Para pekebun durian Malaysia memberikan larutan fermentasi kepala ikan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi.
Trubus — Di kedai milik Leow Cheok Kiang seolah waktu berjalan cepat. Peserta tur yang menyambangi kedai itu tak terasa menghabiskan 7 durian ochee alias duri hitam. Durian bernomor D200 itu memang menjadi andalan kedai yang berlokasi di Nibong Tebal, Seberang Perai, Penang, Malaysia. Varietas durian itulah yang melambungkan nama Ah Kiang—panggilannya—di jagat durian Malaysia.
Ochee dari kebunnya menjadi juara dua kali berturut-turut dalam kontes durian yang diselenggarakan Jabatan Pertanian Malaysia pada 2013—2014. Itulah sebabnya Jabatan Pertanian Malaysia menyertifikasi pohon ochee berumur 35 tahun milik Ah Kiang sebagai pohon induk.
Kepala ikan
Usai puas menyantap durian si duri hitam, Ah Kiang lalu mengajak rombongan tur durian yang diselenggarakan Yayasan Durian Indonesia (YDI) ke kebun miliknya yang berlokasi sekitar 5 km dari kedai. Ajakan Ah Kiang itu menjadi kesempatan istimewa bagi para peserta tur. Pasalnya, Ah Kiang biasanya tak sembarangan mengajak orang asing mengunjungi kebunnya.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari kedai, rombongan akhirnya tiba di sebuah kebun Ah Kiang yang berlokasi paling dekat dari kedai. Untuk memasuki kebun itu harus melewati pintu gerbang. Begitu memasuki kebun tercium aroma amis tersapu angin yang berembus. Sumber aroma itu ternyata berasal dari tumpukan kepala ikan di dekat salah satu pohon durian.
Menurut asisten Ah Kiang, Pow Chiok Kun Gan, limbah kepala ikan itu menjadi sumber asam amino untuk tanaman. “Biasanya kami memfermentasi limbah ikan itu dalam drum. Karena sibuk sedang musim durian, kami hanya menumpuk limbah ikan di dekat pohon,” tutur Ah Pow—panggilan Pow Chiok Kun Gan—kepada Trubus. Ia memfermentasi limbah ikan selama sebulan dan memanen larutan ketika aromanya mirip tapai.
Sebelum menggunakan, ia mengencerkan larutan fermentasi ikan dengan air. Ia mencampur satu liter larutan fermentasi dengan 200 liter air. Ah Kiang memberikan larutan fermentasi limbah ikan tergantung kondisi tanaman. “Biasanya dilihat dari kondisi daun. Jika warna hijau daun kurang pekat dan tidak segar, berarti tanaman perlu tambahan asam amino,” tutur Ah Pow.
Ia menyiramkan larutan limbah ikan itu di sekeliling tanaman dengan radius selebar tajuk. Bersamaan dengan itu ia juga memberikan pupuk NPK berimbang. Dosis 3 kg NPK per pohon. Pemberian pupuk NPK sama seperti asam amino. Pemberian kedua sumber nutrisi itu juga wajib terutama usai musim durian. Tujuannya memulihkan kondisi pohon yang energinya terkuras habis saat menghasilkan buah.
Pupuk lengkap
Menurut peneliti dari Program Studi Agroteknologi Universitas Udayana, Kota Denpasar, Bali, I Nyoman Yogi Supartha, asam amino berperan sebagai bahan dasar pembentukan protein. Selain itu asam amino untuk pertumbuhan tanaman dan pembentukan enzim. Asam amino juga dapat meningkatkan jumlah klorofil tanaman, aktivitas fotosintensis, dan merangsang pertumbuhan akar.
Fungsi lain asam amino mengatur stomata secara optimal dengan mengendalikan transpirasi tanaman dan meningkatkan reduksi karbondioksida yang nantinya diubah menjadi karbohidrat. Dengan begitu diharapkan rasa daging buah durian menjadi lebih manis. Pemanfaatan limbah ikan sebagai sumber amino sepertinya lazim dilakukan para pekebun durian di Malaysia.
Pekebun durian di Raub, Pahang, Malaysia, Eddie Yong, juga menggunakan bahan baku serupa. Ia mencampur limbah ikan dengan pupuk kotoran ayam yang sudah terurai sebagai sumber nutrisi organik. Ia menaburkan pupuk organik itu di sekeliling pohon dengan dosis 3,5 kg per pohon. Ia juga memberikan pupuk NPK berimbang berdosis sama setiap tiga pekan setelah musim berbuah usai.

Pekebun durian di Kampong Tasek, Pangkalanhulu, Perak, Malaysia, Teik Hock Oei, merawat durian lebih intensif dengan memberikan pupuk yang mengandung nutrisi lengkap. Pupuk itu mengandung 7% nitrogen dalam bentuk nitrat (NO3-) dan 8% nitrogen dalam bentuk amonium (NH4+) atau total 15% nitrogen. Pupuk itu juga mengandung 3% fosfat (P2O5), 20% kalium oksida (K2O), 2% magnesium oksida (MgO), 10% belerang (S), 0,02 boron (B), 0,06 besi (Fe), dan 0,01 seng (Zn).
Sayangnya Teik Hock Oei enggan menyebutkan dosis pupuk. Namun, dalam anjuran pemakaian, pupuk itu dapat diberikan setiap dua pekan saat tanaman sedang berbuah dengan dosis 100 mg per pohon. Dosis bisa bertambah tergantung umur pohon. Dosis itu hanya cocok untuk pohon dewasa. Teik Hock Oei juga memberikan pupuk yang mengandung 15,5% nitrogen, 26% kalsium oksida (CaO), dan 1% boron trioksida (B2O3).
Menurut ahli pupuk di Jakarta, Ir. Yos Sutiyoso, durian yang sedang berbuah sangat membutuhkan nutrisi seperti kalium, kalsium, boron, dan fosfor. Kekurangan keempat unsur nutrisi itu menyebabkan daging buah durian mengkal seperti muda, meski buah sebenarnya matang.
Pemberian nutrisi lengkap itu terbukti ampuh memperbaiki kualitas buah durian di kebun Teik Hock Oei. Pria asal Bukit Mertajam, Seberang Perai, Penang, Malaysia, itu membeli kebun yang sudah tidak terawat pemiliknya pada 2017. Namun, kurangnya perawatan membuat buah D24 sering kali mengkal atau matang tidak merata. Setelah mendapat perawatan intensif selama dua tahun, kualitas buah D24 yang dihasilkan lebih baik. Menurut ahli durian di Malaysia, Dr. Abdul Aziz Zakaria, yang mencicipi D24 dari kebun Teik Hock Oei, kualitas rasanya mencapai 80% dari rasa optimal D24. (Imam Wiguna)
