Tuesday, August 9, 2022

Batal Turun Satu Angka

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Tatang Halim menghasilkan melon manis dimusim hujan
Tatang Halim menghasilkan melon manis di
musim hujan

Tatang Halim memanen melon berkadar gula 12-14o briks di musim hujan. Pemupukan intensif kunci mempertahankan kadar kemanisan itu.

Sebuah garis maya terbentuk di angka 14o briks pada refraktometer. Angka itu muncul ketika Trubus mengukur kadar kemanisan melon hasil panen dari sebuah kebun di Desa Korelet, Kecamatan Curug, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada Desember 2012. Di pengujung tahun itu hujan mulai kerap mengguyur. Menurut peneliti melon dari Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu) Solok, Sumatera Barat, Makful SP MSi, kadar kemanisan melon di musim hujan rata-rata turun satu angka.

Kepala Pusat Kajian Holtikultura Tropika (PKHT), Institut Pertanian Bogor, Sobir PhD, menuturkan kadar kemanisan melon di musim hujan rata-rata 10-11o briks. Tatang Halim sukses mempertahankan kadar kemanisan melon 12-14o briks di musim hujan.

Pupuk rutin

Demi mendapat kadar kemanisan tinggi Tatang membudidayakan kerabat mentimun itu secara intensif. Pada 13 September 2012 ia merendam 500 benih melon red aroma dan 90 benih melon golden star selama 8 jam di air yang sudah diberi hormon pertumbuhan sesuai dosis di kemasan. Kemudian ia meniriskan, membungkus dengan koran basah, dan menyimpan benih di ruang gelap selama sehari. Keesokan harinya, benih Cucumis melo mulai berkecambah.

Tatang menyemai bibit di polibag dengan media tanam campuran pupuk kandang dan tanah halus perbandingan 1:1. Sehari dua kali bibit disiram. Selang seminggu bibit dipindah ke lahan. “Saat itu tinggi bibit sekitar 10 cm,” tuturnya. Tatang kemudian menanam 500 bibit red aroma dan 90 golden star di bedengan yang sudah dilengkapi pupuk dasar, mulsa, dan ajir. (lihat ilustrasi).

Melon golden star 12o briks
Melon golden star 12o briks

Tatang melakukan pemupukan susulan ketika tanaman memasuki umur 10 hari setelah tanam (HST). Ia menaburkan masing-masing 1 sendok makan (1 sdm setara 15 gram) ZA dan phonska ke setiap lubang tanam. Pengulangan setiap 7-10 hari sekali hingga tanaman berbunga dan berbuah. Saat buah sebesar telur ayam kampung, pemupukan dilanjutkan dengan memberikan pupuk 2 sdm (setara 30 gram) TSP dan 1 sdm pupuk kalium per pohon. Frekuensi seminggu sekali hingga panen.

Panen bertahap

Ia juga menyemprot fungisida, insektisida, dan bakterisida (lihat ilustrasi). Umur 30 hari setelah tanam, melon mulai berbuah. Ketika itu Tatang melakukan perompesan daun-daun yang rusak dan mempertahankan buah pada ketiak daun ke-13. Saat umur tanaman memasuki 60 hst, Tatang mulai melakukan pemanenan. Pemanenan secara bertahap setiap hari hingga total 14 hari karena Tatang hanya menuai buah matang sempurna.

Dari panen pada Desember itu Tatang menuai 450 buah red aroma dan 30 buah golden star. Tatang gagal memanen buah dari sekitar 50 tanaman red melon dan 60 golden star karena buah rusak terkena penyakit, kondisi cuaca ekstrem, hingga terkena ajir yang tumbang. Kadar kemanisan red aroma hasil panen mencapai 14o briks; golden star 12o briks. Bobot rata-rata 2 kg per buah.

Dengan tingkat kemanisan di atas rata-rata, pantas Tatang mendapat harga premium Rp12.500 per kg untuk melon red aroma. Sementara golden star harganya Rp11.000 per kg. Bandingkan dengan harga melon action misalnya yang hanya Rp4.000 per kg dengan kadar kemanisan hanya 100 briks di musim hujan.

Demi mendapat tingkat kemanisan tinggi Tatang menghitung biaya produksi per tanaman mencapai Rp11.700. “Saya belum tahu untung atau tidak, tapi yang penting melon masih manis,” tulis Tatang dalam pesan lewat telepon pintar. Hitung-hitungan di atas kertas dengan harga beli Rp12.500 per kg warga Muarakarang, Jakarta Utara, itu masih bisa meraup laba Rp4.347.000 untuk melon red aroma.

Kalium

Menurut Sobir kadar kemanisan melon di musim hujan turun karena tingginya kandungan air pada buah dan sedikitnya intensitas cahaya akibat matahari sering tertutup mendung. “Fotosintesis kurang maksimal, sehingga proses pertumbuhan tanaman juga tidak maksimal,” tuturnya.

Menurut doktor alumnus Universitas Okayama, Jepang, itu pekebun dapat mempertahankan tingkat kemanisan buah dengan menjaga daun-daun tetap sehat lewat perawatan intensif. Selain itu, pekebun perlu menambahkan pupuk kalium dan nitrogen. “Kalium berfungsi mengubah karbohidrat menjadi gula. Untuk melakukan proses itu tanaman butuh enzim, sementara enzim berasal dari protein yang berasal dari nitrogen. Artinya pemberian nitrogen tetap harus dilakukan agar penyerapan unsur K atau kalium bisa optimal,” paparnya.

Itu seperti dilakukan oleh pekebun melon eksklusif di Cilegon, Provinsi Banten, Ade Dwi Adedi. Pada musim kemarau biasanya Ade mengawali pemupukan dengan pemberian NPK berkadar N (nitrogen) tinggi, 25-7-7. Pada musim penghujan ia memilih NPK berimbang 16-16-16. “Pemberian pupuk N berlebihan membuat tanaman lebih rentan terserang hama dan penyakit,” tutur Ade.

Pegawai di sebuah perusahaan baja itu mulai memberikan NPK seminggu setelah tanam, dosis 1 g per tanaman. Pemberian setiap dua minggu. Di antara jadwal itu mengocorkan pupuk hayati. Ia mengencerkan 1 liter pupuk hayati dengan 1.000 l air, setiap tanaman mendapat sekitar 200 ml. Ketika tanaman berumur lima minggu setelah tanam, ia menambah pemupukan dengan memberi KCl, dosis 1 g per tanaman. Pemupukan itu hingga tanaman berumur 50 hst. Dengan cara seperti itu, Ade masih bisa menghasilkan melon dengan kadar kemanisan 11-12o briks di musim hujan. Dengan begitu, pekebun maupun konsumen masih bisa merasakan manisnya melon di musim hujan. (Bondan Setyawan)

519-Feb-2013-53

Keterangan Foto :

  1. Di musim hujan tingkat kemanisan melon red aroma 14o briks
  2. Tatang Halim menghasilkan melon manis di musim hujan
  3. Melon golden star 12o briks
Previous articleSimpanan Kota Santri
Next articleMusuh Ulat Grayak
- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img