
Kombinasi suara, aroma, dan pakan membuat walet betah bersarang.
Trubus — Rumah walet berukuran 7 m x 10 m terdiri atas 2 lantai itu senyap. Tidak ada lagi cericit burung berliur emas. Bila petang menjelang, tidak ada kawanan burung yang pulang. Pemilik rumah walet itu, Adhan, sedih. Peternak di Desa Melle, Kecamatan Palakka, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, itu ingat betul pada 2017 rumah ramai karena kehadiran walet. “Terakhir panen 500 gram sarang, lalu ditinggal kawanan walet,” kata Adhan.
Peternak walet sejak 2008 itu absen panen pada 2018. Menurut praktikus walet di Jakarta, Harry Wijaya, salah satu penyebab walet meninggalkan gedung karena mencari pakan. Harry mengatakan, lazimnya walet mencari pakan sejak pagi hingga sore hari. Makin malam walet kembali ke gedung berarti kian jauh tempat mencari pakan. Walet akan berpindah tempat mendekati tempat tersedianya pakan.
Kombinasi

Bagaimana cara mencegah kejadian itu? Harry menuturkan, untuk menyiasatinya perlu menyediakan pakan agar walet mencari pakan di area yang relatif dekat. Menurut Harry menggunakan pakan buatan solusi agar walet tetap menetap. Walet tidak perlu jauh mencari pakan. Namun, peternak harus memperhatikan pakan itu betul-betul serangga yang disenangi walet seperti ordo Hymenoptera—berasal dari bahasa Yunani, humen: membran, pteron: sayap.
Harry menyarankan kombinasikan penggunaan pakan, suara, dan aroma agar hasil lebih optimal. Peran aroma dan suara penting untuk mengundang walet. Konsultan walet sejak 2000 itu mencontohkan, walet selepas mencari pakan kembali pada malam hari lebih mengandalkan pendengaran dan penciuman karena hari mulai gelap. Jika aroma dan suara tepat walet akan tertarik singgah menginap di gedung.

Aroma parfum walet tepat adalah aroma gedung yang dihuni ribuan walet. Menurut alumnus Jurusan Arsitektur, Universitas Katolik Parahyangan, itu walet menyenangi aroma yang identik dengan habitatnya. Semula hidup di gua, kini walet hidup di gedung, sehingga menghendaki aroma gedung yang dihuni ribuan walet. Harry menyarankan penggunaan parfum atau aroma menyeluruh ke seluruh gedung agar nyaman mengianp.
Menurut Harry pemilik rumah walet bisa menambahkan penyaring suara agar optimal. Fungsi penyaring suara menjernihkan dan meningkatkan frekuensi suara yang cocok untuk walet. Amplifier biasa hanya cocok untuk frekuensi pendengaran manusia 20—20.000 hertz, sementara burung menghendaki lebih tinggi hingga 30.000 hertz. Oleh karena itu, perlu tambahan alat agar suara optimal. Menggunakan penyaring suara mengoptimalkan lagu pengundang walet sehingga peternak walet tidak perlu mengganti lagu walet.
Gedung

walet.
Pada awal 2019 Adhan menerapkan kombinasi suara, aroma, dan pakan di rumah walet yang senyap itu. Adhan memberikan pakan dan parfum berselang dua pekan. Ia menggunakan parfum sprayer dan kuas di seluruh bagian dalam gedung. Khusus lubang masuk burung menggantung botol berisi parfum. Dua bulan kemudian populasi walet kembali seperti sediakala. Hasil panen bisa mencapai 2 kg sarang berselang 3 bulan.
Menurut Harry menerapkan suara, aroma, dan pakan tepat tidak jaminan berhasil jika tidak memperhatikan lokasi dan kondisi gedung. Salah satu bagian terpenting adalah ruang putar. Namun, pemilik gedung kerap abai. Dampaknya walet tidak memiliki tempat berputar untuk masuk ke ruang inap. Standar minimal ruang putar adalah 2,75 m x 2,75 m x 2,75 m.

Harry menyarankan, lubang masuk seperti halnya anak tangga. Artinya lubang antarlantai berjenjang. Fungsinya memudahkan burung masuk ke gedung. Penggunaan parfum dengan pengabutan pun lebih mudah, lantai atas aroma menyebar merata ke seluruh gedung. (Muhamad Fajar Ramadhan)
