Saturday, April 11, 2026

Kuat Saat Korona Mewabah

Rekomendasi
- Advertisement -
(Dok. Fawzia La Rizma)

Imunitas tubuh menjadi kunci pencegahan dan penyembuhan Covid-19.

Ahli mikrobiologi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. dr. Sri Budiarti.

Trubus — Ahli mikrobiologi dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. dr. Sri Budiarti, mengatakan, virus menginfeksi manusia melalui berbagai cara. Tahapan infeksi sesuai dengan jenis virus dan bagian tubuh inang.  Secara umum proses infeksi (patogenesitas) virus dimulai dari pendekatan dan pelekatan di permukaan sel inang. Pada kasus Corona virus disease 2019 (Covid-19), virus menempel secara spesifik di permukaan sel inang yang memiliki reseptor angiotensin coverting enzyme 2 (ACE-2).

Menurut dokter alumnus Universitas Sebelas Maret itu reseptor berupa protein itu ada di beberapa bagian spesifik tubuh manusia. Contohnya sel epitel alveolus paru-paru dan usus kecil. Selain itu reseptor juga terdapat di sel endotel (sel permukaan pada jaringan pembuluh darah dan limfe) jantung serta ginjal.

Spesifik alat pernapasan

Jika Covid-19 berhasil menempel di reseptor ACE-2, virus masuk ke dalam sel dan bereplikasi atau memperbanyak diri dengan menggunakan sistem seluler inang lalu dapat mengganggu aktivitas biologis seluler. Sri mengatakan, virus korona, memiliki materi genetik berupa utas tunggal RNA (+) yang dapat secara langsung menjadi cetakan mRNA, sehingga replikasinya sangat cepat. Virus ini berukuran 80-160 nm, dan merupakan virus beramplop.

Menjaga kebersihan diri dengan sering mencuci tangan dapat menghindari infeksi Covid-19.

Sel tubuh manusia dibajak oleh virus. Jika Covid-19 selesai merakit komponennya, virus keluar dari inang untuk menginfeksi inang baru yaitu sel-sel lain yang memiliki reseptor ACE-2 (lihat ilustrasi Cara Korona Infeksi Sel).  Menurut doktor Medical Microbiology alumnus Kagawa University, Jepang, itu tubuh manusia mengenali jenis patogen yang menginfeksi tubuh sekaligus menjadi aktivitas kunci bagi imunitas tubuh.

Secara imunologi, kehadiran Covid-19 pada sel yang terinfeksi atau ruang antarsel akan dideteksi oleh reseptor-reseptor imunitas baik dari dalam sel, permukaan sel, maupun di ruang antarsel. Sistem imunitas juga bekerja dengan menandai sel-sel yang terinfeksi. Jika sistem imun tubuh berhasil mengenali patogen, langkah selanjutnya adalah menyerang supaya patogen seperti Covid-19 tidak menyebar menyerang sel-sel tubuh.

Sri mengatakan, secara imunologi ada dua jenis respons imun tubuh terhadap patogen seperti Covid-19, yakni sistem imun bawaan dan sistem imun adaptif. Sistem imun bawaan merupakan responden pertama terhadap berbagai patogen yang berinteraksi pada tubuh manusia setiap saat, termasuk Covid-19. Barikade sistem imun bawaan bisa berupa barikade eksternal seperti kulit dan lapisan lendir pada rongga hidung, dan barikade internal berupa tentara sel imunitas umum berupa berbagai jenis sel darah putih.

Serang organ pernapasan

Covid-19 masuk ke tubuh manusia melalui mulut dan hidung. Jika barikade eksternal ditembus, barikade internal dipertaruhkan keberhasilannya. Sel-sel imunitas umum pada tubuh manusia disebut fagosit, bekerja dengan menelan dan mencerna benda asing apa pun yang masuk ke dalam ruang antarsel maupun di dalam sel. Jika jumlah fagosit lebih banyak ketimbang jumlah virus, keberadaan virus dapat diberantas dari tubuh.

Meningkatkan imunitas tubuh senjata paling ampuh mencegah infeksi Covid- 19.

Namun, bila jumlah virus lebih banyak dan mulai menginfeksi sel inang maka dibutuhkan bala bantuan armada imunitas tubuh yang lebih banyak dan kuat. Ketika itulah imunitas adaptif mulai bekerja. Imunitas adaptif merupakan sistem kerja imun yang spesifik jenis patogen, bersifat sistemik atau dapat dihadirkan ke seluruh tubuh melalui sistem limfe. Imunitas itu juga dapat mengingat patogen sehingga saat lain kali patogen seperti Covid-19 menginfeksi tubuh, respons imun tubuh lebih cepat dan lebih banyak.

Pasukan itu terdiri atas antibodi, sel-sel imun yang membawa antibodi, sel-sel imun memori untuk mengingat jenis patogen dan karakter-karakternya, dan sel pembunuh sel-sel tubuh yang terinfeksi. Jika jumlah pasukan sel-sel imunitas sebanding dengan jumlah virus, virus dapat dihilangkan dari tubuh dan manusia yang terinfeksi tetap sehat.

Bangun imunitas

Menurut Li Xiaowei dan rekan dari Department of Biochemistry and Molecular Biology, Xi’an Jiaotong University Health Science Center, Provinsi Shaanxi, Tiongkok dan Laboratory of Environment and Genes Related to Diseases, Kementerian Pendidikan, Provinsi Shaanxi, pasien pengidap Covid-19 akut memiliki jumlah sel imunitas bernama sel B dan sel T yang sedikit. Hasil penelitian Li Xiaowei menunjukkan, sebagian besar pasien Covid-19 yang meninggal mengalami sindrom gangguan pernapasan akut.

Sri mengatakan, penting untuk menghindari kontak dengan pasien Covid-19, binatang liar, mengonsumsi daging yang belum matang. Laksanakan pola hidup sehat dengan makan teratur dan seimbang tiga kali sehari, minum air 40 ml/kg bobot badan, cukup tidur (6-8 jam/hari), dan olahraga teratur (30 menit/hari). Selain itu membiasakan hidup bersih seperti mandi secara rutin, menutup mulut ketika bersin dan batuk, dan menggunakan perlindungan di daerah mulut dan hidung. (Tamara Yunike)

Previous article
Next article

Artikel Terbaru

IPB University dan UM Kuningan Jajaki Pengembangan Obat Herbal di Gunung Ciremai

IPB University menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan untuk menggali potensi obat herbal di kawasan Taman Nasional...

More Articles Like This