Thursday, July 25, 2024

Budidaya Ikan Lele dan Cacing Sutra di Satu Lahan, Panen Lele 15 Hari Lebih Cepat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Budidaya ikan lele dan cacing sutra di satu lahan memberi keuntungan ganda. Menurut pembudidaya lele dan cacing sutra di Desa Banjarharjo, Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulonrogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sumarjoko cacing sutra dapat menjadi pakan lele.

“Mempersingkat panen lele, hanya 60 hari setelah tebar benih,” kata Joko

Peternak lele lazimnya memanen lele pada 70—75 hari setelah penebaran. Hasil riset Suharya mengungkap protein cacing sutra berjumlah 57%. Penggagas ide budidaya ikan lele dan cacing sutra itu Dr. Ir. Ignatius Hardaningsih, M.Si., atau yang akrab disapa Gandung.

Menurut Gandung sawah lele seluas 300 m2 memerlukan satu kolam lele berukuran 20 m2 berisi 2.000 ikan. Jika panen 400 kg lele setelah dua bulan dan rasio konversi pakan atau feed conversion ratio  (FCR) 1, maka ada sekitar 2 kuintal kotoran tersuspensi.

Ia menuturkan pada bulan ke-1—ke-3, pemberian kotoran puyuh setiap hari. Setelah itu, intensitas pemberian kotoran puyuh dapat berkurang menjadi 3—7 hari sekali. “Ini masih tahap penjajakan,” kata Gandung.

Sejatinya bukan hanya lele yang mendapat manfaat dari sistem kombinasi budidaya itu. Gandung berharap air kolam lele yang tinggi nitrogen karena amonia dialirkan kembali menggunakan pompa ke sawah cacing. Maka cacing sutra dapat memanfaatkan nitrogen dalam amonia sebagai sumber makanan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Kelapa Genjah Merah Bali, Eksotis dan Produktif

Trubus.id—Kelapa genjah merah bali merupakan kelapa baru yang eksotis dan produktif. Secara umum berbunga pada umur 2—2,5 tahun dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img