Sunday, July 14, 2024

Berburu Durian Kebas

Rekomendasi
- Advertisement -

Pulau Pinang, Malaysia, menyimpan durian yang rasanya bisa membuat lidah kebas. Membuat para maniak penasaran.

Hari menjelang sore saat saya dan pehobi durian asal Tegal, Jawa Tengah, Yanto, mendarat di Pulau Pinang, Malaysia. Dari bandara kami langsung menuju penginapan di Nature Fruit Farm Resort di daerah Kampung Genting,  Balikpulau, Pulau Pinang. Di sepanjang jalan dari bandara menuju Balikpulau, tampak deretan hutan durian yang menyangga tebing. Pohon-pohon durian itu hasil penanaman pada 1848 untuk mencegah erosi tanah yang berbukit-bukit. Tak sampai satu jam kami akhirnya sampai di Balikpulau.

Dari Balikpulau perjalanan berlanjut menuju sebuah kampung. Jalanan yang semula lebar mulai menyempit. Di sepanjang jalan deretan pohon durian besar dengan jaring penyangga durian jatuh menjadi  pemandangan di kanan dan kiri jalan. Bila tanpa pemandu,  sulit menemukan Nature Fruit Farm.  Untuk memasuki kawasan Nature Fruit Farm Resort harus melewati jalan kecil yang tertata rapi.

Di ujung jalan tampak sebuah bangunan memanjang bergaya oriental yang begitu kental. Di balik bangunan itu tampak ratusan pohon durian terlihat tengah berbuah. Setelah sejenak, pemilik Nature Fruit Farm Resort, Tan Jit Keong, lalu mengajak rombongan ke kebun durian miliknya.

Syahril M Said bersama durian D700 yang memiliki sensasi rasa kebas saat dicicip.

Tampak deretan ratusan pohon durian setinggi lebih dari 20 meter di belakang pondok. Di antara pohon-pohon durian itu terbentang puluhan jaring raksasa. “Itu buat pengaman,” kata Tan. Di kebun itu tampak tiga orang pegawai yang tengah memungut durian di permukaan jaring. Sekeranjang penuh durian juga teronggok di bawah pohon. “Di kebun kami ada durian jenis D14, D700, ikan mas, udang merah, D15, dan banyak lagi,” kata Tan sambil tertawa.

Hampir seluruh pohon durian yang tumbuh di kebun seluas lebih dari 20 hektare itu berumur kurang dari 10 tahun. “Saya generasi ketiga pemilik kebun ini. Kakek kami yang tanam durian,” kata Tan sambil memungut durian. Menurut Tan kebun durian di sekitar Balikpulau sebagian besar dibeli sekitar 1950—1960.

Panen durian di pagi hari dari kebun Nature Fruit Farm di Pulau Pinang, Malaysia.

“Ini udang merah salah satu andalan kebun kami,” kata Tan sambil menyodorkan durian berkulit cokelat gelap yang sudah terbelah. Udang merah berdaging kuning mengilap sehingga tampak berlemak. Begitu dicicip rasa daging buah sangat creamy dan tanpa serat. Sekali gigit lemak daging terasa mengisi rongga mulut. Rasanya sangat nikmat dengan kombinasi manis dan pahit. Udang merah atau red prawn  salah satu durian legenda di Pulau Pinang. Para pekebun di sana mengembangkan udang merah dengan cara okulasi atau grafting sejak 1970-an.

Durian kebas

Nature Fruit Farm Resort juga menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat.

Di sana penulis juga bertemu dengan turis penggemar durian asal Meksiko, Natalia, dan Richard asal Swedia. Richard menceritakan tentang pengalamannya mencicipi durian yang membuat lidahnya kebas. Menurutnya ada 5 tipe rasa durian, yaitu manis, pahit,  cita rasa bunga, alkohol, dan numb atau kebas. Penjelajah durian asal Kalifornia, Amerika Serikat, Lindsay Gasik membenarkan kelima cita rasa durian itu.

Maniak durian yang sudah 6 tahun menyusuri kebun durian di Pulau Pinang itu juga kerap menemukan durian yang membuat lidahnya kebas saat menyantap.  Kami bersama 20 orang penggemar durian lain memang tengah belajar mengejar rasa durian di Pulau Pinang. Rasa durian yang membuat lidah kebas tentu saja membuat penasaran. Keesokan hari pukul 06.30 rombongan tur bersiap menyantap si raja buah.

Durian red prawn atau udang merah.

Kali ini istri Tan yang menjamu para peserta. Ia menyodorkan sebuah durian berbobot 3 kg. “Ini D15,” katanya. Begitu terbelah tampak daging buah durian berwarna kuning tua tanpa semburat jingga. Ciri daging buah itu mirip durian bawor atau chanee yang banyak berkembang di Indonesia. Namun, dari segi rasa itu adalah chanee terenak yang pernah dimakan. Daging buah sangat lembut dan tak ada yang mengkal.

Tak ada pula bagian daging buah yang hambar seperti yang pernah penulis temukan di Indonesia. Rasanya pun jauh lebih pahit dan manis yang seimbang. Selanjutnya istri Tan menyajikan udang merah dan juga jenis-jenis lainnya yang semuanya enak. Namun, dari sekian banyak yang dicicip belum juga merasakan durian kebas seperti yang disampaikan Richard. Sampai akhirnya istri Tan menenteng durian besar berkulit hijau terang.

Kebun durian 20 hektare di Nature Fruit Farm.

“Ini belum kamu coba D700,” katanya. Buah itu berasal dari pohon tua. Begitu durian terbelah, tampak daging buah semburat warna jingga kemerahan. Rasanya pun istimewa dengan sensasi manis dan pahit, serta tekstur daging buah yang creamy. Mungkin itulah rasanya lidah kebas karena durian. Sensasi yang sungguh nikmat. Pantas saja bila Richard dan Lindsay keranjingan durian yang membuat lidah kebas itu.

Dalam diskusi saat acara bedah buku karya Lindsay Gasik yang mengupas durian di Pulau Pinang,  Zhi Vooi, anak  pengelola kebun durian Bao Sheng Farm, menuturkan rahasia durian yang bisa memunculkan rasa kebas. Menurut Zhi Vooi durian harus segar dan jatuhan, maksimal 1—2 jam setelah jatuh. Durian yang jatuh lebih dari 2 hari tak akan menyebabkan rasa kebas.

Buah juga harus berasal dari pohon yang sudah tua, yaitu berumur 60—70 tahun. Makin tua pohon anggota famili Bombacaceae itu makin bagus rasa buahnya.  Itulah sebabnya mencicip durian dengan sensasi menyebabkan rasa kebas menjadi pengalaman langka. (Sigit Purwanto, pehobi durian di Jakarta)

Previous article
Next article
- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Khasiat Daun Ketepeng Cina, Berpotensi Kendalikan Kadar Kolesterol Darah

Trubus.id—Daun ketepeng cina berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah. Itulah hasil riset Nisa Khoirila dan Muhammad Walid dari program Studi...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img