disungkup dengan plastik dan ditaruh di bawah naungan.

Di California, Amerika Serikat, yang juga daerah tropis seperti Indonesia, pekebun menggunakan campuran 90% perlite dan 10% peatmoss sebagai media. Kedua media itu dikenal bagus menyimpan air dan mempertahankan kelembapan. Akar biasanya mulai muncul setelah 2 bulan dan tanaman siap dipindah sebulan kemudian. (Tri Susanti/Peliput: Destika Cahyana)

 

 

Di mancanegara buah zaitun diolah sebagai acar

Zaitun relatif sulit dicangkok karena batang kecil, rapuh, dan ngeloyor

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img