Wednesday, August 17, 2022

Anggrek Bulan Berbunga Banyak

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
DTPS Sogo vivian, bunga lebat mewarisi darah doritis yang tahan di daerah panas.
DTPS Sogo vivian, bunga lebat mewarisi darah doritis yang tahan di daerah panas.

Cara melebatkan anggrek phalaenopsis, terutama di dataran rendah.

Dwi Atmawati memborong 20 pot anggrek phalaenopsis spesies, hibrida lokal, dan hibrida taiwan pada 2014. Pehobi di Salatiga,  Provinsi Jawa Tengah, itu jatuh hati pada anggrek berbunga lebat. Sayangnya, saat ini tersisa 2 pot, selebihnya mati. Setelah bunga habis, Dwi Atmawati mengganti pot dengan pot plastik dan media spagnum moss baru.

Ia meletakkan pot di rak besi. Atmawati rutin menyemprot nutrisi. Bila suhu panas atau hujan, ia memindahkan ke tempat teduh. Bukannya berbunga kembali, satu per satu daun anggrek bulan itu menguning, layu, kisut, dan akhirnya mati. “Saya putus asa merawat phalaenopsis,” kata Atmawati.

Beda lokasi
Menurut penganggrek di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Suherman, anggrek bulan harus diadaptasikan dengan lingkungan baru. Caranya, siapkan lingkungan tumbuh yang sesuai keinginan phalenopsis, yaitu lembap dan suhu rendah. Kelembapan mudah diciptakan dengan memberikan cukup air. Pehobi sulit menerapkan suhu rendah, 24°C.

Itulah sebabnya anggrek perlu beradaptasi dengan lingkungan baru yang panas. Cara menurunkan suhu ialah memasang jaring penaung 60%, sehingga anggrek kupu-kupu itu hanya menerima 40% sinar matahari. Usahakan tanaman menerima sinar matahari pagi. Lokasi itu pun harus “terbuka” sehingga sirkulasi udara lancar. Menurut Suherman, bila sirkulasi udara bagus  menyebabkan akar tumbuh baik.

Buktinya anggrek yang ditempelkan di pohon, akar barunya tumbuh lebih cepat sehingga menyerap nutrisi lebih banyak dibandingkan dengan di pot. Akar baru itu bebas melakukan fotosintesis sehingga mempercepat pertumbuhan.

Ada 4 tahap pemindahan anggrek dari bibit hingga berbunga.
Ada 4 tahap pemindahan anggrek dari bibit hingga berbunga.

Ketahui silsilah
Pemilihan bibit pun menentukan keberhasilan membungakan phalaenopsis. Anggrek hibrida lebih lambat beradaptasi. Itulah sebabnya konsumen sebaiknya mengetahui silsilah atau indukan anggrek yang dibeli. Bila salah satu indukan Phalaenopsis amabilis, misalnya, lebih mudah beradaptasi di dataran rendah.

Kerabat dekat Phalaenopsis, yaitu Doritis pucherrima, juga tumbuh baik di dataran rendah. Anggrek intergenerik itu dapat dikenali dari namanya yang diawali dengan DTPS, singkatan dari Doritaenopsis.

Dari pengalaman banyak pehobi, bunga phalaenopsis di dataran rendah ukurannya lebih kecil, jumlah kuntum lebih sedikit, warna pudar, dan tangkai bunganya pun lebih pendek. Karena itu disarankan menanamnya dari bibit kecil.

Media juga mempengaruhi kecepatan anggrek beradaptasi, terutama bila ditempel di pohon atau kayu. Rizal Djaafarer menggunakan 4 macam media tanam, yakni cacahan batang pakis, serat sabut kelapa, spagnum moss dan limbah akar wangi. Serat sebut kelapa ternyata hanya tahan 5—6 bulan, setelah itu lapuk.

Bila menggunakan pot plastik, maka media yang dipakai harus dapat melewatkan air siraman atau hujan. Cacahan pakis paling baik, khususnya pada musim hujan. Namun, saat musim panas, spagnum moss lebih baik karena menahan air. Di dataran tinggi, spagnum moss paling banyak dipakai, terutama bila menggunakan atap plastik ultraviolet karena dapat mengurangi penyiraman.

Penyiraman
Untuk menghemat pekerjaan penyiraman, Rizal Djaafarer menggunakan teknik hidroponik terutama untuk tanaman kecil sampai remaja. Caranya ia melubangi wadah berupa gelas plastik bekas air mineral sebanyak 3—5 mm setinggi 2 cm dari dasar wadah.

Media pakis cacah, cocok untuk semua kondisi lingkungan tapi bahan kian langka.
Media pakis cacah, cocok untuk semua kondisi lingkungan tapi bahan kian langka.

Dengan demikian, air tetap tersimpan dalam wadah dan menjaga kelembapan. Selama belasan tahun menanam anggrek, Rizal Djaafarer mencoba banyak jenis pupuk seperti pupuk kimia, organik, pupuk daun, pupuk butiran.
Dari semua jenis pupuk itu, pilihannya pada pupuk majemuk berwarna putih yang mengandung NPK 18:18:18.

Pupuk itu juga mengandung magnesium, sulfur, dan trace element. Jadi bila ada pupuk lain yang serupa kandungannya, pehobi dapat menggunakannya. Penyakit yang kerap menyerang phalaenopsis ialah busuk daun dan serangan lalat buah. Busuk daun akibat bakteri Erwinia carotovora.

Gejalanya daun seperti terkena air panas sehingga melunak. Perkembangan serangannya sangat cepat sehingga dalam 2—3 hari, satu lembar daun busuk. Penyakit itu mudah menyebar sehingga menyerang daun lain atau tanaman lain lewat air, gunting, atau tangan. Untuk mengatasinya perbaiki lingkungan tumbuh dengan mengurangi kelembapan. Peralatan kebun pun harus steril. Bagian tanaman yang terserang harus dipotong dan dibuang (dibakar).

Semprot seluruh area dengan fungisida. Sedangkan pot tanaman disemprot dengan formalin 4%. Hama yang yang sering menyerang ialah keong dan lalat buah. Keong akan memakan daun. Akibatnya daun terluka gampang terinfeksi penyakit. Adapun lalat buah akan menusukkan ovipositor dan meletakkan telur pada bunga. Tandanya daun berlubang dan berair.

Lewat lubang itulah bakteri atau virus masuk ke jaringan tanaman. Bunga, daun, atau batang akan membusuk hingga akhirnya tanaman mati. Untuk menjebak lalat buah, dapat memanfaatkan botol minuman air mineral berukuran besar. Potong botol menjadi dua bagian, lalu pasang dengan posisi terbalik. Masukkan kapas yang telah dicelup metil eugenol. Lalat buah yang mencium akan terangsang masuk botol dan tidak dapat keluar sehingga mati. (Syah Angkasa)

 

Previous articleBellina Tercantik
Next articleMalaysia Berpesta Bunga
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img