Wednesday, August 10, 2022

Buah Naga Menjaga Imun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Makanan bergizi seperti buah naga merah yang berefek antioksidan bisa menjadi tameng tubuh dalam menghadapi gempuran radikal bebas. (Dok. Trubus)

Buah naga meningkatkan aktivitas imunomodulator.

Trubus — “Buah atau sayuran yang memiliki warna lebih cerah bernutrisi lebih tinggi dibandingkan dengan buah berwarna yang cenderung pucat,” kata dokter spesialis gizi di Rumah Sakit Ibu Anak Family, Pluit Mas, Jakarta Utara, dr. Nany Leksokumoro, M.S., Sp.GK. Nany mengatakan, buah naga berpotensial sebagai buah dengan kandungan antioksidan. Itu dipengaruhi oleh kandungan gizi yang terdapat di dalamnya yaitu vitamin C, betakaroten, serat tinggi, dan

Menurut dokter di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr. Prapti Utami, M.Si., rutin mengonsumsi buah naga daging merah atau putih meningkatkan daya tahan tubuh. “Terutama pada buah naga merah yang diduga lebih tinggi kandungan antioksidannya,” tutur dokter alumnus Universitas Diponegoro itu. Prapti Utami menyarankan untuk mengonsumsi 250 g buah naga per hari sekitar setengah sampai satu jam sebelum makan.

Perkuat imunitas 

Herbalis Lukas Tersono Adi menuturkan, daya tahan tubuh meningkat jika kita memperbaiki pola hidup, yaitu dengan mengonsumsi makanan bergizi. Salah satunya buah naga dengan kemampuan sebagai antioksidan yang jadi tameng tubuh dalam menghadapi gempuran radikal bebas. Bahkan, kulit buah naga pun berkhasiat kesehatan sebagaimana riset Havizur Rahman dan rekan.

Periset dari Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFarm) Padang, Sumatera Barat, itu mengungkapkan kulit buah Hylocereus lemairei meningkatkan aktivitas imunomodulator dan jumlah leukosit. Objek penelitian 20 mencit putih jantan yang terbagi ke dalam 4 kelompok sehingga setiap grup berisi masing-masing 5 ekor. Kelompok pertama sebagai kontrol hanya menerima 0,5% larutan NaCMC.

Kulit buah naga merah dapat meningkatkan aktivitas imunomodulator sehingga berperan dalam sistem imunitas tubuh. (Dok. Melvin mallard/Flickr)

Sementara kelompok kedua hingga keempat mendapatkan masing-masing 10 mg/kg BB, 50 mg/kg BB, 100 mg/kg BB suspensi ekstrak kulit buah naga merah. Peneliti memberikan perlakuan itu secara oral selama 6 hari. Penelitian itu bertujuan mengetahui efek imunomodulasi ekstrak kulit buah naga merah terhadap respons imunitas spesifik dan nonspesifik.

Havizur dan rekan menggunakan metode carbon clearance dan menghitung persentase leukosit memakai cara hapusan darah dan jumlah total leukosit untuk mengetahui respons imunitas nonspesifik. Adapun respons imunitas spesifik dapat dilihat dari peningkatan bobot limpa hewan uji. Hasil penelitian menunjukkan, indeks fagositosis semua kelompok perlakuan bernilai lebih dari 1.

Artinya ekstrak kulit buah naga merah berefek sebagai imunostimulan sehingga daya tahan tubuh makin meningkat. Indeks fagositosis masing-masing kelompok perlakuan yaitu 2,613; 2,957, dan 3,465. Kelompok keempat dengan asupan 100 mg/kg BB suspensi ekstrak kulit buah naga merah berindeks fagositosis tertinggi. Havizur menyatakan, limfosit neutrofil, dan monosit merupakan sel yang sangat berperan dalam fagositosis.

Mengonsumsi 250 g buah naga per hari sekitar setengah sampai satu jam sebelum makan biisa meningkatkan daya tahan tubuh. (Dok. Trubus)

Total leukosit kelompok kedua hingga keempat juga bertambah. Jumlah leukosit terbanyak berasal dari kelompok keempat yang menerima 100 mg/kg BB suspensi ekstrak kulit buah naga merah. Tim peneliti juga menguji respons imunitas spesifik dengan menimbang bobot limpa mencit dan menghitung kandungan limfosit. Makin tinggi bobot limpa kian tinggi sel fagosittik yang dihasilkan dalam pembentukan antibodi.

Limpa merupakan organ pembentukan antibodi yang menjadi tempat pembentukan limfosit yang digiatkan untuk masuk ke dalam darah. Limpa bereaksi terhadap antigen dalam darah. Hasil riset itu menunjukkan kenaikan bobot limpa optimal terjadi pada kelompok penerima 100 mg/kg BB suspensi ekstrak kulit buah naga merah. Dengan kata lain ada aktivitas imunostimulan dalam ekstrak kulit buah naga merah.

Keringkan kulit

Sel B dalam limpa aktif dan memproduksi antibodi yang meliputi sel-sel B, sel T, makrofag, dendritik sel, sel-sel pembunuh alami, dan sel darah merah. Semua antibodi itu bertugas menangkap benda asing (antigen) dalam darah yang melewati limpa. Intinya Havizur dan rekan manyatakan ekstrak kulit buah naga merah berfaedah sebagai imunomodulator yang beraktivitas imunostimulan sehingga meningkatkan kemampuan fagositosis.

Penggunaan ekstrak kulit buah naga merah juga meningkatkan jumlah total leukosit dan dapat memengaruhi bobot limpa relatif dalam pembentukan sistem imunitas tubuh. Makin tinggi dosis ekstrak kulit buah naga merah, kian meningkat kemampuan fagositosis dan aktivitas sistem imunitas tubuh. Peneliti menyatakan dosis100 mg/kg BB memiliki aktivitas imunostimulan paling tinggi.

Hasil riset Annisa Fitriani dan rekan dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, menyatakan potensi antioksidan kulit buah naga lebih tinggi ketimbang daging buahnya. Untuk mengonsumsi kulit buah naga, Annisa menyarankan masyarakat mengeringkannya terlebih dahulu memakai mesin pengering dengan suhu tidak lebih dari 60ºC. Setelah itu kulit buah naga kering dapat diseduh seperti teh biasa. (Riefza Vebriansyah)

Previous articleBugar Berkat Brokoli
Next articleCabai Jawa Bikin Bugar
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img