Trubus.id—Agrowisata Amanah di Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, menanam semangka di green house.
Menurut pengelola rumah tanam itu, Wahyu Hidayat S.P., hasil panen perdana pada Mei 2023 memberi hasil memuaskan. Lantaran semangka lebih manis dibandingkan dengan budidaya konvensional di lahan terbuka.
Tak heran jika hasil panen sebanyak 500 kg itu langsung ludes terjual. Hasil pengukuran refraktometer menunjukkan buah semangka varietas legit mencapai 14obrix.
Adapun tingkat kemanisan semangka varietas lain seperti kanigara, jenar, dan black sweet mencapai 12—13obrix. Tingkat kemanisan semangka itu lebih tinggi daripada hasil panen sebelumnya di lahan yang hanya 8—10obrix.
Agrowisata Amanah menanam beberapa jenis semangka berbentuk lonjong seperti legit, kanigara, jenar, dan black sweet. Penjualan semangka itu ke pengunjung agrowisata dan pasar swalayan di Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Dengan seharga Rp30.000 per kg para pelancong dapat menikmati semangka itu.
Wahyu menuturkan pasar modern menginginkan semangka dengan tingkat kemanisan 13—14obrix, berkulit bersih, berwarna merata, dan berbobot 1,5—2 kg. Pemilik Agrowisata Amanah, Sripomo Wijoyo Sastro, pun menanam 2.000 semangka kembali pada Juni 2023.
Wahyu menanam semangka di dalam rumah tanam (greenhouse) seluas 500 m2. Ketinggian tempat mencapai 800 meter di atas permukaan laut (m dpl) dengan curah hujan cukup tinggi.
Menurut Wahyu nutrisi sesuai pertumbuhan semangka, misalnya AB Mix berdosis 500—1.800 ppm. Untuk meningkatkan kemanisan, ia memberikan 1—2 g pupuk mengandung kalium dan magnesium per liter per pohon pada 20—25 hst.
Selanjutnya pemupukan kalium setelah seleksi buah. Penyiraman menggunakan sistem irigasi pada kondisi cuaca panas mulai pukul 07.00—16.00 dengan interval 1—1,5 jam sekali dengan volume 300—500 ml air per tanaman.
“Menanam di green house pilihan tepat karena panen bisa 3—4 kali setahun,” kata Wahyu.
