Tuesday, August 9, 2022

Andal Gempur Batu Ginjal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Senyawa diuretik daun kelor mampu mendorong keluarnya batu ginjal lewat uriSukirno kerap merasa nyeri di bagian pinggang sejak 2008. Namun, sering kali ia mengabaikan gejala itu. “Saya pikir rasa nyeri itu hal yang wajar bila terlalu lelah bekerja,” ujar Sukirno. Oleh karena itu bila sakit mendera, pria 54 tahun itu mengatasinya dengan merebahkan tubuh di pembaringan untuk beristirahat sejenak. Lama-kelamaan berbaring di tempat tidur tak membuat rasa sakit mengendur.

Bahkan, rasa sakit itu semakin hebat dan menjalar hingga ke punggung. Jika sedang kambuh ayah satu anak itu sampai mengerang kesakitan. Itu yang membuat khawatir Sukirno. Kondisi kesehatannya semakin memburuk sehingga ia memeriksakan diri ke dokter. Dokter menyarankan Sukirno untuk memeriksa urine. Hasil diagnosis dokter membuat anggota polisi di salah satu kepolisian sektor di Probolinggo, Jawa Timur, itu terkejut. Pada ginjal dan kandung kemih terdapat endapan.

Kalsium berlebih

Menurut dokter spesialis penyakit dalam dari RSUD Soetomo, dr H Arijanto Jonosewojo SpPD, jika endapan itu dibiarkan akan membentuk massa keras seperti batu. Batu ginjal terbentuk akibat konsumsi kalsium berlebihan. Kalsium memang dibutuhkan tubuh hingga 800 mg per hari untuk mencegah osteoporosis, pembekuan darah, dan penyembuhan luka. Namun, bila konsumsi berlebih justru menjadi malapetaka.

“Kalsium yang terlalu banyak bisa membuat magnesium terdesak dari albumin sehigga tidak tersalurkan lewat darah,” kata dr Arijanto. Akibatnya ginjal tidak mampu memproses kalsium dan menimbulkan endapan. Kondisi itu disebut hiperkalsiuria. Pada kondisi itu kandungan kalsium dalam air urine mencapai 200-350 mg setiap hari. Menurut dokter dari Pusat Pelayanan Urologi RS An-Nur di Yogyakarta, dr Danarto SpB SpU, meski terbentuk di ginjal, batu itu bisa turun ke saluran kemih dan akhirnya bertumpuk di kantong kemih.

Jika terjadi penyumbatan di saluran kemih dapat menimbulkan rasa nyeri akibat infeksi. Rasa nyeri biasanya terasa di perut bagian bawah atau pinggang seperti pengalaman Sukirno. Bila sudah parah, rasa sakit menjalar hingga ke punggung. “Saat buang air kecil juga sering terasa sakit,” ujarnya. Untuk mengatasi pasien batu ginjal yang mengalami infeksi saluran kemih, biasanya dokter memberikan obat antibiotik untuk mengobati infeksi dan analgesik sebagai pereda sakit. Sukirno mengonsumsi obat dari dokter 3 kali sehari.

Catatan RS An-Nur menunjukkan pasien batu ginjal cenderung meningkat setiap tahun. Danarto menduga jumlah pasien meningkat akibat semakin maraknya anjuran mengonsumsi kalsium dari susu dan terapi kalsium tinggi. Konsumsi makanan yang mengandung kalsium oksalat tinggi seperti minuman bersoda, kopi, dan teh pekat juga memicu batu ginjal. “Hindari juga mengonsumsi purin tinggi seperti jeroan,” ujar Danarto.

Daun kelor

Suatu ketika Sukirno menyampaikan keluhannya itu pada sang paman yang menetap di Malang, Jawa Timur. Paman lantas menganjurkan Sukirno mengonsumsi sayur daun kelor. Masyarakat Nusa Tenggara Barat dan Madura, Jawa Timur, kerap mengolah daun kelor Moringa oleifera menjadi sayur bening. Sukirno pun menuruti saran sang paman. Sejak saat itu sayur daun drumstick tree menjadi pelengkap makannya setiap hari.

Sukirno mengonsumsi sayur daun kelor sekali sehari dengan cara merebus atau mengolah menjadi sayur bening. Setelah sebulan rutin mengonsumsi sayur daun kelor, benda seperti butiran pasir berwarna putih kerap keluar saat buang air kecil. “Rasa nyeri dan pegal di bagian pinggang juga tak terasa lagi,” kata Sukirno.

Untuk memastikan kondisi tubuhnya membaik, Sukirno pun kembali memeriksakan diri ke dokter. Hasilnya menggembirakan, tak ada lagi endapan di ginjal dan kantong kemih. “Dokter juga terkejut dengan kesembuhan saya yang tergolong cepat,” ujar Sukirno. Meski kondisi tubuhnya sudah membaik, hingga saat ini Sukirno masih mengonsumsi sayur bening daun kelor seminggu sekali. “Makan sayur daun kelor juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tubuh saya lebih bugar dan tak mudah capai,” ujarnya.

Air putih

Duduk perkara daun kelor mengatasi batu ginjal memang belum terungkap. Hingga kini belum ada riset ilmiah yang menjelaskan proses kesembuhan Sukirno. Menurut herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, kelor dapat membantu mendorong batu ginjal karena bersifat diuretik alias peluruh urine. “Saya biasanya menganjurkan kepada pasien untuk mengonsumsi 1-2 genggam daun kelor,” kata Lina.

Menurut dokter yang membuka klinik di Serang, Banten, dr Eliya MARS, pasien juga dapat mengonsumsi buah-buahan dari keluarga Cucurbitaceae seperti semangka, melon, dan mentimun suri untuk mengatasi batu ginjal. “Aneka buah itu dapat membantu memperbaiki fungsi ginjal dan memperlancar pembuangan kemih,” tutur Elya. Konsumsi air putih cara mudah dan murah mencegah batu ginjal.

Ahli gizi dan pangan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan di Bogor, Jawa Barat, Dr Mien Karmini MS, mengatakan banyak minum air putih juga dapat mengurangi risiko batu ginjal. “Banyak minum air putih dapat membantu mengatasi batu ginjal,” tutur Karmini. Daun kelor selama ini masih jarang digunakan untuk mengatasi batu ginjal. Itulah sebabnya, Sukirno kini juga rajin minum air putih dan mengonsumsi sayuran daun kelor sepekan sekali. Itu semua bertujuan agar batu ginjal tak terulang. (Andari Titisari)

Previous articlePesona Tiara Tiada Tara
Next articleAdu Domba Dua Manis
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img