Wednesday, January 28, 2026

Propolis Bikin Kalis

Rekomendasi
- Advertisement -
Propolis berpotensi sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran Covid-19. (Dok. Venessa Goldberg/Flickr)

Senyawa aktif dalam propolis dan jambu biji berpotensi sebagai alternatif pencegahan dan pengobatan Covid-19.

Trubus — Yana Husin—atas permintaannya nama disamarkan—merebus 3 rimpang kunyit, 2 rimpang jahe merah, 7 batang serai, 3 batang kayu manis, dan gula aren secukupnya dalam 1 liter air. Yana dan keluarga lantas meminum air rebusan ramuan itu sehari sekali sebelum tidur. Harapannya ramuan itu meningkatkan imunitas keluarga Yana. Padahal sebelumnya ia jarang membuat ramuan tanaman obat itu.

Warga Kota Depok, Jawa Barat, itu mengolah beragam bahan itu berselang beberapa hari setelah adanya pengumunan pasien terjangkit virus korona atau Covid-19 di Indonesia. Apalagi pasien itu berasal dari Kota Depok.

Riset lanjutan

Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si, M. Eng., peneliti propolis dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. (Dok. Trubus)

Hasil riset teranyar mengungkapkan, propolis asli Indonesia berpotensi sebagai alternatif pengobatan dan pencegahan penyebaran Covid-19. Itulah hasil penelitian Dr. Eng. Muhamad Sahlan, S.Si, M. Eng., dan tim dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI), pada Februari 2020. Sahlan dan tim menggunakan pendekatan bioinformatics modeling.

Tim peneliti mengujikan senyawa-senyawa dalam propolis pada struktur model Covid-19 untuk mengetahui terbentuk tidaknya ikatan pada virus itu. Selanjutnya hasil pengujian dibandingkan dengan ikatan senyawa N-3. Berdasarkan penelitian Prof. Yang dari Shanghai Tech University, Tiongkok, virus korona harus menempel pada sel hidup (paru-paru manusia).

Virus itu lalu menyuntikkan struktur genetiknya pada sel hidup itu agar bisa berkembang biak. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan senyawa kimia penghambat bernama N-3 sebagai alternatif obat Covid-19. Hasil riset Sahlan dan tim menunjukkan 3 dari 9 senyawa dalam propolis asli Indonesia memiliki kekuatan menempel yang relatif baik pada virus penyebab Covid-19.

Ketiga senyawa itu yakni sulawesins a yang bernilai -7,9, sulawesins b (-7,6), dan deoxypodophyllotoxin (-7,5). Nilai ketiga senyawa itu relatif besar terutama sulawesins a jika dibandingkan dengan N-3 yang bernilai -8. Makin negatif nilainya kian besar kemampuan senyawa menempel pada virus SARS-CoV-2. “Artinya virus tidak dapat menempel pada sel hidup manusia dan berkembang biak,” kata doktor bioteknologi alumnus The University of Tokyo, Jepang, itu.

Senyawa lengkap

Myricetin, quercetin, luteolin, kaempferol, isorhamnetin (2), dan hesperidin dalam jambu biji
merupakan kandidat senyawa potensial sebagai antivirus SARS-CoV-2. (Dok. Ben Hur/Flickr)

Riset Sahlan dan tim tentang propolis terus berlanjut menuju optimasi senyawa sebelum dilakukan uji klinis dan pengembangan obat. Peneliti di Research Center for Biomedical Engineering (RCBE) itu menggunakan propolis asli Indonesia asal Pulau Sulawesi sebagai bahan uji.

Dokter apiterapis di Jakarta, dr. Hafuan Lutfi, mengatakan harus ada penelitian secara virologi untuk memastikan hasil riset itu. Lutfi menuturkan, propolis mengandung antioksidan tinggi, vitamin dan mineral lengkap, serta berkhasiat sebagai antibakteri dan antivirus. Ia menyarankan masyarakat menggunakan produk yang kandungan propolisnya lebih dari 30% agar khasiatnya terasa.

“Pemakaiannya 3 kali sehari dengan dosis 3—10 tetes per sekali minum. Bisa diminum langsung atau dilarutkan dengan setengah gelas air plus 1 sendok teh madu,” kata dokter alumnus Universitas Sriwijaya itu. Konsumsi propolis menyebabkan kita kalis alias tidak dapat kena penyakit atau kebal dari penyakit.

Daun moringa juga mengandung senyawa potensial anti-Covid-19, tapi jumlahnya sedikit. (Dok. Bermudez Khodzoc/Flickr)

Departemen Kimia, Kedokteran Fakultas Kedokteran, UI (FKUI), Klaster Bioinformatics Core Facilities IMERI-FKUI, Klaster Drug Development Research Center IMERI-FKUI, Laboratorium Komputasi Biomedik dan Rancangan Obat Fakultas Farmasi UI, Rumahsakit UI (RSUI), Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB, dan Departemen Ilmu Komputer IPB, pun mencari kandidat potensial senyawa dalam tanaman Indonesia sebagai antivirus SARS-CoV-2.

Dr. Wisnu Ananta Kusuma dari Pusat Studi Biofarmaka Tropika (Trop BRC) IPB, mengatakan, penelitian itu menggunakan analisis big data dan machine learning. Setelah itu, hasil uji kedua analisis itu dikonfirmasi dengan pemodelan farmakofor dan penambatan molekuler. Riset itu juga menganalisis interaksi antara senyawa bahan alam dengan protein SARS-CoV-2 dan manusia.

Penelitian itu menghasilkan 13 senyawa potensial yang dapat dipakai sebagai bahan alternatif upaya preventif atau kuratif Covid-19. “Mayoritas senyawa itu seperti myricetin, quercetin, luteolin, kaempferol, isorhamnetin (2), dan hesperidin terdapat dalam jambu biji berdaging buah merah muda,” kata doktor Bioinformatik alumnus Tokyo Institute of Technology, Jepang, itu.(Riefza Vebriansyah)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img