Monday, April 27, 2026

Ahli Jelaskan Perbedaan Gejala HMPV, Influenza, dan Covid 19

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Virus Human Metapneumovirus (HMPV) belakangan ini menjadi sorotan. Peneliti Ahli Madya di Pusat Riset Kedokteran Praklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional, Telly Purnamasari Agus, menjelaskan perbedaan gejala antara HMPV, Influenza, dan Covid 19.

Telly menjelaskan biasanya HMPV menunjukkan gejala ringan, seperti demam ringan (di bawah 400C), batuk, dan pilek. Menurut Telly gejala HMPV berkembang secara bertahap, dari infeksi ringan yang bisa menjadi berat, jika pengobatan terlambat atau daya tahan tubuh lemah.

Meski HMPV kerap menyebabkan gejala ringan seperti flu biasa, Telly mengingatkan bahwa penyakit itu bisa menjadi serius jika tidak ditangani. Menurutnya kondisi ini dapat berujung fatal, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

“Gejala awalnya seperti batuk, pilek, dan sakit tenggorokan. Namun, jika infeksi menyebar ke saluran pernapasan bawah, seperti bronkus atau paru-paru, itu bisa menyebabkan pneumonia atau bronkiolitis,” jelas Telly dilansir pada laman BRIN.

Adapun gejala influenza cenderung muncul tiba-tiba dengan demam tinggi dan nyeri otot. Menurut Telly influenza kerap membuat tubuh terasa sangat lelah dan demam tinggi mendadak saat daya tahan tubuh menurun.

Berbeda dengan HMPV dan influenza, Covid 19 memiliki gejala khas anosmia atau hilangnya kemampuan penciuman. “Gejala ini tidak ditemukan pada HMPV maupun influenza, sehingga dapat menjadi indikator awal Covid 19,” jelas Telly.

Perbedaan lain pada waktu muncul penyakit. Telly menuturkan bahwa masa inkubasi HMPV yakni 3–6 hari dan biasanya bisa sembuh sendiri jika daya tahan tubuh baik.

“Sementara Covid 19 cenderung muncul secara mendadak dengan gejala lebih berat dengan tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan HMPV,” ungkapnya. 

Menurut Telly HMPV termasuk dalam jenis safe limited disease atau penyakit yang bisa sembuh dengan sendirinya. Ia menyebutkan bahwa tingkat kematian HMPV lebih rendah dibandingkan dengan Covid 19.

“Sebenarnya ini (HMPV, red) safe limited disease atau penyakit yang bisa sembuh sendiri tergantung pada daya tahan tubuh kita. Tapi kalau covid datangnya sangat akut mendadak dengan gejala-gejala yang lebih berat. Nah ini juga yang menjadi salah satu pembeda, tingkat morbiditasnya. Jadi tingkat kematian HMPV ini lebih rendah dibandingkan covid,” ujarnya  dalam acara Media Lounge Discussion (MELODI)  di Gedung BJ Habibie, Jakarta, Kamis (16/1).

Meski demikian, Telly tetap meminta masyarakat waspada. Menurutnya penularan HMPV seperti Covid 19, salah satunya melalui droplet atau percikan air liur yang terjadi saat berbicara pada jarak kurang dari dua meter. 

Selain itu, bisa juga melalui kontak langsung atau permukaan yang terkontaminasi, misalnya gagang pintu atau barang yang sering disentuh.

Ia mengingatkan masyarakat agar tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga pola makan seimbang, istirahat cukup, dan menghindari diet ketat yang berpotensi menurunkan daya tahan tubuh. 

Selain ittu, Telly juga menyebut bahwa gaya hidup  selama pandemi Covid-19 sebaiknya tetap dilanjutkan. Misalnya memakai masker sebagai salah satu upaya melindungi diri dari berbagai virus.

Menurut Telly langkah pencegahan yang tak kalah penting adalah vaksinasi. “Walaupun HMPV belum memiliki vaksin khusus, kita sudah mendapatkan vaksinasi Covid 19, influenza, dan pneumokokus. Vaksinasi ini dapat membantu memperkuat imunitas dan mencegah penyakit yang lebih serius,” ujarnya. 

Untuk kelompok rentan seperti lansia atau orang dengan kondisi medis tertentu, ia menyarankan agar interaksi dengan tamu dibatasi. “Hendaknya tamu mencuci tangan atau memakai masker sebelum berinteraksi.”


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This