Friday, December 2, 2022

Bedah Faedah Daun ‘Ulu

Rekomendasi

Daun sukun bisa menjadi panasea. Hasil riset di berbagai lembaga.

 

Titi Matsani merasa risih. Dalam sehari lebih dari 10 kali ia bolak-balik ke kamar mandi untuk berkemih. “Bila sedang berada di rumah tidak masalah, tapi jika sedang beraktivitas di luar rumah sangat merepotkan,” kata perempuan yang aktif mengikuti kegiatan sosial itu. Perempuan 60 tahun itu kerap terjaga sepanjang malam karena urusan ke peturasan hingga 6 kali. Setiap kali berkemih, warna urine kekuningan.

Warga Kelurahan Cideng, Kecamatan Gambir, Kotamadya Jakarta Pusat, itu lalu memeriksakan diri ke pusat kesehatan masyarakat di Kecamatan Tanahabang, Jakarta Pusat. Dokter menyebutkan keluhan itu karena Titi kelelahan. Dokter meresepkan obat yang harus dikonsumsi dua kali sehari. Tiga hari berlalu, tak ada perubahan.

Beberapa kolega menduga Titi menderita diabetes mellitus. Diabetesi atau penderita diabetes biasanya mengalami poliuria-banyak kencing-terutama di malam hari, polidipsia (gampang haus dan banyak minum, polifagia (mudah lapar dan banyak makan). Ciri lain, mudah lelah dan sering mengantuk, penglihatan kabur, sering pusing dan mual, bobot badan turun, serta sering kesemutan dan gatal di tangan dan kaki.

Hasil pemeriksaan laboratorium di salah satu rumahsakit di Jakarta Pusat menunjukkan kadar gula darahnya normal. Seorang kawan lama menyarankan Titi untuk mengonsumsi seduhan daun sukun. Ia menyeduh satu kantong menyerupai teh celup dalam 250 ml air panas dan mengonsumsinya tiga kali sehari. Dua hari mengonsumsi seduhan itu frekuensi berkemih menurun drastis. “Siang empat kali, malam paling dua kali,” tutur Titi bahagia.

Air rebusan

Sejatinya riset membuktikan daun sukun Artocarpus altilis herbal tepat untuk para diabetesi. Nublah dari Fakultas Biologi, Universitas Gadja Mada (UGM), menguji pemberian ekstrak daun sukun pada tikus jantan galur wistar yang diberi glukosa monohidrat sehingga mengalami hiperglikemia alias kadar gula darah tinggi. Pemberian 1,35 g glukosa monohidrat per 200 g bobot badan  menyebabkan kadar gula darah tikus naik dari 88,95 mg/dl menjadi 173,95 mg/dl.

Nublah lalu mengekstrak daun sukun menggunakan pelarut kloroform bersifat nonpolar dan metanol, bersifat lebih polar. Ia juga merebus 50 g daun yang dikeringkan di bawah sinar matahari dalam 2 liter air menjadi 1 liter. Nublah memberi semua bahan itu pada tikus percobaan masing-masing 150 mg per kg bobot badan pada menit ke-70 pascapemberian pemantik diabetes dan mengamati hasilnya.

Riset menunjukkan pada menit ke-120 air rebusan mampu menurunkan kadar gula darah dengan lebih baik (102,80 mg/dl) dibanding ekstrak kloroform (114,20 mg/dl) dan metanol (123,80mg/dl). Pemberian hasil fraksinasi air rebusan daun sukun juga menunjukkan hal sama. “Meski kemampuannya belum sebanding dengan Glibenklamid tapi herbal mempunyai banyak kelebihan. Efek samping rendah, target spesifik sehingga tidak mengenai sel normal,” papar Prof Dr Sukarti Moeljopawiro PhD, guru besar Fakultas Biologi UGM.

Dari Bandung

Itu sejalan dengan hasil riset Puspa DN Lotulung, Sofa Fajriah, Andini Sundowo, dan Euis Filaila dari Pusat Penelitian Kimia LIPI di Serpong, Tangerang, Provinsi Banten. Periset mengisolasi senyawa flavonoid daun sukun yaitu 8-geranyl-4,5,7-trihydroxyflavone yang bersifat sebagai antidiabetes kuat.

