Monday, May 4, 2026

Adenium Aroma Ratu Bunga

Rekomendasi
- Advertisement -
Aromatic siam
Aromatic siam

Idaman  para pencinta adenium kini telah hadir. Mawar  gurun  berpetal tumpuk, sekaligus beraroma harum.

Elok nian bunga kamboja jepang itu. Keindahan warna putih semburat merah pada mahkota membuatnya tampak atraktif. Bukan hanya atraktif karena berpetal tumpuk tiga menyerupai bunga mawar, adenium itu menguarkan aroma harum. Adenium beraroma harum? Ya, bau kamboja jepang itu mirip wangi bunga kamboja bali. Harum bak plumeria tercium dari jarak 50 cm ketika bunga masih dalam posisi kuncup menjelang mekar hingga awal mekar. “Biasanya pada pagi hari selama 2—3 hari,” tutur Widiantoro Waluyo, si empunya tanaman.

Aroma harum itu pula yang membuat Widiantoro memboyong adenium berjuluk  aromatic siam itu dari Thailand  pada pertengahan 2012. Bagi para penggemar adenium, sosok mawar gurun berpetal tumpuk dan beraroma harum menjadi impian. “Itu sesuatu yang menarik dan diharapkan,” tutur Handry Chuhairy, salah seorang pioner tren adenium di tanahair.

Berbagai era

Harap mafhum sosok elok adenium ideal yang diharapkan berturut-turut telah hadir. Pada 2002 Handry pernah memprediksi kemunculan adenium berwarna kuning, mahkota bergaris, dan berpetal tumpuk. Padahal pada era itu sosok mawar gurun masih berupa bunga berbentuk terompet dengan satu lapis petal dan warna solid. Misal putih, merah, merah muda, atau putih dengan splash merah muda.

Pada era 2004 adenium dengan petal bergaris mulai hadir. Yang paling fenomenal tentu saja harry potter. Adenium berpetal putih dengan tepi merah dan garis merah di tengah petal itu menyihir para pencinta mawar gurun. Sosok adenium asal Taiwan itu benar-benar berbeda dengan adenium berwarna solid. Gebrakan berikutnya terjadi ketika adenium pertama berpetal tumpuk, doxon, mempesona khalayak pada 2007. Semenjak kehadiran adenium double petal berwarna merah tua itu para penyilang di Thailand dan Taiwan berlomba-lomba menghasilkan mawar gurun bermahkota tumpuk.

Phoi pakai, jenis baru di Suan luangLalu hadirlah adenium kuning, ye-lo, warna yang belum pernah ada pada 2008. “Jika kemudian dari adenium tumpuk itu dikawinkan dengan crispum (spesies berbunga kecil tapi semarak dan kaya warna, red) maka dunia adenium akan seperti dunia mawar,” kata Handry kepada wartawan Trubus, Evy Syariefa, dalam wawancara pada 2007. Hanya satu yang kurang, mawar gurun itu tanpa aroma, beda dengan ratu bunga Rosa sinensis yang harum.

Sebuah kabar datang dari Pramote Rojruangsang dan Piya Subaya-Achin. Dalam obrolan di sela-sela acara penjurian sebuah lomba sansevieria akbar di Tangerang, Provinsi Banten, pada Februari 2011 kedua pemain tanaman hias senior di Thailand itu bercerita di negeri Siam para penyilang adenium tengah getol menyilang-nyilangkan untuk mendapat beragam variasi warna bunga tumpuk beraroma harum. Aromatic siam salah satu buktinya.

Harum Taiwan

“Di Indonesia tren adenium sudah berlangsung selama 14 tahun dan kini berbagai hal yang diimpikan untuk adenium pun terjadi,” ujar Ir Slamet Budiarto, pengamat adenium. Nurseri Godongijo pernah mengintroduksi adenium beraroma harum dari Taiwan pada 2004. Hanya saja aroma mawar gurun itu baru bisa tercium jika kuntum bunga didekatkan ke hidung. Di negeri Formosa pula pada 2005 Handry Chuhairy melihat adenium beraroma harum.

Adenium tumpuk 3 berwarna shocking pink di pameran Suan LuangKini ketika keharuman adenium dapat dinikmati dari kejauhan dan dalam jangka waktu relatif lama jelas menarik perhatian. Dengan karakter bunga yang  mekar tidak serempak, maka aroma harum akan tercium hingga berhari-hari. Menurut Slamet demi memikat para hobiis kini sosok adenium memang harus spektakuler. “Semarak bunganya dan beraroma,” tutur alumnus Institut Pertanian Bogor itu. Sosok berkarakter marak bunga jika pada ruas batang ke-11—13 sudah mulai muncul kuncup-kuncup bunga.

Dari pengalaman menyilangkan adenium, Slamet menduga aroma pada adenium merupakan sifat resesif yang muncul dan berpotensi muncul kapan saja. “Mungkin saja itu terjadi karena persilangan antara adenium yang agak beraroma dengan sesamanya,” kata Slamet. Handry Chuhairy mengamini. Karakter beraroma sudah ada pada nenek moyang adenium. Proses penyilangan yang melahirkan perbaikan karakter tanaman akhirnya memunculkan aroma yang lebih kuat, corak bunga lebih bervariasi, petal tidak melipat-lipat, dan ukuran daun lebih proporsional dengan besarnya bunga.

Sosok seperti itu yang hadir pada adenium lain yang juga Widiantoro boyong bersama aromatic siam. Meski tanpa aroma penampilannya menawan. Misalnya adenium fire opal yang berbunga mungil seukuran koin Rp500 tapi marak bunga.  Ada juga jenis tumpuk bentuk cenderung membintang dan berwarna putih splash ungu. Pemilik nurseri Anisa Adenium itu juga mengoleksi triple violet, happy gold berwarna kuning, dan triple black beauty berkarakter menyerupai mawar.

Nun di Whailand, wartawan Trubus, Rosy Nur Apriyanti, menjumpai banyak adenium tumpuk terbaru berpenampilan memikat di ajang pameran Suan Luang pada Desember 2012. Kini  selamat datang mawar gurun tumpuk baru dan wangi. (Pressi Hapsari)

 

Adenium baru
Adenium baru

FOTO:

1) Phoi pakai, jenis baru di Suan luang

2) Adenium tumpuk 3 berwarna shocking pink di pameran Suan Luang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This