Tuesday, April 28, 2026

Atasi Musuh Anggur

Rekomendasi
- Advertisement -

Anggur rawan serangan hama dan penyakit.

Buah anggur rentan serangan hama seperti kelelawar dan beragam penyakit. (Dok. Trubus)

Trubus — Impian Widayat, A.M.A.K., mencicipi kesegaran anggur carolina black rose (CBR) sirna sudah. Dompolan buah anggur itu hanya tersisa tangkainya. Padahal, tanaman anggota famili Vitaceae itu sepekan lagi siap panen. Menurut Widayat penyebab “hilangnya” dompolan anggur itu akibat ulah kelelawar yang menyambangi rumahnya. “Sejak saya menanam anggur di halaman rumah, kelelawar berdatangan terutama saat ada buah yang siap panen,” tutur pehobi di Ciledug, Kota Tangerang, Provinsi Banten, itu.

Widayat menuturkan, kehadiran kelelawar menjadi ancaman para pehobi anggur. Musababnya, hewan anggota famili Pteropodidae itu hanya memangsa buah menjelang matang. “Sudah lama menunggu buah matang malah menjadi santapan kelelawar,” tutur pria yang juga analis kesehatan di Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) itu.

Bungkus

Untuk mencegah kejadian itu berulang, Widayat membungkus dompolan buah dengan kantong plastik berwarna hitam. Menurut peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Jawa Timur, Ir. Baswarsiati, M.S., untuk membungkus dompolan buah bisa juga menggunakan pembungkus kertas. Cara lain dengan memasang lampu di dekat tanaman. Jaring juga bisa digunakan untuk melindungi buah dengan membentangkannya di atas para-para.

Menurut Widayat hama lain yang kerap menggangu tanaman anggur adalah kutu sisik Lepidosaphes beckii. Kutu itu kerap dijumpai pada batang anggur. Batang yang terserang biasanya menjadi cokelat dan akhirnya mengering. Untuk mengatasinya Widayat berupaya seminimal mungkin menggunakan insektisida kimia. Ia biasanya mencoba dahulu menyemprotkan larutan detergen.

“Kalau tidak ampuh baru menggunakan insektisida,” kata Widayat. Ia juga kerap menemukan daun anggur yang terkena penyakit karat daun (lihat ilustrasi). Penyakit itu biasanya menyerang saat musim hujan. Menurut Baswarsiati dalam budidaya anggur hama dan penyakit kerap menjadi ancaman. Apalagi sebagian besar varietas yang ditanam pehobi umumnya spesies Vitis vinifera yang merupakan buah meja (buah segar).

Sayangnya spesies itu kurang tahan terhadap serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).  Hingga saat ini belum terdapat varietas   anggur yg dibudidayakan di Indonesia yang tahan terhadap penyakit downy mildew kecuali spesies Vitis labrusca yaitu isabella, delaware, dan tegal hitam. Namun, ketiga jenis varietas itu rasanya masam sehingga lebih cocok untuk olahan. (Imam Wiguna)


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This