Monday, August 15, 2022

Belimbing Wuluh: Ya Sambal Ya Herbal

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Suatu hari saya berkunjung ke kebun buah di daerah Bogor bersama seorang kawan asal Aceh Tengah yang sudah lama tinggal di Jakarta. Saat sedang asyik bercakap-cakap tentang maraknya penanaman jambu kristal dengan sang pemilik kebun, mendadak kawan saya itu menyela, “Aduh, jadi ingat kampung halaman,” ujarnya sambil menunjuk sebatang pohon belimbing wuluh Averrhoa bilimbi yang tumbuh di sudut kebun.

“Mengapa?”

“Di kampung halaman, belimbing wuluh itu dimasak bersama udang rebus dan cabai rawit. Rasanya pedas-padas asam. Namanya sambal udeung.” Sambal udeung memang terkenal sekali sebagai teman makan nasi hangat di Aceh. Ada restoran Aceh di Jakarta yang menjualnya dengan nama lain, sambal ganja. Disebut sambal ganja bukan karena bahan bakunya daun ganja, tetapi berkat rasanya yang membuat orang ketagihan. Penampilannya juga bukan seperti sambal ulek karena belimbing wuluh, cabai rawit dan aneka bumbu lain ditumbuk kasar, bukan digerus halus.

Tumbukan kasar itu kemudian dicampur dengan udang rebus. Rasanya pasti masam menyegarkan, seperti tahu gejrot asal Cirebon yang juga memakai belimbing wuluh untuk campuran tahu pongnya. Atau seperti ikan kuah belimbing, masakan tradisional khas Nusa Tenggara Timur. Tentu tidak hanya masyarakat Aceh, Cirebon, dan NTT yang memakai belimbing wuluh sebagai bumbu dapur. Tanaman asal Maluku itu juga dipakai sebagai bumbu masak di Amerika, Eropa, Afrika, Australia, dan Asia dengan aneka variasi.

Percepat matang

Masyarakat lima benua di dunia mengenalnya, membuktikan daya adaptasi yang luar biasa dari tanaman anggota keluarga Oxalidaceae itu. Orang awam melihat belimbing wuluh sebagai bumbu masak. Lain lagi jika yang melihatnya ahli teknologi pascapanen. Buah belimbing wuluh yang cepat sekali menjadi lunak ketika kulitnya terluka menjadi pertanda tingginya kadar etilen di buah. Saat diteliti di University of the Philippines Los Banos, terbukti belimbing wuluh utuh mempercepat kematangan buah pisang.

Fungsinya sama dengan bioetilen lain, seperti daun segar gliricidia Gliricidia sepium, daun trembesi Samanea saman, dan buah belimbing Averrhoa carambola. Sama seperti kebanyakan buah lain, belimbing wuluh–dari segi nutrisi–mempunyai khasiat sebagai antioksidan. Itu berkat kandungan vitamin C yang mencapai 15,5 mg per 100 gram buah. Mengonsumsi belimbing wuluh dapat menambah asupan vitamin C alami, walaupun tidak sebanyak jika memakan lemon, jeruk,  stroberi,  avokad, mangga, tomat, atau pepaya. Nutrisi lain yang terdapat di buah masam itu ialah protein, serat, fosfor, besi, kalsium, karoten, niasin, riboflavin, dan tiamin.

Nutrisi lain yang juga menonjol jumlahnya di belimbing wuluh ialah kalsium. Manusia tidak merasa lapar berkat peran kalsium. Kalsium berfungsi dalam proses penyimpanan glikogen. Tanpa glikogen di dalam tubuh, manusia akan terus-menerus merasa lapar. Mencegah osteoporosis dan meniadakan kejang-kejang adalah fungsi kalsium yang paling terkenal. Namun, kalsium yang berlebihan di dalam tubuh juga berisiko karena dapat menimbulkan batu ginjal. Kerap kali menyantap belimbing wuluh tidak akan berbahaya karena kandungan kalsium hanya 3,4 mg.

Diuretik

Di mata herbalis, belimbing wuluh identik dengan tanaman obat. Herbalis di Yogyakarta, Lina Mardiana, misalnya, selalu meresepkan belimbing wuluh secara tunggal untuk mengatasi hipertensi. Beberapa bukti empiris pun membuktikan khasiat belimbing wuluh penurun tekanan darah tinggi. Yang dipakai bukan buah, tetapi justru daunnya. Dosisnya ya layaknya obat tradisional belum terstandar. Sejumlah 5—8 lembar daun direbus dalam 3—5 gelas air sehingga tersisa satu gelas dan diminum dua kali sehari, pagi dan sore. Kendatipun demikian, testimoni turunnya tekanan darah tinggi dengan resep seperti itu bermunculan.

Secara tradisional daun belimbing wuluh dikenal membantu meringankan rasa gatal di kulit dan mengecilkan kelenjar gondok yang membengkak. Di zaman obat dengan kandungan piroksikam belum  banyak beredar di apotek, daun belimbing wuluh bisa diandalkan untuk mengatasi encok. Caranya gampang. Ambil satu genggam daun belimbing wuluh. Tumbuk bersama kapur sirih dan balurkan ke bagian tubuh yang terasa nyeri atau pegal.

Banyak sekali penelitian ilmiah tentang belimbing wuluh. Buah masam itu terbukti bersifat antihiperlipidemia. Dengan demikian  ia bisa dipakai untuk mengurangi obesitas. Penelitian lain membuktikan khasiatnya untuk mengontrol kadar gula darah. Belimbing wuluh juga bersifat antimikrob. Seluruh penelitian ilmiah itu dikupas tuntas di  International Journals of Drug Development & Research, Netherland.

Secara ilmiah pula belimbing wuluh diteliti dan terbukti positif mengatasi tingginya tekanan darah tinggi, kadar asam urat dalam tubuh, dan kolesterol. Bahkan di Banglades sifat sitotoksik belimbing wuluh diteliti mendalam. Jika terbukti positif, maka muncul potensi baru untuk mengobati kanker. Bagaimana proses kerjanya sehingga buah dan daun belimbing wuluh dapat mengatasi tekanan darah tinggi, asam urat, dan hiperkolesterolemia?

Sama seperti mayoritas tanaman obat lain, daun dan buah belimbing wuluh bersifat diuretik. Mereka mengurangi volume darah dengan cara meningkatkan aktivitas berkemih. Kerap kali terdengar ucapan, “Asam urat (penderita) harus banyak minum air putih.” Di balik anjuran itu terkandung arti lain: frekuensi berkemih meningkat jika asupan air ke dalam tubuh bertambah banyak.

Banyak fakta mengejutkan tentang belimbing wuluh sebagai obat. Dia tidak sekadar untuk campuran sambal udeung, ikan kuah, dan tahu gejrot. Dia bagian dari tanaman yang menjadi sumber 80% obat manusia di dunia. (Onny Untung)

[author image src=”http://www.trubus-online.co.id/tru/?attachment_id=12776″ ]Onny Untung, Koordinator Pengembangan Agribisnis (grup Trubus) dan  redaktur senior Trubus[/author]

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img