Monday, January 26, 2026

Avokad “Penambal” Ginjal

Rekomendasi
- Advertisement -
Antioksidan dalam biji avokad memperbaiki kerusakan ginjal.

Biji avokad membantu mengatasi gangguan ginjal.

Memasuki usia 60 tahun, dr. Indah Sunarti—nama disamarkan atas permintaan narasumber—makin waspada terhadap kesehatan. Itu sebabnya ketika suatu hari air urinenya berbuih, ia tidak menganggap remeh. Apalagi ketika beberapa hari berselang kakinya membengkak. Sebagai dokter, Indah menduga ada masalah dengan organ ginjal. Ia segera memeriksakan diri meski belum merasa sakit.

Pengujian laboratorium klinik menunjukkan kehadiran protein albumin dan sel darah dalam urine, menguatkan dugaan adanya masalah di ginjal. Beberapa hari pascapemeriksaan, Indah merasakan nyeri saat berkemih. Malamnya tubuhnya demam meski tidak sampai pusing. Suami Indah, sama-sama dokter, menyarankannya mengonsumsi antibiotik. Indah menurut, ia rutin mengonsumsi 1 kapsul antibiotik 3 kali sehari.

Biji avokad

Meski menghabiskan 1 strip (8 kapsul) pun Indah tidak merasakan perbaikan apa pun di ginjalnya. Urine masih berbuih, kaki pun kerap bengkak meski kempis kembali dalam semalam. Asupan antibiotik sekadar mencegah infeksi bakteri tapi tidak menyembuhkan ginjal. Pemeriksaan dokter spesialis penyakit dalam di sebuah rumah sakit secara lebih detail menunjukkan kebocoran di salah satu ginjal.

Dokter spesialis urologi rumah sakit Siloam, Jakarta Selatan, dr. Rachmat Budi Santoso, Sp.U menyatakan, albumin mestinya tidak ada dalam air kemih. Pasalnya tubuh memerlukan albumin untuk membentuk energi dan mencegah perembesan cairan tubuh. Adanya albumin dalam urine menunjukkan kegagalan fungsi filtrasi ginjal atau dengan kata lain kebocoran ginjal. Terbuangnya albumin membuat cairan merembes, biasanya ke kaki akibat gravitasi. Akibatnya kaki bengkak.

Pemicu gangguan fungsi ginjal beragam antara lain kebiasaan konsumsi makanan tinggi protein, terutama hewan laut seperti udang atau kepiting. Pemicu lain, yang kerap dialami banyak orang, asupan berlebih makanan tinggi garam maupun penyedap sintetis. “Konsumsi makanan asin berpenyedap kerap berlebih karena tidak mengenyangkan. Tanpa terasa habis banyak,” kata herbalis di Kelapagading, Jakarta Utara, Maria Margaretha Anjarwati.

Kerap mengonsumsi minuman bersoda yang tinggi gula dan kurang asupan air putih juga memperberat kerja ginjal. Dalam jangka panjang, kebiasaan itu memicu gangguan organ seperti hati atau ginjal. Suami Indah adalah dokter yang lama praktik bersama herbalis Maria Margaretha Anjarwati. Paham dengan khasiat herbal, ia minta Anjarwati meresepkan ramuan herbal untuk membantu mengatasi gangguan kesehatan Indah.

Berdasarkan literatur dari peneliti bahan alam di Jawa Tengah, Anjarwati memperoleh informasi tentang khasiat biji avokad untuk memperbaiki kerusakan ginjal. Ia lantas mengumpulkan biji buah Persea americana itu. Ia memarut biji itu dan membuat kapsul. Herbal lain yang ia tambahkan adalah daun sukun tua yang belum kering. Anjarwati mengeringanginkan daun itu. Waktu pengeringan relatif, yang jelas sampai daun bisa hancur ketika diremas dengan tangan.

Perempuan kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 71 tahun lalu itu meremas daun sukun kering agar hancur. Keruan saja ia menggunakan sarung tangan agar higienis. Parutan biji avokad dan remasan daun sukun kering itu bercampur. Perbandingan bobot keduanya setara alias 1:1. Anjarwati lantas menghaluskan dengan pelumat elektrik. Tujuannya agar mudah dikemas dalam kapsul sesuai permintaan Indah.

Maria Anjarwati meracik kapsul untuk mengatasi ginjal bocor.

Sebelum mengkapsulkan, Anjarwati menyangrai ramuan kering itu dengan wajan berbahan baja nirkarat di atas api kecil. Selain mengeringkan, penyangraian memastikan ramuan itu bersih dari mikrob berbahaya. “Sangrai sampai ramuan terasa ringan ketika diaduk dengan spatula,” ujar Anjarwati. Ia lantas mengkapsulkan ramuan itu lalu kapsul ia kemas dalam botol plastik. Setiap botol berisi 60 kapsul.

Antioksidan

Sehari sekali, Indah mengonsumsi ramuan itu 2 kapsul sekaligus. Waktunya bebas, tapi Anjarwati menganjurkan malam sebelum tidur. “Khasiatnya terserap optimal karena ketika tidur, energi tubuh digunakan untuk memperbaiki kerusakan,” ungkapnya. Hanya dalam 2 bulan, menghabiskan 2 botol kapsul, sang suami bercerita kepada Anjar bahwa kondisi Indah membaik. Ukuran kaki kembali normal, air seni tak lagi berbuih, dan Indah bisa tidur nyenyak di malam hari tanpa terusik demam.

Khasiat biji avokad memperbaiki kinerja ginjal itu lantaran kandungan antioksidan seperti penelitian Phebe Hendra dari Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Phebe memberikan air rebusan biji avokad kepada 40 tikus uji yang ia bagi menjadi 8 kelompok. Tikus mengidap kerusakan ginjal dengan pemberian karbon tetraklorida (CCl4). Ternyata ginjal kelompok tikus yang mengonsumsi air rebusan biji avokad menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan dengan tikus yang tidak memperoleh air rebusan.

Pemberian 360,7 mg per kg bobot tubuh memperbaiki kinerja ginjal tikus. Agar efektif untuk manusia, idealnya dosis itu dikalikan 56 kali—setara 20,1 gram air rebusan biji avokad. Sementara itu, daun sukun juga mengandung flavonoid yang juga berfungsi sebagai antioksidan seperti riset Mardhiyah Rusdi dari Universitas Padjadjaran, Bandung. Paduan kedua bahan itu memperbaiki peradangan jaringan yang menyebabkan gangguan fungsi ginjal. Konsumsi langsung serbuk biji avokad plus daun sukun dalam kapsul efektif meningkatkan khasiatnya, seperti dibuktikan dr Indah Sunarti. (Argohartono Arie Raharjo)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img