Wednesday, August 10, 2022

Benteng dari Bawah Tanah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Konsumsi jahe merah hangat setiap hari untuk meningkatkan daya tahan tubuhRimpang jahe Zingiber officinale tak pernah ketinggalan dari daftar menu dr Badruzzaman. Itulah sebabnya stok jahe tak pernah kosong di dapur pria berusia 62 tahun itu. Dokter itu mencuci bersih rimpang segar seukuran ibu jari, mengupasnya, lalu ia kunyah bersama sambal cabai merah. Lalapan itu menu wajib saat bersantap siang.

Kebiasaan mengonsumsi rimpang jahe segar itu Badruzzaman lakoni sejak 1983 dan hingga kini tak pernah terputus. Sejak itu pula ia tak pernah terserang pilek. Jangankan flu, penyakit berbahaya seperti kanker, kolesterol, dan asam urat, pun tak pernah terdiaganosis bersarang di dalam tubuh. “Semua senyawa aktif yang terkandung dalam jahe berperan aktif menjaga kekebalan tubuh,” ujar alumnus Fakultas Kedokteran Universite de Montpellier, Perancis, itu.

Herbal pendamping

Senyawa aktif dalam jahe meningkatkan kinerja sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu Badruzzaman menganjurkan orang berusia lanjut untuk mengonsumsi jahe agar tubuh bugar. “Kinerja sel tubuh semakin menurun seiring bertambahnya usia sehingga mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, semakin tua semakin mudah terserang penyakit,” kata Badruzzaman.

Rimpang kerabat lengkuas itu juga dapat memperlancar detoksifikasi. Senyawa aktif pada jahe mendorong endapan yang bersifat racun dalam tubuh, lalu mengeluarkannya melalui urine dan keringat. Itulah sebabnya para herbalis seperti Maria Margaretha Andjarwati kerap menggunakan jahe sebagai herbal pendamping untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menambah stamina, membantu meringankan rematik, mag, dan kembung akibat masuk angin.

“Jahe merah sangat baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Untuk mengonsumsinya cukup campurkan 5 gram bubuk jahe merah, lalu tambahkan sedikit gula aren dan seduh dengan air panas,” ujarnya. Oleh karena itu Andjarwati menyarankan konsumsi segelas jahe merah setiap pagi dan malam untuk menjaga kondisi tubuh saat menghadapi peralihan musim. Pada kondisi itu tubuh tengah beradaptasi sehingga rentan terserang penyakit seperti flu dan batuk.

“Bila kondisi tubuh mulai menurun, segera minum segelas wedang jahe merah agar tubuh kembali bugar. Tubuh yang tadinya dingin akan menjadi hangat dan mengeluarkan keringat hangat sebagai reaksi detoksifikasi,” ujarnya. Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, menuturkan efek antiinflamasi dan antibakteri pada jahe merah mampu meredakan radang tenggorokan dan lendir yang tertahan di tenggorokan saat flu menyerang dan batuk.

Menurut peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Tumbuhan Obat Universitas Nasional, Drs Ikhsan Matondang MSi, para pekebun di tanahair biasanya membudidayakan tiga jenis jahe: jahe besar (badak), jahe kecil (emprit), dan jahe merah (jahe sunti). Di antaranya ketiga jahe itu, jahe merah paling kaya senyawa aktif. Sebagian besar senyawa aktif jahe berupa minyak asiri seperti gingerol, oleoresin, dan minyak asiri lain. Total kandungan minyak asiri jahe merah 2,58 – 2,72%; jahe badak 0,82 – 1,68%, dan jahe emprit 1,5 – 3,3%.

Tunggal

Jahe tetap aman meski berpadu dengan herbal lain. Menurut dokter dan herbalis di Malang, Jawa Timur, dr Zainal Gani, jahe merah malah membantu kinerja herbal lain dengan mempercepat distribusi senyawa aktif herbal utama ke seluruh anggota tubuh. Meski demikian, konsumsi jahe secara tunggal – tanpa herbal lain – juga ampuh. Hasil penelitian Bianca Fuhrman dan rekan dari Lipid Research Laboratory, Technion Faculty of Medicine, Haifa, Israel, membuktikan jahe menurunkan kadar kolesterol, trigliserida, dan LDL.

Mereka melakukan uji in vivo pada 30 tikus dengan pemberian 25 mikrogram ekstrak jahe yang dilarutkan dalam alkohol 1,1%. Setelah 10 pekan perlakuan, terjadi penurunan 27% trigliserida, 29% kolesterol, 33% low density lipoprotein (LDL), dan 53% very low density lipoprotein (VLDL). Peningkatan dosis sepuluh kali lipat mampu menurunkan 62% LDL alias kolesterol jahat. Semakin banyak konsumsi jahe, maka risiko terkena arteriosklerosis akibat menumpuknya kolesterol pada pembuluh darah semakin rendah.

Penelitian Mustarofah Ahmad dari Fakultas Teknologi Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), menunjukkan jahe merah juga berefek antikanker. Hasil uji in vitro terhadap sel THP-1 – sel leukemia – menunjukkan pemberian ekstrak jahe merah dengan pelarut n-heksana, etil asetat, metanol, dan air, sama-sama mampu menghambat pertumbuhan sel kanker. Dari keempat pelarut itu ekstrak metanol dan air menunjukkan hasil paling tokcer.

Pemberian 2,5 mikroliter ekstrak jahe merah per ml pelarut mampu menghambat masing-masing 42,3%, dan 38,6%, setelah masa inkubasi 72 jam. Keampuhan jahe merah melawan sel kanker leukemia berkat oleoresin – penyebab pedas pada jahe – mengandung gingerol, paradol, dan shagaol yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, antiangiogenesis, antiarterosklerosis, dan antikanker.

Pantas bila jahe merah makin populer sebagai minuman sehat. Kini semakin marak produsen herbal dan perusahaan farmasi yang memproduksi jahe merah dalam bentuk instan. Salah satunya produsen herbal di Bogor, Jawa Barat, PT Trias Sukses Dinamika, yang memproduksi sirop jahe merah. Menurut Nasrun Ginting SE, bagian pemasaran, dalam sirop itu jahe merah berpadu dengan lengkuas dan kunyit.

Dalam ramuan itru, jahe merah berperan membantu mencegah penyakit hati, menurunkan tekanan darah, serta mencegah penggumpalan darah yang mengakibatkan serangan jantung dan stroke. Red ginger juga membantu memperbaiki gangguan pencernaan, masuk angin, penguat lambung, sakit encok, mual, pusing, serta sakit pinggang. “Penelitian terakhir menyatakan jahe berefek mengencerkan darah yang bekerja seperti aspirin,” ujarnya. Jadi tinggal pilih mau segar atau instan. Toh sama-sama officinal – dalam bahasa latin bersifat obat. (Andari Titisari)

Previous articleVarikokel
Next articleJamur Penolak Cincin
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img