Tuesday, August 9, 2022

Beluntas Deodoran Itik

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bau badan yang mendominasi kaum Adam memang dapat menjadi sumber masalah. Bau badan terlalu keras, misalnya, dapat membuat si empunya minder dalam pergaulan. Hal sama juga terjadi pada itik. Bedanya, bau pada itik itu menjadi masalah ketika dagingnya dikonsumsi. Akibat off odor—dideskripsikan sebagai bau tengik, bau amis, bau lemak, bau jamur, bau langu, dan bau apek—itu menyebabkan daging itik kurang diminati.

Menurut riset Rini Hustiany dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor, Jawa Barat, pada 2001, aroma tak sedap daging itik sebagian besar berasal dari hasil oksidasi lemak. Sebagai unggas air, itik memiliki kulit berlapis lemak lebih tebal ketimbang unggas darat seperti ayam dan kalkun. Lemak itu berfungsi melindungi daging dan tubuh bagian dalam dari dingin saat itik berada di air. Lemak itu juga berguna bagi itik untuk meminyaki bulu agar tidak basah.

Lemak tak jenuh

Sayangnya, kadar lemak (60%) itu berasal dari asam lemak tidak jenuh seperti linoleat dan arakhidonat. Keduanya begitu mudah teroksidasi. “Oksidasi lemak menghasilkan senyawa-senyawa volatile turunan lemak yang mempunyai bau khas yang kurang disukai konsumen,” kata Dr Rukmiasih dari Fakultas Peternakan, IPB.

Menurut Sangle Yohannes Randa dari sekolah pascasarjana IPB tingkat off odor setiap jenis itik berbeda. Risetnya menunjukkan bahwa itik cihateup memiliki intensitas off odor lebih tinggi daripada itik alabio. Itu karena kandungan lemak pada kulit itik cihateup lebih tinggi daripada alabio.

Secara tradisional masyarakat mengatasi bau itik dengan membuang tunggir atau memanggang karkas sebelum diolah. Tunggir dibuang karena merupakan lokasi kelenjar minyak di unggas yang dianggap sumber off odor. Sementara pemanggangan karkas sebelum dimasak bertujuan melelehkan lemak di kulit. Sayang, cara itu belum efektif menghilangkan bau amis sehingga dalam pengolahan daging masih perlu diberi tambahan bumbu yang banyak.

Sejauh ini penanganan bau pada daging itik dilakukan sesudah pemotongan, yaitu saat diolah menjadi masakan. Namun, sebenarnya hal itu bisa dicegah dari awal. “Bau amis daging bisa dihilangkan sejak pemeliharaan dengan memberi itik pakan daun beluntas,” tutur Rukmiasih.

Beluntas

Daun beluntas Pluchea indica less secara tradisional lazim dipakai mengatasi bau badan pada manusia. “Pada manusia sudah lama dilakukan,” ujar Rukmiasih. Semula Rukmiasih memberikan kapsul berisi daun beluntas yang sudah dikeringkan sekali sehari. Cara itu hanya berlangsung seminggu. “Kurang efektif karena itik harus dicekoki satu per satu. Kalau jumlahnya sedikit tak masalah, tapi kalau sudah ratusan merepotkan,” kata ibu 2 putra itu.

Rukmiasih kemudian mengolah daun beluntas menjadi tepung yang kemudian dicampurkan ke dalam pakan itik. Riset Rukmiasih menunjukkan pemberian 1% tepung beluntas dalam campuran pakan itik betina lokal apkir selama 3 minggu mampu menurunkan tingkat off odor.

Daun beluntas kaya senyawa penting seperti fenol, flavonoid, dan kuersetin sumber antioksidan. “Antioksidan berperan menghambat reaksi oksidasi lemak oleh radikal bebas,” kata Rukmiasih. Itu dibuktikan dengan tingginya kandungan total asam lemak tidak jenuh ganda linoleat dan linolenat pada daging itik yang mengonsumsi 1% tepung daun beluntas daripada kontrol. Artinya, antioksidan pada daun beluntas mampu melindungi kedua asam lemak esensial itu dari oksidasi.

Namun, daun beluntas juga memiliki kelemahan, mengandung tanin yang bersifat antinutrien. Itik jantan muda yang diberikan pakan mengandung 1—2% beluntas sejak umur 4—10 minggu performanya terganggu. “Dari bobot tubuh tampak tak berbeda nyata antara itik yang diberi beluntas dan tidak. Namun, dari rasio pakan untuk menghasilkan bobot yang sama, itik yang diberi beluntas menghabiskan pakan lebih banyak daripada kontrol sehingga biaya pakan jadi lebih tinggi,” ujar Rukmiasih.

Meski demikian Rukmiasih menuturkan kelemahan itu dapat diatasi dengan menambahkan vitamin E dan vitamin C dalam pakan. “Untuk itu perlu penelitian lebih lanjut sehingga diperoleh konsentrasi tepat dari vitamin agar hasilnya optimal,” tambah Rukmiasih.

Antioksidan

Alternatif lain untuk menghilangkan bau amis daging itik adalah dengan memberikan santoquin, vitamin C, dan atau vitamin E. Riset Sangle Yohannes Randa pada 2007 menunjukkan pemberian 400 IU/kg vitamin E d-α-tokoferil asetat dan 250 mg/kg vitamin C dalam pakan mampu menurunkan kandungan lemak itik, mempertahankan stabilitas lemak terhadap oksidasi, dan menghasilkan daging dengan intensitas off odor yang rendah.

Hal serupa dibuktikan Dr Maijon Purba, SSi, MSi, peneliti pertama Bidang Penelitian Teknologi Pakan dan Nutrisi di Balai Penelitian Ternak (Balitnak), Ciawi, Jawa Barat. Pemberian 150 ppm santoquin dan 100 IU/kg vitamin E dalam pakan mampu menurunkan intensitas off odor khususnya bau amis daging itik segar hingga 53% daripada kontrol.

Pada daging itik rebus, intensitas off odor turun sebesar 23% berkat pemberian 50 ppm santoquin dan 100 IU/kg vitamin E. “Perlakuan diberikan sejak itik umur 1—10 minggu,” kata Maijon. Komponen volatil penyebab off odor berdasarkan hasil analisis menggunakan alat GC-MS berasal dari senyawa aldehid. Hasil riset menunjukkan santoquin dan vitamin E merupakan kombinasi antioksidan yang dapat menghambat proses oksidasi lemak sehingga daging itik tak bau lagi ketika dikonsumsi. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Desi Sayyidati Rahimah)

Keterangan foto

  1. Beluntas kaya antioksidan yang dapat menghambat oksidasi lemak penyebab bau daging itik
  2. Itik cihateup memiliki intensitas off odor lebih tinggi daripada itik alabio karena kandungan lemak pada kulitnya lebih tinggi
  3. Sekitar 60% lemak itik berasal dari asam lemak tidak jenuh yang mudah teroksidasi. Oksidasi lemak menghasilkan turunan lipid, di antaranya heksanal yang menimbulkan bau apek
  4. Pemberian 150 ppm santoquin dan 100 IU/kg vitamin E dalam pakan mampu menurunkan bau amis daging itik segar hingga 53%
Previous articleNyoman Nuarta
Next articleItik-itik Panen 40 Hari
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img