Thursday, June 13, 2024

Butuh Waktu Tiga Tahun untuk Mendapatkan Hasil Silangan Aloe

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Tiga tahun menyilangkan aloe. Semua itu demi kecintaannya pada sang lidah buaya. Ia adalah Eko Wahyudi, pehobi dan penyilang tanaman sukulen asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Ia menyilangkan Christmas Carol dengan aloe Fire Alarm. Tanaman sukulen itu berukuran lebih mungil daripada Christmas Carol. Diameter tanaman kurang lebih 20 cm. Daun hibrida hijau gelap dengan garis-garis putih. Di bagian tepi daun terdapat seperti duri berwarna merah muda. Daunnya juga terlihat gemuk.

Menurut Eko, hasil perkawinan silang itu melahirkan anak generasi pertama atau F1. Berkarakter kombinasi. Bentuk tanaman mengikuti Christmas Carol dan corak mengikuti Fire Alarm.

Eko belum menyematkan nama pada tanaman baru itu karena masih F1. Ia menuturkan masih butuh penyempurnaan lagi.

Selain persilangan antara Christmas Carol dan Fire Alarm, Eko juga menyilangkan antara aloe Diego dan Gasteria armstrongii hibrida.

Ciri aloe Diego dapat dikenali dari guratan-guratan berwana putih. Saking rapatnya, sampai guratan putih itu memenuhi daunnya yang berwarna hijau. Duri-duri di tepi daun juga berwarna putih.

Aloe hasil persilangan antara Diego dan Gasteria armstrongii hibrida.(Trubus/Dok. Eko Wahyudi)

Adapun ciri khas Gasteria armstrongii hibrida yakni bentuk tanaman yang lazimnya menyerupai kipas. Setelah dikawinkan dengan aloe Diego, bentuk tanaman berubah menjadi roset seperti aloe.

Totol-totol daunnya juga menyerupai aloe, walaupun tak sebanyak ciri khas aloe Diego. Hanya karakter daunnya lebih mirip gasteria. Duri-duri yang biasanya terdapat di tepi daun aloe tak ada.

“Masih kuat karakter gasterianya,” ujar pemilik nurseri Ecconia Succulents itu.

Satu lagi hasil karya Eko mengawinsilangkan aloe adalah aloe Christmas Carol dengan aloe Sean Red.

Aloe hasil persilangan antara Christmas Carol dan Sean Red.(Trubus/Dok. Eko Wahyudi)

Keistimewan aloe Sean Red adalah hibrida dengan daun lanset hijau dengan gerigi merah di sepanjang tepi daun. Namun, totol-totol di sekujur daun nyaris tidak ada.

Berbeda dengan Christmas Carol yang dipenuhi totol-totol di sekujur daun. Hasilnya, tampilan daun aloe lebih dominan Sean Red. Hanya bentuk daunnya mirip dengan Christmas Carol.

Eko mengaku memerlukan 3–4 tahun sejak semai hingga sebesar itu untuk menghasilkan ketiga hibrida F1 itu.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024, Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi  Gelar Tanam Pohon Serentak di 18 Provinsi

Trubus.id—Klaster Filantropi Lingkungan Hidup dan Konservasi (KFLHK) yakni Perhimpunan Filantropi Indonesia, Dompet Dhuafa, Belantara Foundation, Dompet Dhuafa Volunteer (DDV),...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img