Wednesday, January 28, 2026

Budidaya Abiu Organik, Buah Langka Berharga Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id–Petani di Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat, Victor Lie, budidaya tanaman abiu organik. Perawatan intensif menghasilkan abiu organik yang langka dan berharga tinggi demi memenuhi permintaan pasar. 

Ia menanam 200 pohon abiu di lahan 5.000 m2 dan berjarak tanam 2,5 m x 2,5 m. Populasi tidak banyak untuk memanfaatkan lahan karena penanaman dengan pohon lain. Umur tanaman anggota famili Sapotaceae itu 1—6 tahun dan masa panen 3 kali setahun. 

Victor menuturkan sekitar 25% tanaman abiu miliknya menghasilkan 2—3 abiu per kg. Pemilik One Home Farm itu mengebunkan abiu secara organik di lahan berelevasi 400 meter di atas permukaan laut (m dpl). 

Mula-mula ia menggali lubang berdiameter 1 m x 1 m. Setelah itu Victor membenamkan sampah organik kering secukupnya dan 15 kg kotoran kambing terfermentasi. Pemupukan selanjutnya 2 pekan sekali untuk membantu fotosintesis. 

Ia menyemprotkan pupuk daun berbahan enzim limbah buah-buahan. Setiap 10 tetes enzim buah yang dilarutkan dalam 10 liter air itu untuk semua tanaman di lahan. Perawatan lainnya penyiraman 2 kali sehari saat musim panas. 

Menurut Victor budidaya abiu organik terjangkau karena biaya produksi Rp200.000 per pohon. “Setahun berbuah 3 kali sudah menutup biaya produksi,” kata pria berumur 47 tahun itu.

Ia juga memangkas tanaman untuk merangsang pertumbuhan dan memudahkan pemanenan. Umumnya hama yang menyerang abiu yaitu lalat buah dan semut. Ia mengatasi serangan itu menggunakan perangkap lalat buah dan pestisida alami dari bawang putih atau serai wangi untuk semut. 

Dengan semua perlakuan itu, Victor memanen 50 kg abiu dari 100 pohon. “Hasil panen untuk grade A sebanyak 20—30 kg. Konsumen ibu rumah tangga banyak memburu abiu isi 8—12 buah per kg,” kata pemilik One Home Farm itu.

Buah abiu grade A berharga Rp100.000 berisi 2—3 buah, grade B Rp50.000 (4—5 buah), dan grade C Rp30.000 (8—12 buah). Panen terakhir pada April 2024, ia memanen 150 kg buah abiu. 

Sebanyak 75 kg buah ludes terjual di pameran Semarak Perkebunan Nasional (Skena).

Sisanya ia jual melalui loka pasar dengan harga beragam. Victor memperoleh 100 bibit abiu setinggi 1 meter dari seorang rekan pada 2018. Panen perdana abiu 1,5—2 tahun lantaran bibit itu berasal dari biji. 

“Tanam dari biji memiliki ketahanan lebih kuat,” kata Victor. Ciri siap panen warna kuning abiu mencapai 80—90%. Semula ia hanya menanam tanaman abiu itu untuk koleksi. Kini tanaman itu malah menjadi salah satu sumber penghasilan. 

Victor menyarankan sebaiknya distribusi abiu harus kurang dari 3 hari. Alasannya tanaman kerabat sawo itu mudah teroksidasi sehingga daging buah menjadi kecokelatan dan bertekstur lembek. Ia memasarkan abiu melalui daring dengan pengiriman di hari yang sama (sameday). 

“Kelangkaan pasokan membuat abiu berjual nilai tinggi,” kata Victor. Ia juga tengah menanam abiu bersama petani mitra di lahan lain seluas 5.000 m2 di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo demi memenuhi permintaan abiu.  

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img