Wednesday, August 10, 2022

Bendera Merah untuk Bravo

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bravo dan Lazarus menjadi jawara di kontes perdana.

560_130-1
Bravo menjadi muraibatu terbaik karena paling gacor di kontes burung nasional bertajuk Piala Kota Hujan I.

Senyum kemenangan menghias wajah Waris saat juri meletakkan bendera merah di bawah sangkar bernomor 39. Itu pertanda burung dalam sangkar sebagai jawara. Pukul 14.25 juri menobatkan Bravo—muraibatu rawatan Waris—sebagai kampiun di kelas Istana Bogor. Kelas itu paling bergengsi di kontes Piala Kota Hujan 1 karena memperebutkan hadiah uang tunai Rp20-juta.

Pemilik Bravo, Cece, pun senang bukan kepalang. “Burung ini sudah memenuhi target juara,” kata pehobi burung berkicau asal Jakarta itu. Cece hanya membawa Bravo ketika kontes yang berlangsung di Kompleks Pusat Pendidikan Zeni (Pusdikzi), Kota Bogor, Jawa Barat, itu. Muraibatu Copsychus malabaricus milik Cece hanya mengikuti satu kelas karena baru selesai mabung atau berganti bulu.

Perawatan biasa

Ronggeng, lovebird bertubuh bongkok yang rajin berkicau.
Ronggeng, lovebird bertubuh bongkok yang rajin berkicau.

Bravo paling gacor—rajin berkicau—selama penjurian yang berlangsung sekitar 15 menit sehingga mengalahkan 79 pesaingnya. “Burung memiliki banyak variasi bunyi dan bervolume suara besar,” kata Waris. Bahkan saat Trubus memotret burung itu terus berkicau. Padahal, kontes selesai 15 menit sebelumnya.

Menurut Waris tidak ada perawatan khusus menjelang lomba. Setiap hari ia memberikan lima jangkrik masing-masing pada pagi dan sore. Kroto setengah mangkuk kecil pun menjadi santapan harian Bravo. Waris juga menjemur Bravo pada pukul 07.00—09.00. “Penjemuran bertujuan memacu tenaga burung sehingga dapat berkicau lama,” kata pria yang tinggal di Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu.

Kontes berlangsung semarak diikuti lebih dari 2.600 burung dari berbagai daerah di Indonesia.
Kontes berlangsung semarak diikuti lebih dari 2.600 burung dari berbagai daerah di Indonesia.

Bukan cuma Cece dan Waris yang tersenyum bahagia. Umar dari Klender, Jakarta Timur, pun berbahagia karena meraih uang tunai Rp10-juta. Itu berkat kemenangan Ronggeng menjadi yang terbaik di kelas Kebun Raya dan Tugu Kujang A. Lovebird itu sukses menjungkalkan 25 pesaingnya. “Burung ini anteng dan durasi kicau panjang hingga lebih dari satu menit,” kata Umar.

Umar mendapat Ronggeng saat burung itu bertanding di lomba regional di Durensawit, Jakarta Timur, pada 2013. Ia merogoh kocek Rp7-juta untuk menebus burung berwarna biru toska itu. Penampilan Ronggeng yang kian sempurna menyedot perhatian pehobi burung lain. Seorang kicaumania pernah menyodorkan harga Rp300-juta untuk memboyong Ronggeng. Sayang, Usman enggan melepas burung itu karena harga tak cocok. Umar melepas Ronggeng jika ada yang membeli Rp500-juta.

Sukses

Walikota Bogor, Dr Bima Arya, berharap Bogor bisa menangkarkan burung berkicau.
Walikota Bogor, Dr Bima Arya, berharap Bogor bisa menangkarkan burung berkicau.

Di kelas Tegar Beriman kenari standar besar, Lazarus, milik Agung Kurniawan, keluar sebagai jawara. Oleh karena itu Agung berhak mengantongi Rp4-juta. Lazarus tampil maksimal sehingga mengungguli 25 burung sejenis. “Pose kenari itu bongkok mirip anis merah saat berkicau. Selain itu durasi kicau Lazarus juga relatif lama sekitar 50 detik,” kata pehobi burung dari Tebet, Jakarta Selatan, itu.

Agung membeli Lazarus pada Januari 2016 di peternakan TJM Kenari di Bogor, Jawa Barat. Ia kepincut Lazarus karena postur tubuh bongkok dan panjang serta warna bagus. Kontes di Bogor itu lomba perdana tingkat nasional yang diikuti Lazarus. Ia memberikan pakan berupa 2 potong kecil pisang kepok setiap hari. Selembar pakcoy dan setengah potong mentimun diberikan selang-seling. Menu lainnya pakan racikan berisi milet dan biji kenari.

Ketua pelaksana lomba, Ngangarang Suprihadi, menuturkan acara berlangsung sukses karena lebih dari 2.600 burung berkicau meramaikan kontes tingkat nasional itu. Peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia seperti Jambi, Bandung, Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, dan Samarinda. Kontes pada 29 Maret 2019 itu istimewa karena kolaborasi 3 pengelola lomba burung nasional seperti BnR, Ronggolawe, dan Independen.

Full.pdfSuprihadi menuturkan kontes itu akan menjadi agenda tahunan di Kota Bogor. Selain menyemarakkan hari ulang tahun Kota Bogor, “Tujuan utama lomba ini untuk menyatukan kicaumania seluruh Indonesia,” kata Suprihadi. Walikota Bogor, Dr Bima Arya, yang datang ke kontes, mengatakan,” Saya berharap Bogor tidak hanya melombakan burung, tapi juga menangkarkan burung berkicau.” (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img