Sunday, June 7, 2026

Cara Baru Memasarkan Ayam Kampung untuk Mendatangkan Laba Besar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Agustina Kartika kini mudah jika hendak mengolah ayam. Warga Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu tinggal membakar atau menggoreng ayam. Semula ia harus menyembelih, membersihkan, memotong, dan membumbui ayam untuk menu makan harian keluarga.

“Mengolah ayam menjadi praktis, tidak perlu memasak lama, dan rasanya tetap lezat,” tutur Agustina.

Perempuan 42 tahun itu membeli olahan ayam kampung ungkep siap goreng untuk menu keluarga. Meski berharga lebih tinggi, penganan olahan itu praktis dan menyehatkan.

Agustina membeli produk olahan ayam kampung kreasi Kukuh Budi Jatmiko, S.T.. Produsen di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, itu menjual 200 porsi olahan ayam kampung saban bulan.

Harga ayam kampung siap masak itu Rp80.000 per porsi (sekitar 600—700 gram). Kukuh beromzet Rp16 juta per bulan dari perniagaan olahan ayam kampung. Konsumen Kukuh ibu rumah tangga dan rumah makan di Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek), Surabaya (Jawa Timur), dan Bali.

Semula produsen olahan ayam kampung sejak 2019 itu hanya mengolah sekitar 20 porsi per pekan. Omzet saat itu, sekitar Rp6,4 juta per bulan. Menurut Octari Amalia, S.E.—divisi produksi di Kampoeng Chicken— permintaan meningkat sejak April 2020.

Octa menduga peningkatan penjualan karena masyarakat menginginkan sumber makanan yang lebih sehat pada masa awal pandemi korona. “Adanya pandemi menyebabkan masyarakat tidak leluasa ke luar rumah. Namun, mereka tetap membutuhkan makanan bergizi yang praktis untuk dimasak,” tutur Octa.

Ayam kampung (Gallus gallus domesticus) yang diolah berasal dari budidaya sendiri. Total jenderal populasi sekitar 3.000 ekor per bulan. Mereka memanen sekitar 2.700 ekor. Konversi rasio pakan (FCR) yakni 3. Artinya asupan 3 kg pakan menjadi daging 1 kg.

Kandang berdiri di lahan seluas 5 m × 25 m terdiri atas 2 lantai. Kukuh membudidayakan ayam bermerek ayam kampung asli (AKA) seperti Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan sentul.

Durasi pemeliharaan 3—4 bulan ketika ayam berbobot 1—1,2 kg per ekor. Olahan ayam berasal dari ayam hidup berbobot 1 kg. Mula-mula Octa dan tim memotong ayam menjadi beberapa bagian.

Lantas ia mencuci bersih, memberi bumbu, mengungkep, dan meniriskan. Setelah itu ia mengemas dengan plastik yang divakum sehingga lebih higienis. Ia menjual dalam bentuk beku. Produk itu terdiri atas ayam ungkep dan ayam bakar.

Tak kalah menariknya, di dalam kemasan ayam ungkep atau bakar itu tersaji sambal sehingga praktis, konsumen tinggal menggoreng. Produk olahan itu tahan hingga 3 bulan sejak produksi jika disimpan di mesin pendingin bersuhu-18° C.

Produk Kampoeng Chicken itu pun bersertifikat halal. Pengiriman menggunakan jasa pengantar khusus makanan atau melalui reseller di berbagai daerah sehingga kualitas produk terjaga.


Artikel Terbaru

Cangkang Udang Jadi Sumber Astaxanthin Bernilai Tinggi

Cangkang udang yang selama ini terbuang sebagai limbah ternyata menyimpan potensi ekonomi besar. Melalui inovasi berbasis bioteknologi, limbah tersebut...

More Articles Like This