Wednesday, January 28, 2026

Kebun Kopi Terpadu

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus — Pekebun kopi di Desa Bumirejo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Karsi, hanya mempunyai lahan seluas 1.500 m² berisi 100 pohon kopi robusta berumur rata-rata 17 tahun. Dari lahan itu setiap tahun ia bisa meraup omzet hingga Rp25,5-juta. Kuncinya, Karsi melakukan pertanian terpadu. Di sela pohon kopi, ia menanam pisang, kelapa, dan jahe.

Tak hanya tanaman, ia juga memelihara klanceng Trigona laeviceps dan kambing. Pekebun kopi sejak 2010 itu memperoleh rata-rata 150 kg biji kopi beras per tahun. Harga kopi green bean Rp29.000 per kg sehingga ia memperoleh Rp4,35-juta. Ia membesarkan 8 kambing kacang selama setahun. Dengan harga Rp1,5-juta per ekor, kambing memberikan penghasilan tambahan Rp12-juta setahun.

Karsi menerapkan sistem budidaya
kopi terpadu yang memberikan omzet
puluhan juta rupiah per tahun.

Kambing juga menghasilkan 2 ton pupuk kandang setahun, yang kalau diuangkan dengan harga Rp500 per kg, memangkas kebutuhan pupuk senilai Rp1-juta per tahun. Setiap tahun ia juga panen 10 tandan pisang dengan harga Rp50.000 per tandan, yang berarti ia mendapat Rp500.000 per tahun. Lelaki kelahiran Dampit 65 tahun lalu itu juga memanen 675 buah kelapa seharga Rp4.000 per buah, memberikan pemasukan Rp2,7-juta.

Pendapatan lain dari penjualan bibit kopi. Karsi membibitkan 500 batang kopi per tahun yang ia jual seharga Rp5.000 per batang, setara Rp2,5-juta per tahun. Klanceng dalam bumbung bambu yang ia gantung di dahan-dahan pohon menghasilkan 20 liter madu yang ia jual seharga Rp50.000 per liter, memberikan penghasilan Rp1-juta setahun. Cukup? Belum. Di sela tanaman ia menanam jahe yang per tahun ia bisa mendapat 250 kg.

Harga jahe Rp6.000 per kg sehingga ia mendapat Rp1,5-juta per tahun. Total pendapatan dari lahan seluas 1.500 m² itu mencapai Rp25,5 juta-per tahun. Menurut penyuluh pertanian Kecamatan Dampit, Jajang Slamet Somantri, S.P., biaya produksi per komoditas rata-rata 30% atau Rp7.665.000. Hitungan di atas kertas, Karsi memperoleh Rp17.885.000 per tahun Jika ia hanya menanam kopi, pendapatannya tidak sampai Rp5-juta setahun.

Untuk menggenjot penghasilan pekebun, Jajang berencana membuka ekowisata berupa kampung kopi. Pada 2018 mendatang, ia berencana menambahkan fasilitas penunjang seperti tempat swafoto, musola, dan peturasan. Saat ini, kebun kopi di Dampit kerap didatangi pelancong dari berbagai daerah. Kelak, pengunjung akan dikenakan tarif masuk yang harganya terjangkau tapi memberikan tambahan penghasilan yang berarti bagi pemilik kebun. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img