Thursday, August 18, 2022

Annona Mengusir si Manis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Daun sirsak mampu menghambat enzim alfaglukosidase hingga 89%Kondisi Razaini Taher membaik setelah rutin mengonsumsi kapsul daun sirsak.

Meski waktu tidur lebih dari cukup, 8—9 jam semalam, keesokan pagi Ir Razaini Taher  tetap mengantuk. Gangguan lain yang ia rasakan hampir setiap hari sejak Januari 2011 adalah haus berkepanjangan. Setelah minum untuk mengusir dahaga, haus itu  datang kembali. Begitu berulang-ulang. Selain itu ia juga  gatal tak kunjung sembuh, terutama di kedua kaki.

Ketika merasa gatal,  ia spontan menggaruknya sehingga sebagian kulit mengelupas. Baginya membaca koran atau berkumpul bersama keluarga menjadi tak nyaman akibat gangguan kesehatan itu. Penasihat di sebuah perusahaan media terbesar di Indonesia itu terkejut mendapati warna kulit dan kuku kaki menghitam.

 

Faktor keturunan

Razaini Taher  mengumpulkan informasi dari beragam sumber hingga muncul kecurigaan bahwa dirinya  mengidap diabetes mellitus. Meski demikian Razaini tidak memeriksakan diri ke rumahsakit lantaran takut mendapatkan diagnosis dokter. “Saya sengaja tidak periksa tapi saya yakin bahwa saya menderita diabetes,” ujarnya.

Kulit manggis dan pegagan juga menyembuhkan diabetes mellitusMelihat gejala-gejala itu dr Arijanto Jonosewojo SpPD.FINASIM dari Rumahsakit dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, yakin bahwa Razaini menderita diabetes mellitus. Arijanto mengatakan faktor genetik mempengaruhi seseorang mengidap diabetes mellitus.  Jika ayah tidak menderita, sementara ibu mengidap diabetes maka risiko anak diabetes mencapai 33%. Bila kedua orang tua memiliki kadar gula di atas ambang batas normal, kemungkinan anak diabetes 66%.

Itu terjadi pada Razaini yang kedua orang tuanya menderita diabetes. Saudara perempuan dan laki-laki juga terdiagnosis berkadar gula darah di atas normal. “Ini pasti faktor keturunan,” kata pria 47 tahun itu. Arijanto menyarankan untuk penderita dan keturunan berisiko diabetes agar menjaga pola hidup sehat. Caranya  dengan mengurangi konsumsi karbohidrat sederhana seperti nasi, makanan instan, dan gula pasir. Sebab,  zat-zat yang terkandung meningkatkan kadar gula dalam darah secara signifikan.

Pola hidup sehat lain seperti olahraga juga perlu. Berolahraga dapat mengontrol kadar gula dalam darah. Jika tidak, proses peredaran darah akan terhambat di beberapa titik, seperti pengalaman Razaini pada kakinya. Menurut dokter herbalis di Bintaro, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr Prapti Utami aliran darah tidak sampai di kaki karena terdapat gangguan saraf (neuropati). Jika hal itu berlanjut, semua sel di kaki tidak akan mendapatkan asupan nutrisi termasuk sel saraf karena tidak ada aliran darah ke saraf di kaki.

“Itu sebabnya, pada beberapa kasus penderita tidak merasa sakit jika jarinya terluka atau pun lepas,” ujar dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Razaini menyadari risko diabetes relatif besar sehingga jauh-jauh hari sebelum keluhan-keluhan itu muncul, ia berupaya keras menjaga pola hidup sehat. Usai bangun tidur dan sepulang bekerja Razaini melakukan yoga 10—15 menit.

Ia pun menghindari makanan berlemak dan lebih banyak mengonsumsi sayuran dan buah. Namun, meski berupaya mencegah, ia tetap terkena diabetes mellitus. Menurut dr Prapti Utami pasti ada penyebab lain yang memicu diabetes pada Razaini. Prapti menyebut stres sebagai pemicu diabetes mellitus. “Jika Razaini tidak mengimbangi dengan pola hidup sehat, gejala yang muncul pasti lebih parah,” kata Prapti.

