Wednesday, January 28, 2026

Tetap Bugar Meski Menopause

Rekomendasi
- Advertisement -

Salah satu efek menopause massa tubuh yang meningkat. Paduan kedelai dan beras merah upaya pencegahan.

Sup kedelai hitam dan beras merah membantu perempuan tetap sehat jalani masa menopause. (Dok. Dr. Hj. Wiwit Estuti, STP, M.Si)

Trubus — Suasana hati berubah-ubah atau moody, sulit tidur, rambut rontok, dan kulit kering merupakan gejala menopause atau masa berhentinya proses menstruasi pada perempuan. Seiring bertambah usia, terjadi penurunan fungsi ovarium atau indung telur. Setiap perempuan akan melalui fase itu. Menurut dokter di Kalimantan Barat dr. Benyamin Intosius, pada umumnya menopause terjadi pada kisaran usia 50—55 tahun.

Akibat penuaan dini dan banyak terpapar radikal bebas, seorang perempuan bisa lebih cepat menemui fase menopause. Menurut Benyamin produksi hormon estrogen dan progesteron saat menopause menurun selain itu dapat mengakibatkan beberapa perubahan baik secara fisik, psikologis, dan seksual. “Ketika menopause, perempuan akan kehilangan massa otot akan diganti menjadi massa lemak. Maka dari itu bobot tubuh perempuan menopause cenderung meningkat,” kata Benyamin.

Kolesterol terjaga

Dr. Hj. Wiwit Estuti, STP, M.Si. Periset dari Institut Pertanian Bogor. (Dok. Dr. Hj. Wiwit Estuti, STP, M.Si)

Peneliti di Institut Pertanian Bogor, Jawa Barat, Dr. Wiwit Estuti, S.TP., M.Si., berhasil menemukan camilan sehat yang dapat dikonsumsi perempuan menopause. Kudapan itu berupa sup krim yang berbahan dasar kedelai hitam Glycine soja dan beras merah Oryza nivara yang teruji klinis. Menurut doktor bidang Ilmu Gizi Manusia alumnus Institut Pertanian Bogor itu, ide awal riset berasal dari potensi kedelai hitam lokal varietas detam 1.

Menurut Wiwit bahan baku sup itu memang hanya kedelai dan beras merah dengan perbandingan 80:20. Keruan saja perempuan kelahiran April 1968 itu menambahkan beragam bumbu untuk meningkatkan cita rasa. “Kandungan antosianin kedelai hitam terbilang tinggi. Berfungsi sebagai antioksidan yang baik bagi tubuh,” kata Wiwit. Pengujian sup krim menggunakan dosis konsumsi 25 gram per sekali konsumsi.

Pembuatan sup krim menggunakan peralatan berkualitas dan food grade. (Dok. Dr. Hj. Wiwit Estuti, STP, M.Si)

Adapun frekuensi konsumsi dua kali per hari. Konsumsi sup krim pertama pada pukul 10.00 dan konsumsi kedua pada pukul 16.00. Mereka mengonsumsi sup krim selama 28 hari. Periset itu melibatkan 8 perempuan menopause di Desa Ciherang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, dalam riset ilmiah.Wiwit mengolah bahan baku itu menjadi sup krim dan memberikan kepada responden yang rata-rata berusia 50—60 tahun.

Perempuan 52 tahun itu menguji sup krim pada dua kelompok uji yang masing-masing terdiri atas empat orang. Pengujian dilakukan dengan metode pindah silang, artinya pengujian dilakukan dengan dua tahap. Satu kelompok mengonsumsi sup krim di tahap pertama selama 28 hari.Pada tahap kedua, kelompok itu tidak mengonsumsi sup krim dalam jangka waktu yang sama. Antara tahap satu dan tahap dua terdapat rentang waktu istirahat selama dua pekan agar tingkat akurasi efek sup krim lebih terlihat.

Kedelai hitam

Hasil pengujian menunjukkan, sup krim berpotensi memperbaiki profil lipid perempuan menopause secara signifikan. Caranya dengan menaikkan kadar High-Density Lipoprotein Cholesterol (HDL-C) dan menurunkan Low-Density Lipoprotein Cholesterol (LDL-C). Nilai HDL-C atau kolesterol baik meningkat semula 54,00 mg/dl menjadi 55,00 mg/dl.

Kombinasi kedelai hitam dan beras merah bantu turunkan kolesterol jahat. (Dok. Dr. Hj. Wiwit Estuti, STP, M.Si)

Sementara itu terjadi penurunan pada nilai LDL-C atau kolesterol jahat pun ikut turun yang semula 149,50 mg/dl menjadi 107,00 mg/dl. Dosen program studi Ilmu Gizi di Politeknik Tasikmalaya, itu mengatakan kondisi yang menyebabkan angka HDL, LDL, trigliserid, dan kolesterol berubah fluktuatif adalah pada perempuan menopause kemampuan tubuh mengolah lemak akan menurun, akibatnya indeks massa tubuh (IMT) mudah naik.

Terdapat tiga jenis komposisi sup krim yang diujikan. Hasil penilaian konsumen yang paling disukai adalah komposisi pertama yakni kombinasi kedelai hitam dan beras merah dengan perbandingan 80:20. Satu porsi sup krim mengandung 404,92 kkal dan 13,36% protein. Menurut Wiwit kandungan itu memenuhi kecukupan energi dan protein berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2013.

Menurut Wiwit kombinasi serealia dapat meningkatkan mutu protein suatu bahan pangan. Selain kandungan energi dan protein yang mencukupi, kedelai hitam mengandung senyawa genistein dan daidzein. Menurut riset Rianita Pramitasari dan rekan dari Fakultas Teknobiologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, senyawa itu mampu berikatan dengan reseptor estrogen. Kedua senyawa itu dapat menimbulkan efek estrogenik, salah satunya induksi prolaktin yang membantu tingkatkan produksi air susu ibu. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img