Wednesday, January 28, 2026

Dari Kampus ke Kafe

Rekomendasi
- Advertisement -

Merintis bisnis kopi sejak mahasiswa. Kini memiliki usaha sendiri untuk memasarkan kopi dari kampus hingga kafe.

Muhammad Eka Pramudita,
pemilik Kopi Kemenady di Kota Bogor, Jawa Barat. (Dok. Trubus)

Trubus — Muhamad Eka Pramudita mengemas 200 gram kopi. Pria asal Kota Bogor, Jawa Barat, itu tidak gengsi menjual kopi hasil sangraiannya sendiri kepada rekan mahasiswa di Institut Pertanian Bogor. “Saat itu saya berstatus mahasiswa tingkat akhir dan orang mulai banyak belajar kopi. Biasanya orang butuh kopi untuk belajar. Saya berjualan kopi sambil mengajari mereka tentang kopi,” jelas Eka.

Pelanggan pertama Eka adalah para pemuda yang sedang merintis usaha minuman kopi atau yang ingin menjadi barista. Itu kejadian 4 tahun lalu atau pada 2015. Kini bisnis Eka makin berkembang. Pemuda 26 tahun itu memiliki kafé atau kedai kopi sendiri di Kota Bogor, Jawa Barat. Kedai miliki Eka bernama Kemenady Coffee Shop dibangun pada 2016. Keunikan kedai kopi Kemenady terintegrasi dengan ruang kerja bersama atau co-working space.

Tumbuh 30%

Eka ingin membangun wadah bertukar ide bagi pemuda-pemudi pegiat rintisan dan komunitas, khususnya di Kota Bogor. Eka ambisius mengenalkan kopi bogor kepada masyarakat. Kedai Kemenady punya dua produk jagoan yang berbahan dasar kopi bogor, yakni es kopi bogor dan es kopi rakyat. Es kopi bogor bahannya 100% kopi bogor yang disangrai lalu diseduh. Harganya tidak terlalu mahal hanya Rp15.000. “Tujuannya agar kopi bogor bisa dinikmati segala kalangan,” jelas Eka.

Es Kopi Bogor sejatinya es kopi susu. Terbuat dari espresso kopi bogor dicampur susu segar dan gula aren. Saban bulan kedai kopi Kemenady menjual rata-rata 6.000 cangkir. Omzet perniagaan kopi mencapai Rp90 juta—Rp108 juta per bulan. Biji kopi sangrai yang menjadi favorit pelanggan adalah kopi bogor Gunung Arca dan Gayo winey. Kapasitas produksi Kemenady kini 1 ton per bulan. Itu selalu terserap habis.

Dugaan Eka permintaan pasar sesungguhnya melebih 1 ton. “Kami ada keterbatasan mesin produksi yang tidak bisa melebihi 1 ton per bulan,” ujar Eka. Konsumen kopi sangrai Kemenady antaara lain kedai kopi, petani yang berjualan kopi, hotel, dan restoran. Kadang-kadang beberapa restoran dan hotel memakai jasa Kemenady untuk meracik formulasi campuran kopi.

Kedai kopi Kemenady menyajikan minuman dari biji kopi bogor unggulan.

Kopi sangrai Kemenady memiliki pelanggan setia di Bogor, Bandung, Yogyakarta, Bali, Lombok, Sumatera Selatan, dan Batam. “Kopi kita yang dibeli oleh pelanggan di Batam di repack dan dijual ke Singapura,” jelas pria kelahiran Jakarta itu. Harga kopi sangrai Kemenady adalah Rp75.000—Rp125.000 untuk kemasan 200 gram. Pertumbuhan bisnis Kemenady sejak 2018 rata-rata 30% tiap bulan.

Petani mitra Kemenady pun makin bertambah. Kini total 4 mitra petani kopi dirangkul Kemenady, termasuk petani kopi di Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. “Ternyata Purwakarta memiliki kopi dan belum banyak yang tahu,” kata Eka. Kedai Kemenady sudah membuka dua cabang yakni di Botani Square Mall dan di kedai kampus IPB Dramaga bernama Botani Nusantara. “Kami bakal ada 2 cabang yang dibuka akhir tahun ini. Satu di Bogor lagi, dan satu di Jakarta,” jelas Eka

Pembinaan

Ruang gerak Kemenady tidak melulu di sangrai biji kopi dan kedai. Kemenady juga melakukan pelatihan mengolah kopi, pembinaan petani, dan riset kopi. Bahkan di kedai Kemenady terdapat ruangan “Coffee laboratory”. Pengalaman Eka di dunia riset dan pengembangan industri pengolahan pangan terus dilanjutkan pada bisnis kopi. SuIa bekerja sama riset dan pembinaan pascapanen kopi dengan berbagai instansi.

Kopi rempah Kemenady Coffee, salah satu menu rekomendasi di kedai Kemenady.

Salah satunya pembinaan petani kopi bogor di Gunung Arca, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat bersama Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor. “Kami membina petani supaya biji kopi mereka bisa diterima di pasar. Kami mengajarkan mengolah biji kopi dengan proses honey dan natural. Awalnya mereka hanya bisa proses full wash,” jelas Eka. Pembinaan yang Eka berikan juga termasuk cara pemetikan dan penilaian kualitas biji atau sortir.

Lewat kedai kopi Eka mampu mengenalkan berbagai jenis kopi di Indonesia kepada konsumen, khususnya kopi spesialti atau specialty coffee. Eka juga membeli kopi dari petani binaannya. Itulah bentuk kerja sama antara Eka dengan para petani mitranya. Kopi hasil petani mitra itu dijual berupa biji kopi sangrai ataupun minuman yang langsung dinikmati. (Tamara Yunike)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img