 

Berolahraga secara teratur mampu mengontrol kadar gula darahKombinasi

Razaini memilih jalan penyembuhan herbal dengan mengonsumsi 2  kapsul daun sirsak sejak Maret 2013. Frekuensi konsumsi tiga kali sehari sesuai anjuran di kemasan. Alumnus Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor itu memilih daun sirsak karena menurut informasi rekannya ekstrak daun sirsak menyembuhkan diabetes. Razaini disiplin mengonsumsi kapsul daun Annona muricata setelah makan. Perubahan signifikan yang ia rasakan adalah mampu bekerja sepanjang hari tanpa mengalami keluhan seperti sebelumnya.

Pria yang pernah bekerja sebagai praktikus di 5 stasiun televisi di Indonesia itu juga mengonsumsi kapsul ekstrak kulit manggis secara bergantian. “Jika salah satu habis atau kebetulan tertinggal di rumah, pasti ada stok kapsul lain di mobil atau di tas,” kata Razaini. Empat bulan pascakonsumsi ia melihat perubahan pada kakinya. Bagian kaki yang menghitam makin berkurang luas permukaannya.

Pada Maret 2013 setelah 3 hari rutin mengonsumsi daun sirsak, ia memeriksakan diri ke dokter di sebuah rumahsakit.  Hasil pemeriksakan menunjukkan kadar gula, asam urat, kolesterol, dan tekanan darah normal. Dokter pun menyatakan bahwa ia sehat. Hasil pemeriksaan itu mengejutkan. Meski kondisi membaik, hingga kini Razaini tetap disiplin mengonsumsi kapsul daun sirsak dan kulit manggis.

Menurut Prapti selain efektif mengobati kanker dan diabetes, daun sirsak juga meningkatkan sistem imun dan stamina. Itu sejalan dengan hasil penelitian Eka Purwatresna dari Departemen Biokimia, Institut Pertanian Bogor. Eka Purwatresna membuktikan bahwa ekstrak daun sirsak mengandung flavonoid, alkaloid, dan tanin. Komponen fitokimia itu mampu menghambat enzim alfa-glukosidase hingga 89%. Alfa-glukosidase termasuk enzim yang memecah karbohidrat menjadi glukosa pada usus halus.

Hasil itu menunjukkan bahwa tingkat keefektifan daun sirsak lebih baik dua kali lipat jika dibandingkan akarbosa—obat antidiabetes penghambat penyerapan gula oleh saluran cerna—dari rumahsakit. Prapti menduga efek antidiabetes pada daun sirsak dibantu oleh kulit manggis. Keandalan kulit manggis mengontrol gula darah juga dibuktikan secara ilmiah oleh Titin Nur Farida dari Fakultas Farmasi, Universitas Jember, Jawa Timur.

Ir Razaini Taher mengombinasikan daun sirsak dan kulit manggis sebagai terapi menyembuhkan diabetesKandungan flavonoid dan xanthone dari kulit manggis bersifat antioksidan. Antioksidan melindungi dan mencegah kerusakan sel beta pankreas akibat radikal bebas. Sel itu akan mengalami regenerasi sehingga mampu memproduksi insulin dan menurunkan kadar gula dalam darah. Menurut Prapti daun sirsak juga berperan sebagai antioksidan yang meningkatkan daya tahan tubuh. Itulah sebabnya Razaini kembali bugar setelah rutin konsumsi daun sirsak.

Prapti meresepkan herbal lain untuk mengatasi diabetes mellitus yakni pegagan Centella asiatica. Untuk mengonsumsi pegagan rebus 20 daun dalam satu gelas air 200 ml. Ia menyarankan untuk tidak mengonsumsi herbal terus-menerus. “Berikan jeda 2—3 hari berhenti mengonsumsi herbal agar sel-sel tubuh bekerja secara alami melakukan revitalisasi,” katanya. Pasalnya, walaupun herbal lebih aman dibandingkan obat kimia, konsumsi perlu dibatasi. (Lutfi Kurniawan)

Previous articlePandanwangi 30 Ha
Next articleSehat Berkat Malaikat
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img