Monday, May 4, 2026

Tren Bisnis Media Tanam

Rekomendasi
- Advertisement -
Media tanam aglaonema siap pakai kreasi Usnul Adhib dan Ali Akbar dari Taman Asri Aglaonema.
(foto : Usnul Adhib/Taman Asri Aglaonema)

TRUBUS — Penjualan media tanam khusus aglaonema berkembang seiring meningkatnya pamor tanaman hias daun itu.

Riza Adhika Warman, S.E., memiliki kesibukan lain untuk menyediakan media tanam aglaonema. Warga Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu menjual rata-rata 150 bungkus media tanam aglaonema setiap bulan sejak 2019. Satu kemasan berbobot 1,5 kg berharga Rp40.000. Jadi, Adhika beromzet Rp6 juta per bulan. Ia enggan menyebutkan laba bersih. Yang pasti penjualan media tanam aglaonema menguntungkan.

Satu kantong media tanam itu untuk lima pot tanaman berdiameter 12 cm. Masa pakai media tanam produksi Adhika mencapai delapan bulan. Dengan kata lain, ia menyarankan pehobi mengganti media tanam setelah delapan bulan pemakaian. Harga jual produk itu pun menjadi lebih ekonomis. Media tanam itu siap pakai sehingga konsumen tidak perlu mengolahnya lagi.

Lebih praktis

Menurut Riza Adhika penggunaan media tanam racikannya sangat praktis. Pehobi tinggal menuangkannya di pot. Pehobi aglaonema tidak perlu mesti mencari beragam bahan baku sehingga merepotkan. Apalagi bagi pehobi yang memiliki banyak koleksi aglaonema dan sedikit waktu luang. Kehadiran produk itu memudahkan pehobi. Selain itu media tanam bikinan Adhika cocok untuk beragam jenis aglaonema.

Bahan baku media tanam aglaonema andalan Adhika antara lain pupuk organik, sekam mentah terfermentasi, kompos daun teh, biji kapuk, dan pasir malang. Ia mencampur semua bahan itu dengan takaran tertentu hingga merata. Ia enggan merinci persentase masing-masing bahan. Yang pasti aglaonema menghendaki media tanam yang tidak terlalu padat dan porous. “Setiap individu memiliki komposisi media tanam berbeda,” kata Adhika.

Racikan media tanam itu berdasarkan pengalaman Adhika memelihara aglaonema sejak 2015. Media tanam salah satu kunci keberhasilan memelihara agalonema. Ia menyadari betul hal itu. Adhika pernah merugi sekitar Rp20 juta saat kali pertama memelihara aglaonema pada 2015 lantaran media tanam kurang pas. Ia pun mendatangi para pehobi senior untuk mempelajari komposisi media tanam yang tepat untuk aglaonema.

Sebetulnya volume penjualan bisa bertambah bila pemilik toko daring Rumah Aglaonema Semarang itu memasarkan produk itu lebih giat. Nun di Desa Tamantirto, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Usnul Adhib dan Ali Akbar pun merilis media tanam khusus aglaonema sejak Maret 2021.

Riza Adhika Warman, S.E., menjual media tanam khusus aglaonema sejak 2019. (foto : dok. Trubus)

Media tanam berbobot 3,5 kg itu dapat digunakan untuk 5 pot berdiamater 20 cm. “Kami merekomendasikan produk itu sebagai media tanam aglaonema yang dipotong untuk perbanyakan. Bisa juga untuk aglaonema impor yang baru datang,” kata Adhib.

Selama ini para pehobi membikin sendiri media tanam karena jarang yang menjual. Sebetulnya ada media tanam untuk semua tanaman termasuk aglaonema.“Meski tertulis media tanam itu cocok untuk aglaonema, tapi hasilnya kurang bagus,” kata salah satu pemilik toko daring Taman Asri Aglaonema itu. Alasannya media tanam itu mengandung tanah yang kurang disukai beberapa jenis aglaonema.

Perawatan berbeda

Adhib dan Ali memanfaatkan sekam mentah fermentasi, sekam bakar, kaliandra, serbuk sabut kelapa (cocopeat) yang sudah dicuci, daun bambu fermentasi, pasir malang, fungisida, dan antisemut sebagai bahan baku media tanam. Semua komponen itu menjadikan media tanam porous dan padat sehingga cocok untuk aglaonema. Adhib mengatakan, respons pasar bagus dengan adanya produk itu.

Tri Harjanto di Yogyakarta juga menjual media tanam aglaonema sejak medio 2020. Manajer Kebun Aglaonema milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Tridadi Makmur itu memasarkan lebih dari 100 sak media tanam setiap bulan. Harga jual Rp50.000 per sak berbobot lebih dari 4 kg. Pemilik Krokot Nursery, Raden Agus Choliq, S.E., M.M., mengatakan bahwa komposisi media setiap petani berbeda.

“Jika perawatannya sama muncul masalah. Saya sarankan beli aglaonema dengan potnya dan tanya pemeliharaan tanaman itu,” kata warga Kapanewon Tridadi, Kabupaten Sleman, DIY, itu. Perawatan aglaonema di Kota Bogor, Jawa Barat, pasti berbeda dengan di Sleman. Konsumen mesti menyiram aglaonema produksi Choliq dua kali sehari dengan cara dikocor. Jika itu dilanggar, pertumbuhan tanaman bermasalah. (Riefza Vebriansyah)


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This