Friday, August 12, 2022

Cara Canggih Tanam Padi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Selang sebagai sarana irigasi di lahan yang sudah dipanen. (foto : dok. Trubus)

TRUBUS — Teknologi presisi dan fertigasi untuk budidaya padi meningkatkan produksi hingga 100%.

Pemandangan yang tak lazim muncul di lahan padi di Desa Kertarahayu, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Selang-selang berdiameter 12 mm melintang berjarak 1 meter di lahan padi seluas 3.000 meter persegi itu. Lahan padi itu menggunakan sistem fertigasi pertanian presisi sejak penanaman hingga panen. Fertigasi bermakna pemberin pupuk atau fertilizer dan penyiraman atau irigasi—dilakukan sekaligus melalui pipa-pipa itu sehingga praktis.

Pusat Penelitian Pendidikan dan Pelatihan PT Agro Industri Nasional (Agrinas) menguji penggunaan coba fertigasi yang terbilang baru untuk komoditas padi. Pelaksana proyek percontohan padi, Sri Ika Yunisilawati, S.Si., menguji varietas padi Inpago 10. Inpago jenis padi ladang sehingga adaptif di lahan kering.

Ruang kontrol terintegrasi dengan sensor di lapangan, mengatur penyiraman dan nutrisi pas untuk tanaman.

Meningkat 100%

Sri Ika Yunisilawati mengadopsi teknologi pertanian presisi itu dari Lead Tech International (LTI), Prancis. Teknologi fertigasi dilengkapi dengan sensor khusus yang bisa memantau kebutuhan air dan nutrisi tanaman. Pupuk dan air akan otomatis menyiram tanaman ketika tanaman membutuhkan.

Menurut Sarjana Sains alumnus Jurusan Biologi Institut Pertanian Bogor itu teknik penanam padi pun berbeda dengan sistem konvensional. Jarak tanam lebih rapat, 5 cm x 10 cm sedangkan sistem konvensional 20 cm x 20 cm. Populasi tanaman lebih banyak bisa hingga 4 kali lipat di luasan yang sama. Petani yang mengadopsi sistem canggih itu dapat menanam hingga 20.000 tanaman per hektare.

Sensor di lahan yang mengukur kapasitas lapang.

“Indikator pada sensor amat kompleks, sensor bisa tahu kebutuhan air dan nutrisi berdasarkan umur tanaman juga adaptif terhadap perubahan cuaca,” kata Sri Ika. Pada uji coba di lahan 3.000 m2, Ika menanam 6.000 bibit Inpago 10. Populasi itu lebih banyak dengan budidaya konvensional. Umur panen tanaman anggota famili Poaceae relatif sama, yakni 115 hari sejak tanam.

Hasil panen meningkat 100%. Ika menuai 4,2 ton gabah kering panen (GKP) setara 3,8 ton gabah kering giling (GKG). Produksi itu setara 14 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Itu dua kali lipat potensi varietas inpago 10 hasil budidaya konvensional 7 ton GKP per hektare.

Menurut Sri Ika budidaya dengan teknologi fertigasi presisi juga mengehemat air hingga 70%. Sementara itu penghematan pupuk mencapai 50%.

Intensifikasi

Menurut Direktur Utama Agrinas, Ir. Rauf Purnama, M.Si., penerapan teknologi presisi salah satunya fertigasi upaya intensifikasi. Intensifikasi merupakan upaya meningkatkan produktivitas dengan asupan teknologi. “Penerapan pertanian presisi dengan fertigasi salah satu upaya peningkatan teknologi budidaya,” kata Rauf.

Menurut Kepala Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Dr. Yudi Sastro, S.P., M.P., teknologi budidaya fertigasi pada padi belum lazim di tanah air. Budidaya dengan teknik fertigasi didukung dengan sensor sehingga selalu pada kapasitas lapang pasti akan mengoptimalkan pertumbuhan padi. Namun, Yudi menekankan perlu pertimbangan matang dari segi ekonomi.

Direktur Utama PT Agrinas, Ir. Rauf Purnama, M.Si. (ketiga dari kiri) panen perdana padi fertigasi.

Yudi mengatakan, asupan teknologi berupa fertigasi pasti mahal saat permulaan, sehingga lebih cocok bagi kelas petani pengusaha. Ika mengatakan biaya pengadaan teknologi presisi mencapai Rp20 juta—Rp150 juta per hektare. Makin luas lahan kian ekonomis. Peranti itu mampu bertahan 8 tahun. Artinya petani dapat menggunakannya untuk 16 kali budidaya jika frekuensi tanam hanya dua kali setahun. Namun, di daerah tertentu petani mampu menanam padi hingga 3 kali setahun. Apalagi kini terdapat varietas padi genjah yang masa produksi hanya 80—90 hari.

Yudi Sastro menuturkan, budidaya kombinasi dengan padi yang bernilai ekonomi tinggi seperti padi merah, padi hitam, dan padi aromatik bisa jadi pilihan agar hitung-hitungan secara ekonomi menguntungkan. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img