Friday, January 16, 2026

Biosalin 2, Solusi Pertanian Pesisir Cilacap

Rekomendasi
- Advertisement -

Varietas padi Biosalin 2 mulai menunjukkan hasil positif di lahan pesisir Cilacap. Inovasi ini diharapkan menjadi solusi bagi petani di kawasan terdampak intrusi air laut.

Uji coba dilakukan di Desa Ujungmanik, Kecamatan Kawunganten, dan Desa Bulupayung, Kecamatan Patimuan. Kegiatan ini bertujuan menguji ketahanan Biosalin 2 terhadap kondisi tanah salin yang kerap menjadi kendala produksi padi.

Evaluasi hasil demplot digelar di ruang rapat Bappeda Cilacap pada Jumat, 24 Oktober 2025. Acara dibuka oleh Harri Kundiarto, yang juga menjabat Plt Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bappeda setempat.

Menurut Harri, penelitian ini merupakan langkah konkret penerapan teknologi pertanian inovatif. Tujuannya meningkatkan produktivitas padi sekaligus mendukung visi daerah dalam mempercepat ketahanan pangan.

Tim peneliti Bappeda, Suryo Wibisono, menjelaskan bahwa uji coba dilakukan dengan tiga metode berbeda. Ketiganya mencakup pola tanam versi petani, versi BRIN, dan versi CV Pendawa Kencana Multifarm.

Pengamatan lapangan dilakukan setiap dua minggu oleh penyuluh pertanian di dua kecamatan tersebut. Ada tujuh parameter yang diuji untuk menilai performa varietas di berbagai kondisi.

Dua peneliti BRIN, Tri Martini Patria dan Vina Eka Aristya, turut hadir sebagai narasumber. Mereka menilai Cilacap sebagai daerah pionir pengembangan padi toleran garam di kawasan selatan Jawa.

Tri Martini menekankan pentingnya strategi pemanfaatan lahan yang sering terdampak rob. Menurutnya, upaya Cilacap dapat mendukung Jawa Tengah menjadi salah satu lumbung padi nasional.

Vina Eka menambahkan bahwa hasil uji coba Biosalin 2 menunjukkan performa yang menjanjikan. Ia berharap pengembangan benih dapat dilakukan secara mandiri agar penanaman berkelanjutan.

Sementara itu, Guru Besar UNSOED Purwokerto, Prof. Suprayogi, menjelaskan asal-usul varietas Biosalin. Menurutnya, benih ini dikembangkan melalui induksi mutasi sinar gama, bukan hasil persilangan.

Biosalin 1 dan 2 dirancang untuk tumbuh di lahan dengan kadar garam tinggi. Varietas ini menjadi solusi bagi petani di wilayah pesisir selatan Cilacap dan daerah marginal lain yang sulit ditanami padi biasa.

Dalam sesi tanya jawab, antusiasme peserta sangat tinggi. Mereka menilai varietas ini membuka peluang baru untuk menghidupkan kembali lahan-lahan terdampak air laut.

Hasil pengamatan menunjukkan bulir beras Biosalin 2 berukuran lebih kecil dengan warna putih cerah. Evaluasi ini menjadi dasar penting dalam menyusun strategi pengembangan Biosalin 2 secara luas di Cilacap.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img