Tuesday, November 29, 2022

Anthurium Baru Déjà vu

Rekomendasi

Dua tahun lalu ia ditemui di Lansingerland, Belanda. Kini berjumpa lagi di Desa Kanoman, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

 

Spadiknya yang lentik berwarna paduan kuning dan hijau mencuat dari mahkota berwarna kuning kehijauan juga. “Warna seperti ini masih langka,” tutur Cucu Wijaya, kepala Bagian Perencanaan Produksi dan Pengawasan Persediaan Bahan di PT Ekakarya Grahaflora. Cucu memperkenalkan marysia.

Anthurium bunga itu berukuran sedang, diameter mahkota 13-15 cm. Panjang tangkai bunga mencapai 65-70 cm. Daunnya bertipe besar. Ekakarya menanam flamengo lily itu sebagai bunga potong. Marysia tetap segar hingga 42 hari pascapemanenan.

Merah dominan

Si kuning kehijauan pernah Trubus lihat dua setengah tahun silam di nurseri Anthura di Lansingerland, Belanda. Rumpun-rumpun marysia berbaris rapi di salah satu sudut nurseri jagoan anthurium bunga itu. Jika kini ia ada di Kanoman, harap mafhum. Ekakarya memang bagai “Anthura kecil.” Perusahaan yang juga memproduksi phalaenopsis itu rutin mendatangkan flamengo lily dari nurseri milik Nick van der Knaap itu. Melihat jenis-jenis anthurium di nurseri berlokasi

20 km dari pusat kota Cianjur itu Trubus bagai déjà vu (bahasa Perancis, berarti merasa pernah melihat, red).

Berbarengan dengan marysia, Ekakarya juga mendatangkan rosa, impreza, dakota, fire, dan montero. Rosa berbunga merah muda, sementara impreza, dakota, fire, dan montero beragam varian warna merah. Jenis warna merah banyak didatangkan karena hingga kini warna itu masih paling favorit. “Peminat warna merah masih sangat tinggi, sekitar 50%. Hijau (30%), merah jambu (10%), dan warna lainnya 10%,” kata Joko Asad, manajer penjualan dan pemasaran Ekakarya. Sebab warna merah menonjol di dalam rangkaian.

Pantas jika Balai Penelitian Tanaman Hias (Balithi), di Ciherang, Kabupaten Cianjur, merilis red sapphire. Red sapphire hasil persilangan antara lady jane berwarna ungu dan amigo (hijau merah). Tanaman setinggi 78-86 cm itu tumbuh baik di dataran sedang sampai tinggi, 600-1.200 m dpl (di atas permukaan laut).

“Red sapphire menghasilkan 8-10 bunga/tanaman/tahun dengan panjang tangkai bunga 66-74 cm,” tutur Ir Yoyo Sulyo MS yang merakit red saphire bersama Dedeh Kurniasih SP MSi, Kurniawan Budiarto SP MSi, dan Laily Qodriyah. Ukuran bunga besar, panjang 13-16,7 cm dan lebar 9,8-12,3 cm. Permukaan atas bunga yang dirilis pada April 2011 itu mengkilap. Bunga tetap segar dipajang hingga 21 hari pascapanen.

Elegan

Balithi juga merilis jamrud, anthurium berbunga hijau. Harap mafhum hijau warna favorit setelah merah. Lihat saja rangkaian dengan elemen utama peruzzi berwarna paduan hijau dan merah yang menghias koridor penghubung kantor Anthura dengan nurserinya. Peruzzi, salah satu jenis baru yang diperkenalkan Anthura, membuat rangkaian terlihat elegan.

Jamrud hasil silangan antara angel dan midori. Menurut Yoyo, midori yang berwarna hijau salah satu varietas yang digemari konsumen. Sayang, produktivitasnya rendah, hanya 4 tangkai/tanaman/tahun berdasar pengalaman Karsimin, kepala Bagian Produksi Ekakarya.

Sebaliknya dengan angel. Cinggir putri-nama di Bogor, artinya kelingking putri-itu produktif, 6 bunga per tanaman setiap tahun. Hanya saja warnanya putih polos. Persilangan angel dan midori menghasilkan jamrud yang berwarna hijau menarik dan produktif. “Jamrud berpotensi menghasilkan 8-10 bunga per tanaman per tahun,” kata Yoyo.

Ukuran bunga relatif besar, panjang 17-19,2 cm; lebar 13,5-14,8 cm. Panjang tangkai bunga 87-93 cm dan bunga  segar hingga 28 hari pascatanam. Jamrud tumbuh baik di daerah berketinggian 600-1.200 m dpl.

Anthurium bunga untuk produksi massal memang lebih cocok dikembangkan di dataran menengah hingga tinggi. Ekakarya menanam flamengo lily itu di ketinggian 680 m di atas permukaan laut. Di kebun seluas 6 hektar itu anthurium bunga ditanam dalam rumah jaring ganda berkerapatan 70% dan 30%.

Media tanam berupa potongan sabut kelapa (cocochip) yang cukup porous karena anthurium bunga tidak suka tergenang air. “Jika menggunakan media tanah cepat memadat dan menghambat pembuangan air,” kata Cucu Wijaya. Dengan perawatan intensif, anthurium produktif menghasilkan warna-warni bunga. (Bondan Setyawan)

  1. Ir Yoyo Sulyo MS, “Jamrud lebih produktif dibanding midori”
  2. Peruzzi tampil elok dalam rangkaian
  3. Marysia, hasil silangan Anthura, ukuran bunga 13-15 cm, bunga segar hingga 42 hari setelah dipanen

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id — “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img