Robot asisten berpotensi meningkatkan kapasitas pemanenan beragam sayuran daun dan buah.

Trubus — Benda berwarna dominan putih berukuran 75 cm x 46 cm x 90 cm itu mengikuti langkah pekerja yang memanen mentimun jepang (kyuri). Objek bergerak itu bukan mobil mainan dengan pengendali jarak jauh. Peranti itu adalah robot asisten pintar (smart assisting robot) bernama Asura. Robot karya Sutan Muhamad Sadam Awal, Unggul Teguh Prasetyo, Ahmad Safrizal, dan Alifah Nur Aini—semuanya mahasiswa di Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Institut Pertanian Bogor.

Sutan dan tim menamakan robot itu Asura karena kepanjangannya assisting robot. Nama Asura pun perpaduan nama tim perekayasa robot itu (Alifah, Sutan, Unggul, dan Rizal). Alasan lain, “Saya juga terinspirasi mitologi Jepang. Asura makhluk bertangan banyak yang bisa membawa banyak barang. Dalam hal ini adalah hasil pemanenan,” kata Sutan. Asura bertugas mengangkut hasil panen hingga 25 kg.
Multikomoditas
Sutan berharap Asura mengurangi risiko kelelahan pekerja dan meningkatkan kapasitas pemanenan dalam rumah tanam (greenhouse). Harap mafhum lazimnya pekerja menggendong karung berisi kyuri berbobot sekitar 10—15 kg kg. Oleh karena itulah, Sutan dan rekan merancang Asura agar pekerja fokus memanen kyuri tanpa menanggung beban berat.

Mengapa tim merekayasa robot asisten, bukan robot pemanen? Menurut dosen pendamping tim perekayasa Asura, Dr. Slamet Widodo, S.TP., M.Sc., tantangan pengembangan robot mandiri di bidang pertanian relatif besar. Alasannya pembuatan robot bidang pertanian lebih kompleks daripada robot untuk industri. Pekerjaan bidang pertanian lebih beragam.

Sebetulnya robot bisa memanen produk pertanian, tapi lama prosesnya. Jika pemanen manusia lebih cepat karena memiliki persepsi. Kelebihan robot antara lain tidak merasa lelah. Selama pasokan daya terjaga, robot tetap bekerja. Tantangan lainnya perlu puluhan tahun untuk mengembangkan robot pemanen. Jadi, “Kami ingin menggabungkan kelebihan manuisa dan robot. Kombinasi keduanya sangat bagus,” kata Slamet.
Lebih lanjut ia menuturkan Asura bekerja dengan dua mode operasi yaitu person following dan android remote control. Asura mengikuti pekerja memanen kyuri pada mode person following. Pekerja fokus memetik kyuri siap panen dan meletakkannya ke dalam keranjang yang dibawa Asura. Sutan dan rekan melengkapi Asura dengan kamera di bagian depan sehingga bisa melacak pergerakan pekerja.

lingkaran merah sehingga Asura mengikuti
menggunakan mode person following. (Dok. Sutan Muhamad Sadam Awal)
Sebetulnya kamera pada Asura menyorot tanda khusus yang dipakai di sepatu pekerja. Berkat tanda khusus itulah Asura mengikuti pekerja memanen kyuri. Tim menggunakan lingkaran merah sebagai tanda khusus saat penelitian. Sementara mode android remote control digunakan jika Asura ingin dikendalikan secara nirkabel melalui jaringan wireless fidelity (wifi).
Menurut Slamet Asura tidak melulu untuk pemanenan kyuri. Komoditas petanian lain seperti tomat, melon, dan paprika pun berpeluang mengandalkan robot yang dirakit pada 2017 itu. Namun, perlu modifikasi bagian tertentu untuk membantu pemanenan komoditas lain.
Misal penggantian wadah yang lebih besar dan struktur robot yang lebih kuat untuk membawa beban yang lebih berat. Agar robot berfungsi maksimal, teknik budidaya mesti menyesuaikan dengan spesifikasi robot. Contohnya pekebun kyuri mesti mendesain jarak antarbedengan agak lebar sehingga Asura leluasa berjalan. Sutan berharap Asura dapat memberikan rekomendasi pupuk, air, dan memetakan sebaran hasil panen atau yield mapping. (Riefza Vebriansyah)
