Wednesday, January 28, 2026

Antibiotik Aman untuk Ayam

Rekomendasi
- Advertisement -

Antibiotik alami berbahan tumbuhan. Manjur mengatasi beragam penyakit sekaligus meningkatkan bobot ayam.

Pakan bebas antibiotik juga berlaku untuk
ayam pedaging. (Dok. Trubus)

Trubus — Peternak ayam pedaging memiliki pilihan antibiotik yang manjur. Bahan bakunya kayu manis Cinnamomum burmannii. Kulit tanaman anggota famili Lauraceae itu mengandung sinamaldehid, senyawa organik sumber aroma dan rasa kayu manis. Senyawa itu tokcer menghambat pertumbuhan bakteri. Fani Karina Astrini, S.Pt. dari Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor membuktikannya dalam riset ilmiah.

Fani mencampurkan 2—6% bubuk kayu manis dari total bahan-bahan campuran pakan ayam pedaging. Fani membuat pakan untuk fase starter (ayam berumur 8—12 hari) dan finisher (22—39 hari). Temuan itu penting karena Peraturan Menteri Pertanian Nomor 14/Permentan/PK.350/5/2017 melarang penggunaan antibiotik yang terdiri atas antibakterium, antimikobakterium, dan antifungal.

Bahan kombinasi

Ekstrak daun cengkih menjadi salah satu bahan campuran herbal berkarakter antibiotik. (Dok. Trubus)

Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme untuk menghambat atau membunuh bakteri. Sayangnya, antibiotik sintetis itu sukar didegradasi oleh tubuh hewan maupun manusia yang mengonsumsinya. Senyawa-senyawa yang terkandung dalam antibiotik mengendap dalam tubuh hewan maupun manusia sehingga menyebabkan efek samping yang membahayakan kesehatan seperti karsinogenik dan mutagenik.

Selain itu residu antibiotik dalam tubuh makhluk hidup memunculkan sifat resistensi mikrob patogen. Belum lagi residu yang ditinggalkan antibiotik pada lingkungan sekitar lewat hasil metabolisme tubuh menjadikan antibiotik termasuk senyawa yang tidak ramah lingkungan. Oleh karena itu, serbuk kayu manis menjadi pilihan bagi peternak ayam. Antibiotik berbahan nabati seperti kayu manis lebih aman karena tubuh mampu mendegradasi.

Asap cair cangkang mete menjadi salah satu bahan nabati yang potensial menggantikan antibiotik. (Dok. Trubus)

Bahan alami yang teruji mensubstitusi antibiotic growth promoter (AGP) adalah lerak, cangkang kacang mete, meniran, daun cengkih, buah mahkota dewa, kunyit, dan jeruk nipis. Periset di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Dr. Tiurma Pasaribu dan rekan membuktikan, khasiat tepung lerak  setara dengan obat koksidiosis bernama salinomisin. Penyakit ayam itu akibat serangan patogen Eimeria tenella.

Tiurma menggunakan tepung lerak berukuran partikel 75 µm berdosis 1,25 gram per kg bobot tubuh. Pemberian pada ayam broiler sejak berumur 7 hari. Pilihan lain antibiotik alami adalah campuran minyak asap cangkang kacang mete (0,0625%), ekstrak cair daun meniran (0,0625%), dan ekstrak cair daun cengkih (0,313%). Peternak dapat mencampurkannya dengan pakan harian untuk mencegah serangan Escherichia coli dan Salmonella sp pada saluran pencernaan ayam broiler strain Ross.

Kayu manis memiliki potensi sebagai pengganti antibiotik. (Dok. Trubus)

Asap cair kacang mete, cengkih, dan meniran, menurut periset dari Balai Penelitan Ternak, Prof. Ir. Arnold Parlindungan Sinurat, Ph.D. menghambat pertumbuhan bakteri dan cendawan, serta imunomodulator atau penguat respons imunitas. Arnold mengatakan, pengganti AGP alamiah tidak bisa ditemukan hanya dalam 1 bahan. Oleh karena itu, perlu kombinasi dari beberapa bahan seperti bahan nabati atau herbal, asam organik, probiotik, atau enzim.

Rimpang kunyit

Serbuk rimpang kunyit pilihan lain sebagai pengganti antibiotik. Periset di Universitas Diponegoro, Herry Praktikno, memberikan 400 mg serbuk kunyit per kg bobot tubuh per hari kepada ayam broiler berumur 1—4 pekan. Dosis itu menghambat pertumbuhan bakteri sekaligus meningkatkan bobot tubuh ayam. Bobot ayam rata-rata pada awal perlakuan 37 gram, setelah mengonsumsi ekstrak kunyit mencapai 810 gram. Bandingkan dengan kelompok ayam tanpa konsumsi kunyit hanya 710 gram. Jika ayam berumur 4—7 pekan ia menaikkan dosis ekstrak kunyit 200 mg per kg bobot tubuh per hari.

Serbuk kunyit memiliki
khasiat menghambat
pertumbuhan bakteri. (Dok. Trubus)

Panasea untuk unggas lainnya yaitu jeruk nipis. Periset dari Universitas Diponegoro, Jamilah, Suthama, dan Mahfudz mencampurkan air perasan jeruk nipis sebanyak 13,8 ml/100 g pakan starter dan fininsher untuk ayam broiler. Hasilnya kondisi usus dan imunitas tubuh lebih terjaga ketimbang kelompok yang tidak mengonsumsi jeruk nipis. Itu terbukti dengan melihat persentase peningkatan bobot bursa fabricius atau organ limfoid khas pada ayam, penurunan limpa, dan penurunan rasio heterofil:limfosit (H/L).

Beragam antibiotik nabati itu terbukti ampuh melindungi unggas. Fungsinya mengurangi mikroorganisme patogen dalam saluran pencernaan ternak, termasuk ayam pedaging, sehingga kecernaan terhadap pakan tinggi.  Selain itu peternak juga mudah memperoleh  bahan baku dan mengolahnya. (Tamara Yunike)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img