Friday, January 16, 2026

Cara Ampuh Atasi Buah Mangga Pecah

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Buah mangga belah ketika mulai besar di pohon disebabkan kombinasi beberapa hal, seperti kepekaaan varietas, batang bawah, cuaca ekstrim, dan defisiensi unsur hara. Diagnosis faktor yang paling berpengaruh perlu pengamatan dan data lebih lengkap. 

Beberapa varietas rawan buah belah sebelum masak karena secara genetik daging buah tidak atau kurang berserat.

Kepekaan itu akan lebih terlihat bila dikaitkan dengan jenis batang bawah yang dipakai. Kombinasi batang bawah lokal (Indonesia) dengan entris introduksi menimbulkan ketidakcocokan yang menimbulkan masalah di buah.

Perubahan cuaca ekstrem (musim hujan ke kemarau/sebaliknya) atau siang panas, sore hujan lebat, ditambah kandungan kalsium dalam kulit buah rendah, membuatnya tidak elastis menghadapi perubahan tekanan air yang tiba-tiba.

Daerah yang banyak hujan, sulit mengatasi masalah kelebihan air. Untuk memperkecil dampaknya, berilah pupuk kompos 40 kg per pohon dicampur furadan 3G dosis 10—20 g per pohon.  Agar mangga rajin berbuah, beri NPK biru sebanyak 100—300 g per pohon. Pupuk diberikan di sekeliling batang dalam lubang kecil. Berikan sebulan sebelum berbunga atau setelah panen.

Antisipasinya lain dengan cara mencegah air berlebih setelah masa kering yang panjang. Buat saluran pembuangan atau pakai mulsa penahan air. Pakai pupuk tulang (blood & bone), rock phospate, dan unsur hara mikro yang mengandung boron.

Rontok bunga juga menjadi kendala para pekebun mangga. Untuk meminimalkan kerontokan bunga mangga. Sebelum bunga mekar, Anda dapat menyemprotkan obat anticendawan, misal Benlate atau Dithane.

Penyemprotan dihentikan setelah mekar. Ketika buah sebesar kepala korek api, beri pupuk NPK 15-15-15 volume 1—2 kg/ pohon ukuran 1 m dan 5—7 kg/ pohon setinggi 5—7 m.

Sepekan kemudian semprot larutan pupuk NPK 16-21-27 sebanyak 15 g/ 20 l air dan obat anti rontok. Saat buah sebesar telur ayam tingkatkan frekuensi penyiraman.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img