Sunday, January 25, 2026

Agar Bentuk Sarang Walet Optimal

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Walet yang menghuni rumah, biasanya memilih bersarang di ujung sirip yang memiliki sekat (sudut) terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka membuat sarang di bagian sirip yang jauh dari sekat.

Sayangnya sarang sudut berbobot lebih ringan dan harganya lebih murah jika dibandingkan dengan sarang mangkuk. Agar tidak terlalu banyak dihasilkan sarang sudut, penyekatan sirip-sirip diatur dengan jarak 1,5—2 m.

Sekat-sekat itu lebih menarik perhatian walet untuk bersarang di sana. Jika tidak dibuatkan sekat, dikhawatirkan perkembangan populasi akan berjalan lambat. Jika sekat sudah telanjur dipasang terlalu rapat, kalau memungkinkan dilepas sebagian agar menjadi lebih jarang.

Namun, pelepasannya jangan dilakukan secara drastis. Sedangkan untuk sekat-sekat di bagian ujung sirip dipasangi kayu berbentuk segitiga yang sisi-sisinya memiliki panjang 4 cm.

Kayu segitiga itu dapat diperoleh dengan cara membelah kayu balok 4 cm x 4 cm secara diagonal. Dengan dibuatkan ganjal itu maka sarang yang dibuat dapat berbentuk hampir seperti mangkuk.

Sarang itu lebih berat dari sarang segitiga dan harganya pun lebih mahal. Di pasaran, bentuk sarang itu dikenal sebagai sarang segitiga kipas atau segitiga super.

Lantas bagaimana membasmi hama di rumah walet?

Kecoak dan tikus dapat dibasmi dengan racun tertentu yang dicampur umpan. Karena kedua binatang itu dapat dibasmi jauh dari sarang, maka bahaya sarang tercemar oleh racun sangat kecil.

Lain halnya dengan kutu busuk atau kutu lainnya yang hidup di sarang. Penggunaan insektisida yang tidak hati-hati memiliki peluang besar mencemari sarang. Cara terbaik untuk membunuh kutu busuk ialah dengan menyemprot sirip setelah panen.

Jika sudah terserang berat oleh kutu sebaiknya sarang dipanen habis dan barulah sirip disemprot. Dengan begitu pada panen berikutnya sarang sudah bersih dari kutu busuk dan insektisida pada sirip juga hilang.

Pengusaha yang membudidayakan walet dituntut memiliki tanggung jawab moral untuk memproduksi sarang yang seminimal mungkin mengandung residu insektisida atau bahan berbahaya lainnya.

Seharusnya insektisida yang digunakan pada budidaya walet adalah jenis-jenis yang tidak berbahaya bagi burung dan manusia, serta mudah terurai di alam.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img