Wednesday, August 10, 2022

Bunga Ratu Obat Rindu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Twilight pink tetap menawan meski berpenampilan kalemKenangan semasa tinggal di Selandia Baru itu kini hadir di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

 

Bohemian pink, twilight pink, red chameleon, dan red scarlet membuat Andi Marthen Patunru kerasan menimba ilmu di Selandia Baru pada 1990. Tengok saja penampilan mereka yang begitu mempesona. Red chameleon dan red scarlet sama seronoknya dengan warna dasar merah cerah. Bedanya dasar helaian red chameleon merah muda; red scarlet, kuning.

Mahkota bohemian pink ngejreng dengan warna seperti tumpahan cat merah muda pekat nan menyala dan putih yang menciprat di setiap helai kelopak bunganya. Twilight pink justru berpenampilan kalem dengan paduan warna merah muda pucat dan putih. Dua puluh satu tahun berselang, Andi memboyong ratu bunga asal negara kepulauan itu ke kediamannya di Desa Cijayanti, Kecamatan Babakanmadang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bunga favorit

Di sana 50 jenis mawar mengisi salah satu sudut kebun seluas 5.000 m2 berketinggian 150 – 200  m di atas permukaan laut itu. Selain ratu kembang asal Selandia Baru, Andi dan sang istri yang juga menyukai mawar menanam jenis asal Amerika Serikat dan Belanda. Dari negeri Paman Sam, misalnya, ada purple rhapsody dan mistique white yang baru saja didatangkan. Purple rhapsody begitu elok dengan warna ungu yang jarang ditemukan. “Harganya pun masih mahal,” kata Andi yang mendapatkan bibit mawar impor lewat seorang relasi.

“Saya jatuh cinta pada mawar sejak masih remaja,” kata pria kelahiran Sulawesi Selatan itu. Bukan saja karena aneka warnanya yang menawan, tapi sang ratu berbentuk beragam dan menebarkan aroma harum. Taman mawar di depan halaman rumah pun jadi pemandangan favorit Andi Marthen dan istri.

Pesona warna, bentuk, dan aroma pula yang membuat tanaman yang sejatinya asal China itu sempat menjadi tanaman taman populer di tanahair pada era 80 – 90-an. Menurut pakar tanaman hias di Jakarta, Iin Hasim, kala itu mawar untuk taman sempat naik pamor di ibukota. Itu dipicu oleh keberhasilan para pekebun mawar di Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang berhasil mengebunkan mawar jenis baby rose. Mawar Jepang itu adaptif ditanam di dataran rendah termasuk Jakarta.

Masyarakat Jakarta pun larut dalam hiruk-pikuk tren mawar. Taman-taman kota semakin hidup dengan hadirnya warna-warni mawar. Sayang perawatan minim ditambah kondisi lingkungan yang semakin ekstrem membuat mawar tak bisa bertahan. “Semenjak itu perlahan-lahan masyarakat mulai menghindari mawar sebagai elemen taman sebab membutuhkan perawatan yang intensif seperti rutin memangkas tangkai bunga yang rontok untuk merangsang pertumbuhan tunas,” tutur Iin.

Agus Taryat SP, manajer Hortikultura dan Lingkungan Taman Bunga Nusantara di Cipanas, Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan mawar yang naik daun pada era 80 – 90-an itu termasuk jenis polyantha. “Berdasarkan ukuran bunga, mawar dibagi menjadi 3 jenis yakni polyantha yang akrab dengan nama baby rose berdiameter kurang dari 5 cm, multiflora berdiameter 5 – 7 cm, dan grandiflora berdiameter 7 – 10 cm,” ujarnya.

Menurut Agus mawar hibrida tumbuh dengan baik di ketinggian 1.000 m dpl.

“Bila ditanam di daerah lebih rendah pertumbuhan tanaman kurang optimal, misalnya bunga mekar kurang sempurna,” kata Agus. Pengalaman Agus beberapa hibrida introduksi yang mampu menyesuaikan dengan iklim tropis tanahair contohnya tournament of roses, american beauty, delight parfume, magic carrousel, rosamunde, red masterpiece, dan harry wheatcroft.

Peneliti dari Balai Penelitian Tanaman Hias, Ir Darliah MSc menuturkan mawar mampu bertahan hidup baik di dataran rendah berketinggian di bawah 700 m dpl sebagai tanaman hias atau hobi, bukan untuk produksi. Di dataran rendah tangkai bunga lebih pendek, ukuran bunga lebih kecil, dan warna kurang cerah,” ujar Iin. (Andari Titisari)

Biar Kerasan

A

ndi Marthen mengatakan menanam mawar gampang-gampang susah, apalagi bibit yang baru diintroduksi. Oleh karena itu penyuka olahraga mancing laut itu segera menyambung setek dengan batang bawah mawar lokal. Bibit lalu ditanam di dalam polibag berdiameter 20 cm dengan media tanam sekam dan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1.

Sebagai sumber nutrisi ia menaburkan 2,5 gram pupuk NPK mutiara 15:15:15 per pekan pada tanaman berumur 1 – 6 bulan. Dosis pupuk meningkat menjadi 5 gram saat tanaman menginjak umur 6 – 12 bulan. Pada tanaman berumur 12 bulan ke atas, dosis naik lagi menjadi seukuran satu sendok makan setara 15 gram. Penyiraman tiga kali dalam sehari terutama saat cuaca panas.

Ia rutin menyiram pupuk pemacu bunga dengan dosis 1 gram/liter air saat tanaman berumur 1 – 6 bulan. Dosis ditingkatkan menjadi 2 gram/liter air saat tanaman berumur 6 bulan ke atas. Dengan begitu sang ratu jadi rajin berbunga. Pascabunga rontok,  ia memangkas tangkai bunga supaya segera muncul tunas baru lagi. (Andari Titisari)

 

Red scarlet

Twilight pink tetap menawan meski berpenampilan kalem

Rosamunde dan red masterpiece tergolong anyar dari koleksi Taman Bunga Nusantara (kiri – kanan)

Bohemian pink

Andi Marthen dan istrinya menaruh hati yang sama pada keluarga Rosaceae

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img