Saturday, January 24, 2026

Budidaya Katuk Mulai Dilirik Petani

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Tanaman katuk mulai dilirik sebagai komoditas alternatif oleh sejumlah petani di berbagai daerah. Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini juga bisa memanfaatkan lahan tidur.

Jumadil, warga Dusun Sedau Timur, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah, menanam katuk sejak Juni 2024. Ia tertarik karena perawatannya tidak terlalu rumit dan bisa ditumpangsarikan dengan tanaman lain.

Ia menjadi pelopor penanaman katuk di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Awalnya, ia menanam katuk di lahan seluas 4.500 meter persegi.

Kini, ia menanam katuk—yang dikenal juga sebagai cekur manis di Malaysia—di kebun durian dan alpukat seluas dua hektare. Ia menargetkan perluasan hingga empat hektare.

Setelah itu, ia berencana mengajak petani lain untuk ikut mengembangkan katuk. Ia ingin membuktikan bahwa budidaya dan penjualan katuk bisa menguntungkan.

Poniran, petani katuk di Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, juga mulai membudidayakan katuk sejak 2024. Ia mengelola lahan seluas 0,5 hektare.

Targetnya pada tahun 2025 adalah menambah kebun pribadi seluas satu hingga dua hektare. Ia juga mendorong petani lain di Kabupaten Simalungun, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai untuk menanam katuk.

Katuk kini menjadi peluang baru dalam pertanian rakyat. Tanaman ini dinilai berpotensi memberikan nilai tambah di lahan yang sebelumnya kurang produktif.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img