Sunday, July 14, 2024

Membahas Masa Depan Pertanian Dunia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Sektor pertanian dunia tengah menjadi perbincangan. Kemajuan teknologi dan digitalisasi di bidang pertanian, digadang-gadang akan menjadi masa depan sektor pertanian dunia.

Syahrul Yasin Limpo (SYL), Menteri Pertanian, mengatakan, saat ini Indonesia sendiri tengah mengusung pertanian maju mandiri modern.

“Karena itu, pada pertemuan global forum ini kita bisa berbagi perspektif tentang upaya kita meningkatkan kapasitas anak muda dan perempuan dalam mengimplementasikan pertanian digital,” kata Syahrul saat membuka kegiatan Global Forum sebagai awal dari rangkaian kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental Jimbaran, Bali, pada Selasa (27/09), dilansir dari laman Kementerian Pertanian.

Menurut Syahrul, keberadaan pemuda dapat menjadi pengusaha inovatif melalui perannya sebagai produsen, distributor, pemasar, dan penjual dengan menggunakan teknologi serta model bisnis yang inovatif.

Ia menyebut, pada era Industri 4.0 saat ini, kegiatan pertanian tidak lagi mengandalkan tenaga kerja manual, tetapi menggabungkan mekanisasi dengan teknologi digital yang dapat mengondisikan usaha budidaya pertanian menjadi lebih presisi.

Pelibatan wirausaha muda berbakat, termasuk perempuan, dalam pembangunan pertanian telah menjadi agenda utama di banyak negara, termasuk negara anggota G20.

Terkait hal ini, banyak negara, termasuk Indonesia yang telah melakukan berbagai upaya untuk memahami karakteristik yang khas dari para wirausaha muda, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi mereka, dan mengidentifikasi metode terbaik untuk mengembangkan bakat mereka.

Oleh karena itu, Syahrul mengajak semua negara untuk membangun semangat untuk bekerja sama. Itu sesuai dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia, yakni recovery together recovery stronger.

“Kita tidak lagi bicara atas nama bangsa sendiri, tapi harus bicara atas nama bangsa-bangsa G20. Mari kita bicarakan hal-hal yang bisa mempersatukan. Semua perbedaan semestinya bisa kita satukan dalam waktu singkat,” jelasnya.

Sementara itu, Qu Dongyu, Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO), turut mendukung kerja sama dunia. Saat memberikan keynote speech, Qu mengatakan dibutuhkan komitmen untuk menjadikan pertanian dunia lebih baik.

“Sistem digital adalah masa depan pertanian dunia. Suka atau tidak suka, kita saat ini berada di fase transisi sektor pertanian,” jelasnya.

Qu juga menyatakan dukungannya terhadap upaya Indonesia untuk mengembangkan strategi e-agrikultur nasional termasuk panduan integritas data pertanian dalam penggunaan informasi geospasial.

Digitalisasi memainkan peran penting dalam mempercepat kemajuan menuju pencapaian Sustainable Development Goals dengan mendiversifikasi pendapatan dan membuka lapangan kerja dan peluang bisnis di dalam dan di luar pertanian, terutama bagi generasi baru petani dan kaum muda.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Presiden dan Mentan Kunjungi Kebun Kopi di Lampung Barat, Pacu Produksi Demi Kesejahteraan Petani

Trubus.id—Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau perkebunan kopi di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img