Riset tentang daun ‘ulu, sebutan di Hawaii, juga berkembang di mancanegara. Yu Wang, Kedi Xu, Lin Lin, Yuanjiang Pan, Xiaoxiang Zheng dari Departemen Rekayasa Biomedis, Universitas Zhejiang, China, mengidentifikasi flavonoid geranyl daun sukun sebagai antikanker. Mereka menguji senyawa geranyl dihydrochacones pada sel kanker paru, kolon, dan lever.

Hasil riset menunjukkan senyawa yang diisolasi dalam bentuk minyak berwarna kekuningan paling potensial sebagai lawan tanding kanker paru-paru dan kolon. Para periset menggunakan daun sukun asal Bandung, Jawa Barat. Mereka menyebutkan secara tradisional masyarakat setempat memanfaatkan daun tanaman kerabat nangka itu untuk mengatasi sirosis hati, hipertensi, dan diabetes. Riset di berbagai lembaga membuktikan, daun sukun bisa menjadi panasea. (Evy Syariefa/Peliput: Andari Titisari)

 

Riset Daun Sukun

Nublah

Fakultas Biologi UGM
Daun sukun penurun kadar gula darah pada diabetes

 

Puspa DN Lotulung, Sofa Fajriah, Andini Sundowo, dan Euis Filaila
Pusat Penelitian Kimia LIPI – Serpong, Tangerang, Provinsi Banten
Senyawa flavonoid daun sukun yaitu 8-geranyl-4,5,7-trihydroxyflavone bersifat antidiabetes kuat. Nilai IC50 sebesar 18,120 mg/dl Uji aktivitas antioksidan senyawa flavonoid terprenilasi daun sukun

 

Tina Rostinawati, Sulistyaningsih, Cepa Permana, Desi Ariani
Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
Daun sukun mampu hambat pertumbuhan Candida albicans dan Microsporum gypseum penyebab penyakit kulit

 

Dr Tjandrawati Mozef
Pusat Penelitian Kimia LIPI – Bandung, Provinsi Jawa Barat
Daun sukun pelindung jantung karena mampu menurunkan kadar kolesterol darah secara signifikan dan menghambat akumulasi kolesterol di pembuluh darah aorta

 

Song-Chwan Fang dan rekan, Chung Hwa
University of Medical Technology dan National Chung Hsing University, Taiwan
Ekstrak daun sukun mengandung senyawa aktif isolespeol yang mampu menghambat sel liposarkoma manusia melalui mekanisme apoptosis dan penghambatan energi di mitokondria

 

Yu Wang, Kedi Xu, Lin Lin, Yuanjiang Pan, Xiaoxiang Zheng
Zhejian University, China
Identifikasi flavonoid geranyl daun sukun sebagai antikanker

 

Yu Wang, TL Deng, Lin Lin, Yuanjian Pan, Xiaoxiang Zheng
Zhejiang University, China
Isolasi senyawa bersifat antiaterosklerosis

Y Fujimoto, J Uzawa, S Suhanda, A Soemartono, M Sumatra, dan Y Koshihara
Isolasi senyawa bersifat lipoxygenase inhibitor pada sukun asal Indonesia

 

Bai-Luh Wei
Institute of Life Science, National, Taitung University, Taiwan
Kandungan artocarpanone daun sukun bersifat antiinflamasi

 

Mardhiyah
Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran
Infusan daun sukun mempunyai efek hepatoprotektif dengan menghambat kenaikan kadar SGPT tikus yang diinduksi CCl4


Keterangan foto

 

  1. Riset menunjukkan daun sukun sebagai panasea
  2. Daun sukun kuning terbukti mampu kontrol kadar gula darah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Tips Mengatur Pola Pakan Tepat untuk Kuda

Trubus.id — Berbeda dengan sapi, kuda termasuk hewan herbivora yang hanya mempunyai satu lambung (monogastrik) sehingga kuda sangat membutuhkan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img