Thursday, August 11, 2022

Kiat Pas Budidaya Walet

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Membuat gedung walet tidak sekadar
mengandalkan hoki. (Dok. Koleksi L. Edysson)

Budidaya walet bukan sekadar mengandalkan keberuntungan, tapi perhitungan yang tepat.

Trubus — Masyarakat Indonesia perlu bersyukur karena negeri tropis ini merupakan habitat burung walet Colocachia fuchipaga. Populasi burung walet di Indonesia terbesar di Asia Tenggara, bahkan di dunia. Faktanya kini Indonesia menjadi pemasok terbesar sarang walet ke pasar global. Sekitar 78% ekspor sarang walet dunia berasal dari Indonesia. Potensi itu perlu dimanfaatkan sebesar-besarnya oleh masyarakat Indonesia.

Apalagi pemerintah sekarang menggalakkan ekspor untuk menambah devisa negara. Budidaya walet menggiurkan, karena menawarkan keuntungan tinggi. Perawatan pun lebih minim dibandingkan dengan budidaya ternak lain seperti domba, sapi, atau ayam. Oleh karena itu, para pengusaha berlomba-lomba membangun gedung walet. Namun, di balik kemudahan itu banyak yang gagal mengusahakan walet.

Bukan hoki

Penyebab kegagalan mereka hanya mengandalkan modal tanpa pengetahuan budidaya walet. Banyak pemilik gedung walet kurang memperhatikan syarat-syarat yang diperlukan dalam budidaya walet. Akibatnya populasi burung walet di dalam gedung sedikit. Beberapa faktor yang mempengaruhi kegagalan seperti tidak memiliki ilmu budidaya walet dan kurang ideal menentukan lokasi gedung.

Faktor lain semangat atau perhatian dalam mengelola gedung walet yang rendah. Sayangnya, masih ada sebagian masyarakat yang percaya bahwa keberhasilan budidaya walet karena faktor keberuntungan atau hoki. Padahal, itu adalah urutan terakhir. Jika kita mengetahui cara budidaya walet yang benar, peluang sukses lebih besar. Namun, mengapa ada yang berhasil meskipun minim pengetahuan?

Barulah bisa dibilang faktor keberuntungan atau hoki semata. Bisa jadi karena posisi gedung walet berada di lokasi yang ideal atau berada di tempat yang banyak populasi waletnya dengan sedikit gedung pesaing. Faktor keberuntungan belum tentu akan bertahan lama bila di sekitar tempat itu banyak bermunculan gedung walet baru. Banyaknya gedung walet baru yang dibangun menyebabkan persaingan makin ketat.

Bila pengusaha walet tidak mampu menjaga habitat burung di dalam gedung, menyebabkan walet pindah ke gedung lain yang lebih nyaman. Pembelajaran bukan hanya untuk para pemula, tetapi pengusaha walet yang berpengalaman pun dituntut untuk selalu belajar untuk menambah pengetahuan budidaya walet. Ilmu yang dimiliki mempermudah langkah dalam mengatasi setiap persoalan di dalam gedung walet. Selain itu dengan mengetahui budidaya meningkatkan populasi burung walet.

Belajar

Mengundang walet datang dengan perhitungan. (Dok. Trubus)

Kini belajar mendapatkan pengetahuan tentang budidaya walet kian mudah. Calon pengusaha walet dapat mempelajarinya antara lain melalui daring atau online, buku, mengikuti seminar, dan belajar dari orang yang sudah berhasil atau menggunakan jasa konsultan walet. Hal penting yang harus diingat saat menjalankan usaha budidaya walet, hindari bertanya pada orang yang gagal. Tujuannya agar tidak salah jalan dan merasa pesimis atau patah semangat.

Bertanyalah kepada orang yang sudah berhasil. Kita mendapatkan ilmu berharga dari pengalaman mereka yang berhasil. Kemudian kita terapkan pengetahuan itu di dalam gedung walet sehingga populasi burung walet bisa berkembang dengan cepat. Mengikuti perkembangan dunia walet lewat praktisi walet melalui media sosial pun bisa jadi pembelajaran. Hal itu sangat membantu calon pengusaha dalam menambah informasi dan pengetahuan budidaya walet.

Namun, kita dituntut cermat memilah informasi. Belum tentu semua informasi itu bisa diterapkan di gedung walet. Bila ingin memulai usaha budidaya walet tetapi tidak memiliki pengalaman, menggunakan jasa konsultan walet lebih disarankan. Saat menggunakan jasa konsultan walet semuanya dimulai dari awal. Seperti perencanaan gambar gedung, tata ruang gedung, dan pemilihan suara pengundang walet.

Biasanya semua itu diberikan dan atas rekomendasi konsultan. Saat menggunakan jasa konsultan banyak ilmu yang akan didapat seperti tata ruang gedung, cara penempatan tweeter, mengatur kelembapan dan pencahayaan. Namun, konsultan hanya bersifat sementara menangani gedung walet. Dalam jangka panjang tetap pemilik gedunglah yang mesti memperhatikan gedung walet.

Konsultan

Kesalahan yang lazim dilakukan pemula antara lain menentukan lokasi dan kurang tepat mengatur tata ruang di dalam gedung. Tata ruang buruk mempersempit ruang terbang burung walet. Imbasnya populasi burung walet tidak berkembang dengan baik.

Sebuah kerugian jika baru mendatangkan konsutan saat ada masalah. Konsultan tentu akan mengatur ulang kembali tata ruang di dalam gedung. Itu berarti kerugian berupa waktu dan materi. Sebab akan butuh waktu agar si liur emas kembali menginap. Bagi yang ingin menggunakan jasa seorang konsultan walet, carilah yang sudah teruji pengalamannya. Agar setiap persoalan bisa cepat teratasi serta perkembangan sarang walet bisa bertambah dengan cepat.

Setelah menggunakan jasa konsultan, jangan menyerahkan gedung walet kepada orang lain atau kepada pegawai sepenuhnya. Pemilik harus tetap memperhatikan perkembangan dan permasalahan yang ada di dalam gedung walet. Intinya pemilik dituntu memiliki pengetahuan, perhatian, dan kesabaran dalam mengelola gedung walet. Tanpa itu semua akan sulit untuk meraih keberhasilan. (L. Eddyson, peternak walet di Jambi)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img