Friday, April 24, 2026

Kebun Alpukat Hass Bernilai Ekspor

Rekomendasi
- Advertisement -

Tak pernah terlintas di benak Mustafa bahwa dirinya akan menjadi seorang pekebun alpukat. Sebelum mengenal dunia pertanian, pria kelahiran 1975 itu menghabiskan 15 tahun hidupnya sebagai kontraktor dan pedagang alat berat. Ia bahkan sempat mengekspor alat berat bekas yang telah diperbaiki hingga ke Dubai, Uni Emirat Arab.

“Pekerjaan saya dulu lebih banyak menjual dan membeli alat berat bekas pertambangan,” kenangnya. Beberapa unit alat berat yang tak terpakai diambil komponennya seperti mesin dan hidrolik, sedangkan sisanya dilebur. Di sela-sela bisnis alat berat, Mustafa juga merintis usaha properti yang hingga kini masih berjalan.

Perjalanan Mustafa ke dunia hijau dimulai secara tidak sengaja. Suatu ketika, sebuah yayasan yang pernah dibantunya dengan alat berat memberikan lahan seluas lima hektare di Megamendung, Kabupaten Bogor, untuk dikelola. “Saya bingung karena latar belakang saya bukan petani,” ujarnya.

Setelah berdiskusi dengan seorang rekan, Mustafa mendapat saran untuk menanam alpukat hass, varietas unggul yang tengah naik daun di pasar global. Ia pun mencoba, tanpa menyangka langkah itu akan membuka jalan menuju kesuksesan baru.

Kini Mustafa menjadi pendiri PT Spektani Berkah Agro, produsen alpukat hass dengan permintaan ekspor yang terus mengalir. Negara seperti Jepang, Malaysia, dan Singapura rutin memesan buah hass dari kebunnya. “Dari Jepang saja permintaannya bisa mencapai 20 ton per bulan. Malaysia juga 20 ton, dan Singapura 5–10 ton per bulan,” katanya.

Permintaan besar itu belum seluruhnya bisa dipenuhi karena kapasitas produksi masih terbatas. Meski begitu, peluang pasar yang luas membuat Mustafa semakin bersemangat memperluas kebun dan meningkatkan hasil panen.

Harga alpukat hass di pasaran mencapai Rp120.000 per kilogram, bahkan bisa menembus Rp200.000 per kilogram. Harga paling murah pun masih di kisaran Rp100.000 per kilogram—angka yang menggiurkan bagi petani lokal.

Menurut Mustafa, buah hass punya banyak keunggulan. Rasanya enak, lembut, sedikit asin, dan berlemak tinggi. Bobot buah relatif kecil, antara 170–300 gram, namun kulitnya tebal sehingga tahan lama dan cocok untuk ekspor jarak jauh.

“Kalau dipanen muda, daging buahnya menempel di biji. Jadi harus benar-benar matang di pohon,” jelasnya. Buah hass yang dipanen dengan tepat bisa bertahan 10–14 hari di suhu ruang, sehingga ideal untuk komoditas ekspor premium.

Kisah Mustafa membuktikan bahwa keberhasilan di dunia pertanian tak selalu berawal dari latar belakang agronomi. Dengan semangat belajar dan tekad kuat, ia berhasil mengubah lahan percobaan menjadi kebun produktif bernilai tinggi.

Kini, selain menjadi petani sukses, Mustafa juga menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin terjun ke sektor pertanian modern. “Awalnya saya tidak tahu apa-apa tentang pertanian,” ujarnya sambil tersenyum. “Ternyata kalau ditekuni, hasilnya luar biasa.”


Artikel Terbaru

Kemegahan Macfrut 2026: Pameran Buah dan Sayur Internasional Resmi Dibuka, Soroti Daya Saing dan Kemitraan Global

Pameran internasional rantai pasok buah dan sayuran, Macfrut 2026, akhirnya resmi membuka pintu untuk edisi ke-43. Berlokasi di Rimini...

More Articles Like This