Saturday, January 17, 2026

BRIN dan PT MARS Kolaborasi Kembangkan Varietas Kakao Unggul

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Pusat Riset Tanaman Perkebunan (PRTbun) BRIN resmi menjalin kerja sama dengan PT MARS Symbioscience Indonesia dalam pengembangan varietas unggul kakao. Kolaborasi ini menjadi tonggak strategis memperkuat sektor kakao nasional dengan memanfaatkan hasil riset dan kemitraan industri.

Perjanjian kerja sama ini ditandatangani di Gedung BNC KST Soekarno, Cibinong, Jawa Barat, Senin (26/5). Kesepakatan dituangkan dalam bentuk Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua pihak.

Kerja sama ini bertujuan mempercepat diseminasi varietas kakao unggul kepada petani. Selain itu, juga untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan pelaku usaha kakao.

Kepala Pusat Riset Tanaman Perkebunan BRIN, Setiari Marwanto, mengatakan bahwa kerja sama teknis telah berlangsung selama beberapa tahun. Proses pemuliaan tanaman memerlukan waktu panjang karena siklus tanamannya yang tidak singkat.

“Tipikal dari riset pemuliaan pada tanaman perkebunan ini memakan waktu lebih dari 3 tahun, karena siklus tanamannya panjang. Kemudian kita legalkan pada tahun ini seiring dengan selesainya tahap pertama, dan tahap awal dari riset ini yaitu pelepasan varietas,” ujarnya dilansir dari laman BRIN.

Setelah tahap pelepasan varietas, BRIN akan melanjutkan dengan pembangunan kebun induk dan distribusi bibit kepada petani. Proses ini akan dilakukan setelah semua persyaratan administratif, seperti penerbitan SK Menteri, diselesaikan.

“Selanjutnya, kami akan bersama-sama menunggu dan melengkapi semua berkas sehingga SK Menteri tersebut bisa kita dapatkan. Kami juga akan menyusun roadmap dari diseminasi bibit ini. Diharapkan bisa menjadi solusi yang mumpuni dalam membantu bangsa kita, agar bisa swasembada kakao nasional,” tutupnya.

Dalam kesempatan ini, dua varietas unggul kakao yang resmi dilepas adalah ISC 1 dan B04C40R47 atau SCC 11. Varietas SCC 11 dikenal adaptif, stabil, dan produktif dengan hasil 2,13–2,5 ton/hektar serta kandungan lemak mencapai 54%.

Varietas ISC 1 memiliki produktivitas 2,11–2,65 ton/hektar dan mampu melakukan penyerbukan sendiri. Keunggulan lainnya adalah masa panen yang lebih awal dibanding varietas lain.

Direktur Asia Cocoa PT MARS Symbioscience, Fay Fay Choo, yang hadir secara virtual, menyampaikan bahwa pelepasan varietas ini adalah hasil kerja sama panjang. Ia menyebut kolaborasi ini penting dalam membangun ekosistem kakao yang modern dan berkelanjutan.

“Ini satu momen yang sangat penting bagi kami, dalam perjalanan bersama dengan mitra-mitra di Indonesia untuk membangun ekosistem kakao yang modern, inklusif, dan berkelanjutan. Di mana semua orang bisa sejahtera, karena kalau petani tidak sejahtera, kakao tidak ada industrinya,” ujar Fay.

Menurutnya, kerja sama dalam seleksi dan pemuliaan kakao sudah berjalan lebih dari 12 tahun melalui pendekatan genomic market. Beberapa klon unggul telah dihasilkan dan kini siap dirilis bersama BRIN.

Fay menegaskan, visi yang sama dengan BRIN menjadi dasar utama kolaborasi ini. Ia menambahkan bahwa PT MARS Symbioscience akan terus melanjutkan kerja sama dengan BRIN untuk menghasilkan varietas kakao unggul berikutnya.

“Ini adalah perjalanan yang sudah bermula, dan ke depan kita akan merilis lagi klon-klon berikutnya. Dengan BRIN kita memiliki visi yang sama, dan kita bergerak untuk kemajuan dan kemakmuran petani yang memiliki peran penting dalam ekosistem ini,” jelas Fay.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh sukses sinergi antara riset dan industri. Dengan varietas unggul dan pendampingan yang terstruktur, Indonesia diharapkan mampu meningkatkan daya saing kakao nasional di pasar global

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img